Bonita Juga Berjuang Saat Gruduk Jakarta

Bonbonisa (dua dari kiri) bersama Bonita yang ikut aksi Gruduk Jakarta di Stadion Tugu, Jakarta Utara.

EJ – Kesuksesan aksi Gruduk Jakarta masih terus diperbincangkan. Di balik ribuan Bonek yang memadati Stadion Tugu, Jakarta Utara, ada beberapa Bonita (Bonek Wanita) yang ikut serta dalam aksi. Kehadiran mereka tak hanya sebagai pemanis gerakan namun juga terjun langsung dalam aksi membela Persebaya.

Salah satu Bonita yang hadir adalah Anisa Purba Hardini. Perempuan yang akrab disapa Bonbonisa ini menuturkan tujuan awalnya ikut ke jakarta. Menurut Bonbon, dia ingin mengawal dan memperjuangkan nasib Persebaya di hadapan PSSI.

“Saya dan kawan-kawan Bonek menuntut Persebaya diakui PSSI agar Persebaya mendapatkan haknya kembali,” ujar Bonbon saat ditemui EJ di stadion.

Baginya, bisa berjuang bersama-sama Bonek membuatnya merasa menjadi Bonita seutuhnya. Mengingat stigma buruk Bonek masih tersemat bahwa Bonek adalah suporter yang ngawur, tukang ricuh, dll. Bonbon membuktikan bahwa tujuan utama kedatangan Bonek dan Bonita ke Jakarta adalah memperjuangkan nasib Persebaya, bukan menjadi suporter yang sok jagoan dan semena-mena.

Selama mengikuti aksi di Jakarta, Bonek dan Bonita harus mempersiapkan kondisi badan agar fit. Tak hanya itu, tiket, akomodasi, dan bekal untuk makan harus juga disediakan. Itu semua dilakukan Bonbon. Dia mengaku menjual barang-barang pribadinya untuk bisa membeli tiket.

“Usaha yang aku lakukan untuk bisa ke Jakarta ya dengan menjual jaket, sepatu, bahkan dress-dress agar bisa dapat uang untuk membeli tiket pulang pergi kereta api dan kebutuhan makan minum selama di Jakarta,” jelasnya. Bonbon tak ingin merepotkan orang tuanya sehingga pilihan untuk menjual barang koleksi pribadinya adalah solusi terbaik.

“Demi kebanggaan, apa yang bisa aku usahakan ya pasti aku lakukan, selagi gak merugikan orang lain,” tambahnya.

BACA:  Ingin “Balas Dendam” kepada Suporter Rival, Rani Putuskan Jadi Bonita
Bonbonisa.
Bonbonisa.
Bonbonisa.
Bonbonisa.

Bonbonisa juga bercerita bahwa selama di Jakarta dia tak henti-hentinya menerima telepon dari sang bunda. Dia sempat berdebat melalui telepon karena sang bunda mengkhawatirkan kondisinya selama di Jakarta. Mengingat sempat ada pemberitaan beberapa media elektronik bahwa Bonek kisruh. Wajar jika salah satu anggota Bonek Campus ini dikhawatirkan sang bunda.

Bonbon berharap setelah pulang dari aksi Gruduk Jakarta, dia tetap semaksimal mungkin mengawal perkembangan nasib Persebaya setelah adanya surat pernyataan dari sembilan anggota Exco PSSI dari total 12 anggota yang ada.

Dia juga berharap akan ada pertemuan dari pihak Manajemen, Bonek dan Klub Internal untuk duduk bersama dan mencari solusi demi kebaikan dari Persebaya kedepannya.

Banyak momen berkesan yang dirasakan Bonbon selama di Jakarta. Momen-momen itu menjadi alasan kenapa Persebaya menurutnya masih dan tetap layak diperjuangkan. Selain karena sejarah dan perjuangannya, tim berjuluk Bajol Ijo itu membuat mental, nyali, dan kesetiaan arek-arek Bonek terus ada. (dan)