Balasan Surat Terbuka, Saleh: Saya Tidak Bertanggung Jawab Pada Persebaya

SURABAYA – Komisaris Utama PT Persebaya Indonesia (PI) Saleh Ismail Mukadar (SIM) tak mau lagi dikaitkan dengan Persebaya Surabaya. Alasannya, dia tidak memiliki kewajiban terhadap klub tersebut karena sudah mengundurkan diri.

“Saya merasa tidak memiliki kewajiban dan tanggung jawab apapun untuk berbicara masalah Persebaya dan PT PI karena secara resmi saya telah menyerahkan mandat kepada orang lain,” katanya dalam pernyataan di media sosial pada 18 Februari.

Karena sering bepergian, kata SIM, dia membuat akta notaris pengunduran diri sebagai komisaris. Dia juga sudah membuat akta pelepasan hak atas penguasaan saham di PT PI. Baik saham maupun akta pelepasan tersebut sudah dia serahkan kepada pemegang mandatnya.

Pernyataan tersebut menjawab artikel Surat Terbuka untuk Saleh Ismail Mukadar yang ditulis Bimbim di Emosijiwaku.com. Dalam artikel tersebut, Bimbim meminta Saleh untuk mencari jalan keluar bagi Persebaya. Sebab, semua jalan jadi buntu karena baik Cholid Goromah (CG) maupun SIM tidak kunjung menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Padahal, tanpa RUPS saham tidak bisa dilepas. Jika saham tidak bisa dilepas, investor tidak bisa masuk untuk mendanai Bajul Ijo.

Sebagai pemilik saham PT PI sebesar 50 persen, Bimbim meminta SIM untuk berinisiatif menggelar RUPS. Meski tanpa CG yang menguasai saham 30 persen, RUPS tetap bisa digelar karena ada 10 klub internal non loyalis CG yang bisa digandeng. “Itu sudah kuorum,” kata Bimbim.

Apalagi, menurut penulis dari Kenjeran, Surabaya, tersebut, sepuluh klub itu kemungkinan juga ikut memiliki saham via Koperasi Surya. “Koreksi kalau saya salah, Abah. Tapi, semua sudah mendesak untuk dilakukan,” tulis Bimbim.

BACA:  Persebaya Aman Bersama Pemkot, Tapi Kalau dengan Nyalla, Fatal!

SIM mengatakan, saat ini dia sejatinya masih tinggal di Surabaya. Dia hanya ke Pulau Buru, Ambon, hanya jika ada urusan terkait usahanya.

Menurut SIM, urusan soal Persebaya sejatinya gampang. Sebab, dia siap melepas sahamnya. Masalahnya, saham tersebut hanya bisa dilepas via RUPS. Sedangkan CG tidak kunjung menggelarnya dengan alasan belum ada pengunduran diri SIM.

“Saya sudah menunjuk penerima mandat. Kapanpun diadakan RUPS, penerima mandat saya siap hadir untuk menunaikannya. Telah dua kali rencana RUPS gagal karena berbagai alasan,” katanya. (aga)

Facebook Comments