Istri Hamil, Bonek Ini Nekat Estafetan ke Jakarta

Istri Hengky saat memeriksakan kehamilan (Foto kiri) dan Hengky yang sedang estafet menuju Jakarta.

EJ – Keinginan kuat membela Persebaya membuat Hengky Tan Anugrah, Bonek asal Porong, Sidoarjo ini nekat menempuh perjalanan jauh menuju Jakarta. Meski uangnya cukup untuk membeli tiket, Hengky memilih jalan estafet. Dia naik satu kendaraan ke kendaraan lain bersama Bonek yang memilih cara yang sama.

Perlu beberapa saat meyakinkan sang istri yang sedang hamil 6 bulan agar diijinkan mengikuti aksi Gruduk Jakarta.

“Istri sempat marah karena saya meninggalkannya saat hamil. Apalagi saya memilih estafet. Alhamdulillah, akhirnya dia mengerti setelah saya memberi penjelasan bahwa tujuan saya untuk Persebaya dan Bonek berani kemana-mana walau sendiri,” kata Hengky. “Istri juga tahu kalau saya suka Persebaya sebelum kami menikah,” tambahnya bangga.

Hengky berangkat Jumat, 29 Juli 2016, pukul 15.00 WIB. Dari Porong, dia naik Kereta Komuter dan turun di Stasiun Pasar Turi. Dari sinilah petualangan estafet Hengky dimulai. Ada empat kendaraan yang ditumpanginya untuk sampai tujuan. Dan semuanya adalah truk, salah satunya truk trailer yang biasa mengangkut mobil.

“Saya nggandol truk yang menuju Romokalisari. Kemudian ganti truk ke arah Tol Bunder, Gresik. Dari sana saya ganti truk lagi turun di Tugu Pahlawan Pertigaan Tuban. Terakhir, saya numpang truk trailer arah Karawang,” katanya.

Hengky Tan ANugrah saat berpose dengan latar belakang truk yang ditumpanginya.
Hengky Tan ANugrah saat berpose dengan latar belakang truk yang ditumpanginya.
Dulur-dulur Bonek yang bersamanya.
Dulur-dulur Bonek yang bersamanya.

Hengky tak sendirian. Ada beberapa Bonek yang semua baru dikenalnya. Hampir semua sopir truk yang dimintai tumpangan mengiyakan permintaan Hengky dan Bonek lainnya. Sikap mereka juga ramah. “Kami sempat membelikan Pak Sopir makan, minum, dan rokok,” akunya.

Meski estafet, Hengky membawa bekal yang cukup. Dia mengaku membawa uang saku sebesar Rp 500 Ribu. “Buat makan, rokok, ngopi. Uang itu buat urunan untuk Bonek yang gak sangu blas. Sakno lek gak dibantu,” ujar pria yang mengaku tak gabung komunitas Bonek ini.

Soal konsumsi, Hengky dan Bonek lainnya mampir di warung nasi saat kendaraan mereka sampai di tujuan. Mereka juga urunan untuk membeli nasi bungkus.

Butuh sehari bagi mereka untuk sampai di Karawang. Kota di Jawa Barat ini merupakan titik kumpul bagi Bonek-Bonek yang memilih estafet.

Hengky bersama Bonek estafet lain ditampung di Posko Bonek Karawang pimpinan Cak Memet dan Hery Nurcholis. Mereka menginap selama dua hari. Dari posko, mereka diantar ke Jakarta menggunakan kereta.

Hengky mengaku tidak akan melupakan pengalaman estafetnya kali ini. Total ada 21 kota dan 4 propinsi yang dilewatinya. Yang paling berkesan adalah tanggapan masyarakat dari daerah-daerah yang dilewati Bonek.

BACA:  Beralaskan Rumput Stadion, Sepasang Bonek dan Dua Anaknya Bertahan Demi Persebaya

“Masyarakat nampaknya senang dan bangga daerah mereka dilalui Bonek. Mereka menyapa: Onok Bonek, Onok Bonek. Mereka nanya: Persebaya main di mana? Kami Jawab: Persebaya tidak main, kami mau demo di Jakarta,” kata Hengky.

Tak selamanya perjalanan Hengky mulus. Apalagi ada isu sweeping yang dilakukan oknum suporter. Di daerah Bulukamba, Brebes, terlihat oknum The Jak yang sedang berkumpul di tengah jalan. “Kendaraan kami tidak sempat di-sweeping karena truk berjalan cukup kencang,” ujarnya.

Di daerah Palimanan, Cirebon, ada isu sweeping Aremania terhadap Bonek. Mereka kemudian ditemani dulur-dulur Viking Cirebon. “Untungnya, isu itu tidak terjadi dan perjalanan kami lancar.”

Hengky di tribun tempatnya menginap.
Hengky di tribun tempatnya menginap.
Tribun tempat Hengky dan Bonek menginap selama di Jakarta.
Tribun tempat Hengky dan Bonek menginap selama di Jakarta.

Hengky bahagia akhirnya bisa bergabung dengan ribuan Bonek di Stadion Tugu. Stadion itu menjadi tempat baginya untuk menginap. Dia memilih tidur di tribun VIP bersama Bonek-Bonek lainnya. Selama aksi, Hengky berkenalan dan menjalin silaturahmi dengan Bonek dari daerah lain. “Kami saling berbagi cerita dan foto-foto. Pokoknya senang.”

Perasaan Hengky bertambah senang saat PSSI menjanjikan bahwa status Persebaya akan dikembalikan pada Kongres mendatang. Tak lama lagi, Hengky bisa menyaksikan Persebaya berlaga.

Hengky bersama Gatot S Dewabroto di Stadion Tugu.
Hengky bersama Gatot S Dewabroto di Stadion Tugu.

Setelah mendapat kepastian nasib Persebaya, aksi Bonek di Stadion Tugu berakhir. Bonek yang estafet diantar pihak Polda Metro Jaya menggunakan bus menuju Cikampek, Jawa Barat, 3 Agustus. Hengky juga ikut dalam rombongan.

Namun perjalanan estafet Hengky belum berakhir. Dia dan Bonek lainnya harus melanjutkan perjalanan dengan estafet lagi. Mereka lagi-lagi harus nggandol truk melewati daerah-daerah seperti Cirebon dan Brebes. Hengky sempat mampir di Semarang dan dijamu suporter PSIS, Panser Biru dan Snex. Pihak Kepolisian mengawal mereka dengan ketat untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Dari Semarang, mereka nggandol truk lagi menuju Rembang, Tuban, Perbatasan Lamongan Gresik. Akhirnya, pada 5 Agustus, pukul 01.30 WIB, Hengky sampai di Surabaya.

Bonek estafet lahir dari sebuah tradisi panjang. Hengky dan Bonek estafet adalah bukti bahwa Persebaya akan diperjuangkan bagaimanapun caranya. (iwe)

Rute Estafet Hengky: Sidoarjo – Surabaya – Gresik – Lamongan – Tuban – Rembang – Pati – Kudus – Demak – Semarang – Kendal – Batang – Pekalongan – Pemalang – Brebes – Cirebon – Indramayu – Subang – Purwakarta – Karawang – Jakarta

Facebook Comments