Lapangan Persebaya Yang Nasibnya Kian Merana

Atap bench pemain Lapangan Persebaya yang sudah sobek di sana-sini.

Lapangan Persebaya pernah masuk dalam kategori lapangan yang dapat pujian. Rumput yang hijau dan tanah yang datar membuat para pemain bakal betah berlama-lama bermain. Tapi, bagaimana kondisinya kini?

***

Rumputnya banyak yang berwarna coklat. Begitu juga dengan tanahnya yang sudah tak rata. Padahal, dulu, saat Persebaya Surabaya memakainya untuk berlatih, hal tersebut tak bakalan terjadi. Para pemain bintang yang membela Green Force tentu akan langsung berteriak mengeluh.

Jika tidak, cedera menjadi resiko yang harus dibayar mahal. Imbasnya, pemain tak akan bisa membela Persebaya di ajang kompetisi.

Dengan kondisi lapangan bagus, para pemain selalu bersemangat menjalani latihan. Belum lagi dukungan penonton yang hampir selalu memenuhi tribun tertutup yang berada di sisi barat Lapangan Persebaya.

Hanya sekarang, kondisinya setali tiga uang dengan lapangan. Atapnya beberapa sudah mengelupas. Kalau hujan bisa dipastikan penonton bakal kebasahan.

Begitu pula dengan bench pemain. Bahan fiber yang dipakai sudah sobek.

Tribun penonton di Lapangan Persebaya yang berlobang.
Tribun penonton di Lapangan Persebaya yang berlobang.

Saat dipakai pertandingan Liga Pelajar U16 Piala Menpora, tim yang bertanding harus menutupnya dengan gardus minuman air mineral. Tujuannya agar mereka tak kepanasan. Sebuah pemandangan yang cukup ironis.

”Setelah dualisme, lapangan ikut tak terawat. Biaya yang dibutuhkan untuk perawatan tak sedikit,” kata Ram Surahman, media officer Persebaya.

Apalagi, lapangan selalu dipakai. Mulai dari latihan hingga untuk pertandingan.

Dia tetap optimistis lapangan dan segala fasilitas yang ada di Lapangan Persebaya bakal kembali seperti sedia kala. Semua, ujarnya, tentu berkaitan dengan kembalinya Persebaya dalam Kompetisi PSSI.

”Lapangan sudah tak seperti dulu. Sekarang banyak yang tak rata,” ujar salah satu mantan bintang Persebaya Seger Sutrisno sambil menunjuk kondisi lapangan yang beberapa mulai tak rata. (pl) 

BACA:  Sikap Kritis Masih Melekat Pada Mursyid Effendi

*) Tulisan ini juga dimuat di pinggirlapangan.com.