Persebaya Kembali Berkompetisi, Bonek Penuhi Nadzar Jalan Kaki 15 Kilometer

Rombongan Bonek Liar Waru saat berada di Wisma Persebaya.

EJ – Raut muka Bejo nampak kelelahan. Dia bersama 14 Bonek Liar Waru baru saja tiba di Wisma Persebaya. Mereka adalah Bonek yang bernadzar jalan kaki dari Waru, Sidoarjo, menuju Stadion Gelora 10 Nopember, Tambaksari. Nadzar itu mereka ucapkan semenjak Persebaya tidak diakui PSSI dan vakum dari kompetisi.

Saat menerima kabar Persebaya kembali ke Divisi Utama tahun depan, Bejo sontak teringat nadzar tersebut. Dia menghubungi rekan-rekannya yang bernazar sama. Mereka kemudian memutuskan untuk melaksanakan nadzar bertepatan acara syukuran yang diadakan Bonek di Wisma Karanggayam, Rabu (7/9). Stadion Gelora memang bersebelahan dengan wisma yang menjadi markas Bonek selama masa perjuangan.

Mereka bukannya tidak tahu jarak jauh yang harus mereka tempuh. Jarak antara Waru menuju Stadion Tambaksari kurang lebih 15 km. Buat mereka yang tak terbiasa jalan kaki sejauh itu, jarak tersebut tentu membuat mereka capek. Namun mereka tak peduli. Kecintaan dan kegilaan mereka terhadap Persebaya membuat mereka yakin bisa melaksanakan nadzar dengan lancar.

Dari Pasar Waru mereka berangkat. Jam di warung kopi tempat mereka berangkat menunjukkan pukul 15.30 WIB. Mulailah mereka berjalan. Tak lupa mereka membawa banner bertuliskan “Alhamdulillah Persebaya is Back” sepanjang perjalanan. Banner itu memancing perhatian para pengendara yang melintas di Jl A. yani. Mereka memang melewati jalan utama menuju Surabaya untuk sampai ke tujuan.

Mereka menyusuri Jl A Yani menuju Stadion Tambaksari.
Mereka menyusuri Jl A Yani menuju Stadion Tambaksari.

Banyak yang bertanya soal nadzar yang mereka lakukan ataupun bertanya tentang nasib Persebaya. Mereka menjawab pertanyaan tersebut dengan semangat. Beberapa kali mereka berhenti untuk beristirahat.

Yang unik, ada satu Bonita yang ikut dalam rombongan. Namanya Novita. Dia nampak senang berada dalam rombongan itu. “Saya merasa senang Persebaya kembali bermain di kompetisi,” ujar Novi kepada EJ saat ditanya motivasinya ikut rombongan.

BACA:  Persebaya, Bukan Sekedar Tim Sepak Bola

Bonek yang lain bernama Mufti mengaku bahwa dia hanya bermodal nyali atas dasar kecintaannya kepada Persebaya. “Saya hanya punya nyali. Modal ini yang membuat saya berani melaksanakan nadzar,” ucap Mufti saat duduk-duduk di emperan wisma.

Setelah menempuh perjalanan dari sore, mereka akhirnya tiba pada pukul 20.30 WIB. Total 5 jam waktu yang mereka tempuh untuk sampai ke lokasi. Acara syukuran yang digelar Bonek sudah hampir selesai. Kedatangan mereka disambut meriah. Para wartawan dari beberapa media meminta mereka berpose dengan mengangkat banner.

Setelah nadzar terlaksana, mereka berharap agar Persebaya segera bangkit dan siap mengikuti kompetisi. “Saya berharap manajemen baru Persebaya mampu memberi kontribusi yang diinginkan Bonek,” ucap Mufti.

Tak hanya mereka yang mempunyai nadzar yang akan dilakukan saat Persebaya kembali berkompetisi. Salah satu yang paling fenomenal adalah nadzar akan menikah lagi. Patut kita tunggu kapan mereka memenuhi nadzar yang telah mereka ucapkan. (iwe)