Dirutnya Bobok, Mesin Perusahaan Mogok

EJ – Sebuah perusahaan akan cepat maju jika pemimpinnya mau bekerja dan mampu membuat banyak terobosan dan inovasi. Bagaimana jika pemimpin perusahaan tidak bisa membuat roda organisasi perusahaannya berjalan? Perusahaan itu saudah pasti akan mengalami kemunduran dan bangkrut. Jika kondisi ini tak berubah, sudah sewajarnya para pemegang saham bertindak. Mereka bisa memecat pemimpin perusahaan dalam hal ini Direktur Utama (Dirut). Buat apa mempertahankan sebuah pemimpin jika dia tidak bisa berbuat apa-apa?

PT Persebaya Indonesia (PI) adalah sebuah perusahaan sebuah klub bernama Persebaya. Perusahaan ini didirikan untuk mengelola Persebaya agar bisa berkompetisi dan bisa meraih pendapatan untuk menghidupinya. Sayangnya, meski PSSI memberi sinyal diikutkannya Persebaya di kompetisi, PT PI tidak mempunyai rencana yang jelas akan nasib Persebaya ke depannya. Cholid Goromah sebagai Dirut PT PI tidak pernah mengungkapkan secara jelas kepada Bonek rencana apa yang akan dia lakukan agar Persebaya bisa mengikuti kompetisi di bawah PSSI. Dia sibuk berwacana tanpa kejelasan.

Sayangnya, para pemegang saham sepertinya memandang Cholid masih layak dipertahankan. Buktinya mereka tak memecatnya dari jabatannya atau setidaknya mempertanyakan kepada Cholid apa langkah yang akan dia ambil ke depannya. Ini menimbulkan keprihatinan Bonek sebagai pendukung fanatik Persebaya. Setelah kesuksesan aksi Gruduk Jakarta, Bonek berharap manajemen segera membuat langkah-langkah yang jelas, misal segera membuat tim. Namun, tanda-tanda pembentukan tim masih tidak jelas.

Maka wajar jika Bonek meminta Cholid untuk segera mundur dari Persebaya. Mereka berencana menduduki rumah Cholid pada Minggu, 14 Agustus 2016. Tuntutannya memaksa Cholid untuk menandatangani surat pernyataan pengunduran dirinya dari Persebaya. Langkah ini diyakini Bonek akan membuat Persebaya bisa cepat bangkit. (*)