Kembalinya Logo Persebaya Bordiran “Samping Stadion”

Tulisan tentang logo Persebaya ini pernah dimuat di blog Surabaya Jersey Community, sebuah blog komunitas pecinta memorabilia sepak bola, khususnya jersey, yang berdomisili di Surabaya. Tulisan ditulis sesaat setelah PT Persebaya Indonesia (PT PI) memperoleh sertifikat hak atas nama dan logo Persebaya dari Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

***

Logo Persebaya yang kita rindukan akhirnya tampak juga, Dulur! Publik Surabaya sudah cukup lama tidak melihat tampilan logo bordir yang legendaris itu. Setelah PT PI resmi mendapat hak nama dagang Persebaya beserta logo ikoniknya, maka turut dipensiunkan pula logo kontemporer bergaya pop vector Persebaya 1927 yang telah digunakan selama kurang lebih lima tahun. Hal ini seiring konflik dengan PT Mitra Muda Inti Berlian (PT MMIB) yang menghasilkan dualisme Persebaya. Suka tak suka, sekarang hanya ada satu Persebaya.

Foto atas jersey berlogo Persebaya 1927 dan bawah dengan logo tradisional Persebaya.
Foto atas jersey berlogo Persebaya 1927 dan bawah dengan logo tradisional Persebaya.

Hal inilah yang nampaknya mendasari elaborasi Persebaya untuk kembali memakai logo bordir dengan tampilan tradisional yang sarat nostalgia. Bayangkan saja, Lur, logo bordir semacam ini telah jamak dipakai dan tidak banyak berubah sejak era Perserikatan.

Di beberapa laga uji coba, Mat Halil dkk tampak mengenakan jersey, yang sekarang disponsori MBB Appareal, dengan logo bordiran yang selalu kami kelakarkan dengan sebutan logo bordir “samping stadion” atau “Tambaksari-an” tersebut.

Sebuah jargon yang sebenarnya mulai ditinggalkan sejak musim 2009, dengan sponsor appareal Diadora, di mana pada musim tersebut Persebaya sudah mulai mengadaptasi kombinasi teknik sablon dan material velvet pada sponsor, logo, dan nama plus nomor pemain.

Mat Halil.
Mat Halil.

Karena alasan keterbatasan maupun efisiensi, tetap saja menarik melihat sentuhan perpaduan dan distingsi tradisional-modern dalam satu outfit team. Di era modern football, teknik bordir pada logo dan nama plus nomor pemain perlahan memang mulai tergusur oleh produk industri semacam print and cut dengan teknik pemasangan thermo applied-nya.

BACA:  Audisi MC Persebaya, Pencarian The Next Supangat

Bagi kami, perubahan ini khas dan menarik. Besar harapan dan dukungan kami bahwa momentum saat ini dapat turut menumbuhkan atmosfer yang sehat bagi industri appareal lokal yang perlahan-lahan dapat menembus masuk menjadi sponsor-sponsor tim besar tanah air.

Kami yakin Dulur, kualitas produk lokal sama sekali tidak inferior. Setidaknya ada berkah tersendiri ketika banyak brand Internasional yang mundur teratur menghentikan kerjasama mereka akibat vakumnya kompetisi Nasional.

Progresif lur! Salam SJC #WaniMetu!

Facebook Comments