EJ – Kerinduan Bonek akan atmosfer pertandingan di Stadion Gelora 10 Nopember, Tambaksari begitu tinggi. Sabtu, 7 Mei 2016, Bonek berbondong-bondong menuju stadion yang penuh sejarah itu. Bukan untuk menonton pertandingan resmi tim Bajol Ijo, namun hanya pertandingan para legenda Persebaya.

Meski laga reuni bintang-bintang tua, ini tak mengurangi antusiasme Bonek yang ingin menyaksikan laga tersebut. Sejak pagi, mereka menunjukkan niatnya untuk mbonek lagi. Di media sosial seperti facebook dan twitter, Bonek ramai-ramai menulis hastag #PersebayaDay atau #KangenTambaksari.

Stadion Tambaksari tak hanya menarik minat Bonek asal Surabaya, namun juga Bonek-Bonek dari luar kota seperti Sidoarjo, Lamongan, Malang, bahkan ada yang datang dari Jakarta. Mereka rela menuju Surabaya demi laga tersebut!

Di jalan-jalan menuju stadion, sejak siang sudah banyak Bonek yang naik motor dan menggunakan atribut Bonek. Ada juga yang membawa genderang, spanduk, syal, bendera. Beberapa Bonek terlihat berjalan tanpa alas kaki.

Petugas keamanan terlihat berjaga-jaga di depan stadion mengawasi Bonek-Bonek yang datang. Beberapa kompi dari kepolisian disiapkan untuk mengamankan stadion.

Bonek yang datang langsung masuk ke stadion. Hanya dua pintu yang dibuka. Bonek dengan tertib memenuhi tribun. Tribun VIP dan kelas utama yang pertama penuh. Menyusul tribun utara, tribun timur, dan tribun selatan. Stadion yang berkapasitas 30 ribu penonton dipenuhi Bonek dalam waktu dua jam.

Cuaca di sekitar stadion cerah namun sedikit mendung. Nyanyian dan yel-yel Bonek diiringi tabuhan genderang membuat atmosfer stadion seperti pertandingan resmi Persebaya. Beberapa Bonek memasang spanduk dukungan di pinggir lapangan.

“Di tribun kami berada, Di tribun kami bersama, Bersama kami berjuang, Berdiri dan bersuara.” Lagu Persebaya Kami Haus Gol Kamu menggema di dalam stadion. Semua Bonek kompak menyanyikan lagu karya Oka Gundul tersebut.

BACA:  Ralat: Persebaya All Stars vs PSSI All Stars Reuni di Tambaksari

Kru Radio AB1927 tampak mempersiapkan laporan pandangan mata dari tribun VIP. Gerson Sumolang dan Ricky CB, dua penyiar radio AB1927 mengetes peralatan agar siaran berjalan lancar. Penjual lumpia nampak mondar-mandir menawarkan barang dagangannya. Dagangan mereka laris manis.

Pukul 15.30 WIB, para legenda Persebaya dan mantan pemain nasional tiba. Penonton menyambut kedatangan mereka dengan sorak-sorai dan tepuk tangan. Beberapa mantan pemain seperti Yusuf Ekodono, Soebodro, Rudy W Keltjes, Nurkiman, Herry Kiswanto tampak mengisi susunan pemain kedua kesebelasan.

Persebaya All Stars memakai seragam hitam-hitam, sementara PSSI All Stars kuning-kuning. Gerakan dan operan para mantan pemain masih enak ditonton. Pada pertengahan babak pertama, pemain Persebaya All Stars Maura Heli mencetak gol yang disambut sorakan para penonton.

Sayang, saat babak pertama telah usai, ribuan Bonek memasuki lapangan pertandingan. Mereka turun dari tribun dan menginvasi lapangan. Beberapa diantaranya berfoto ria bersama para pemain legenda. Lapangan menjadi studio foto dadakan para Bonek. Petugas keamanan tak mampu berbuat banyak dan cenderung membiarkan.

Panitia pertandingan memutuskan babak kedua tidak dimainkan. Mereka memilih memberi kesempatan Bonek untuk bereuni dengan stadion yang mereka anggap keramat. Beberapa Bonek nampak membentangkan syal dan berfoto dengan latar belakang stadion. Ada juga yang tidur-tiduran dan naik ke atas gawang. Nyala flare dan petasan terlihat dari sudut-sudut tribun. Nyanyian dukungan untuk Persebaya masih menggema.

Diiringi adzan maghrib yang saling bersahutan di masjid-masjid sekitar stadion dan langit yang mulai gelap, Bonek memutuskan pulang setelah dahaga kerinduan akan stadion terobati.

Sore itu, kita bisa melihat apa itu cinta. Cinta Bonek pada Persebaya. (iwe)

Facebook Comments