Inilah Hasil Rapat Akbar Bonek

pecie
Andie Peci saat memimpin rapat akbar Bonek di belakang Hi Tech Mall Surabaya, Rabu (21/10). (Foto: bimbim)

SURABAYA – Rapat Akbar Bonek telah digelar pada 21 Oktober di belakang Hi Tech Mall Surabaya dengan agenda rapat konsolidasi Bonek dan sikap Bonek terhadap manajemen Persebaya. Rapat dimulai pukul 20.30 WIB, mundur satu jam dari jadwal yang direncanakan.

Seribuan bonek berkumpul melingkar di area depan gedung legendaris Srimulat dan Ludruk. Dibuka oleh Oka Gundul yang menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan bonek malam itu. Oka juga memberi kata pengantar maksud dan tujuan diadakannya rapat malam itu.

Sebelum membahas tujuan utama rapat, ada klarifikasi dari Joner dan Andie Peci. Klarifikasi tersebut berkaitan dengan statemen beberapa waktu lalu tentang mundur sementara dari perjuangan ini. Mereka secara bergantian menyampaikan klarifikasinya. “Ada tuduhan dari klub internal dan manajemen kepada kami,” kata Andie Peci.

Pertama, mereka dikira akan mengkudeta manajemen. Kedua, mereka dianggap akan membawa investor sendiri ke manajemen. Malam itu mereka berdua menegaskan tidak pernah ada niat mengkudeta manajemen dan membawa investor sendiri.

Yang benar adalah, mereka menginginkan perbaikan sistem dan personal manajemen yang bisa membawa dan mengelola Persebaya secara baik. Tidak seperti manajemen sekarang yang sudah lebih dari 6 tahun tidak berprestasi.

rapat
Para peserta rapat akbar Bonek di belakang Hi Tech Mall Surabaya, Rabu (21/10). (Foto: bimbim)

“Saya tegaskan tidak ada niat mengkudeta managemen untuk tujuan pribadi dan tidak berniat duduk di managemen” tegas Andie Peci didampingi Joner.

Setelah itu Andie Peci membacakan surat pernyataan dari Saleh Ismail Mukadar yang menyatakan akan mundur setelah Persebaya kembali dan disahkan oleh RUPS yang diikuti Cholid Goromah beserta 30 klub internal. Surat itu juga memuat kesediaan untuk tidak akan dipilih kembali menjadi komisaris dan direksi PT. Persebaya Indonesia (PI).

Diungkapkan juga beberapa bobrok manajemen, dalam hal ini Saleh Ismail Mukadar dan Cholid Goromah. Di antaranya, terlibat secara langsung terhadap dualisme Persebaya, sempat mau meminjamkan akta PT. PI untuk dipinjamkan ke PT.MMIB selama setahun untuk ikut berkompetisi atas nama Persebaya, dan melakukan rapat internal di kantor sebuah partai politik baru.

Dalam rapat malam itu, banyak sekali bonek yang berbicara dan berbagai usulan sudah disampaikan. Usulan yang masuk di antaranya, lebih mensolidkan Bonek ke depan diperlukan legal formal Bonek. Bisa berupa koperasi , yayasan atau apapun bentuk organisasinya. Ini diperlukan untuk bisa menyatukan suara dan lebih memberi perlindungan legal tersendiri terhadap bonek.

Ada beberapa poin penting yang akan dilakukan Bonek dalam waktu dekat. Mendesak diadakan pertemuan antara manajemen PT.PI , klub internal, dan bonek dalam waktu secepat-cepatnya. Dalam pertemuan itu, Bonek akan menyodorkan surat pernyataan ke manajemen untuk sanggup melunasi sisa tunggakan gaji selama ini dalam jangka waktu tertentu.

Dengan perkiraan kompetisi akan digelar pada Maret 2016, Bonek mendesak manajemen melunasi sebelum bulan Maret. Kedua, tetap mendesak Saleh Ismail Mukadar dan Cholid Goromah mundur dari PT.PI.

Terkait masih adanya dua sikap berbeda antara boikot pertandingan Persebaya dan tetap mendukung pertandingan, hal itu masih belum di putuskan secara spesifik. Hal ini akan diputuskan setelah ada pertemuan tersebut di atas.

Acara diakhiri pada pukul 22.15 WIB dengan bersama menyanyikan lagu Kebanggaan sambil bergandengan tangan secara memutar. Di bagian paling akhir bonek melakukan saweran dana untuk di sumbangkan ke rekan bonek yang mobilnya rusak saat tour ke Tuban Minggu, 18 Oktober, kemarin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here