Cintaku Bukan Untuk Klub Abal-Abal

Foto: hdwallpapertec.com

Tahukah kamu, dulu saya pernah menyayangimu. Sampai saat ini pun, aku masih juga menyayangi kamu sepenuh hati. Hanya Tuhan yang tahu bagaimana saya sungguh-sungguh mencintai kamu. Memang saya tidak selalu ada untukmu tapi apapun yang bisa saya lakukan untukmu, akan saya wujudkan.

Ketika kamu butuh dukungan, meski saya datang terlambat, saya akan tetap datang. Ketika kamu jatuh dan dipaksa mati pun, saya berusaha bela-belain datang untuk support kamu. Meski saya tak tahu sampai kapan kamu hidup dan berjaya seperti dulu lagi.

Itu semua untuk kamu, Persebayaku. Bukan untuk yang lain. Bukan untuk klub tetangga. Bukan untuk klub abal-abal. Bukan untuk siapa-siapa. Tapi saya lakukan cuma untuk kamu, Persebayaku.

Apakah saya selalu mengeluh kenapa kamu tidak bertanding? Apakah saya selalu mengeluh kalau kamu takut kami tidak perduli denganmu? Jujur, saya selalu ingin kamu ada saat ini.

Saya sangat mengerti keadaan kamu sekarang. Tahukah kamu, saya rindu padam, Persebayaku. Tolong pahami dan rasakan betapa saya cinta dan ingin lihat kamu bangkit lagi.

Tidak ada satupun yang mungkin bisa menggantikanmu di hatiku. Saya berusaha mendoakan yang terbaik untuk kamu, Persebayaku. Dan saya juga selalu berdoa kepada Tuhan agar kita dipertemukan lagi. Susah senang akan kita lewati bersama dengan kamu, Persebayaku.

TolongLah kami ya Tuhan. Tolong hidupkan Persebaya kami seperti dulu lagi. Kami rindu dia. Kami mencintainya.
Kami tak akan berpaling sedikitpun darinya.

Persebayaku, bangkitlah dari tidur panjangmu. Amiiinn. (*)

*) Bambang Andriyanto (bambangandriya*****@yahoo.co.id)

BACA:  Tunjukkan Pada Dunia Bahwa Persebaya dan Bonek Itu Ada dan Nyata