Jangan Tuntut Persebaya Muda Terlalu Berlebihan

Pemain Persebaya U16 berpose saat latihan sore di Lapangan Karanggayam, Jumat (26/8). (Foto: EJ)

Euforia atas pencapaian Persebaya U16 di babak Final LPU16 Piala Menpora 2016 membuat tekanan kepada para pemain untuk memenangkan turnamen sangat tinggi. Sebelum menuntut mereka menjadi juara dengan sangat keras, ada baiknya kita melihat dari perspektif para pemain muda itu.

Padatnya jadwal turnamen tentu memberi tekanan tersendiri. Kondisi fisik dan mental para pemain pasti tertekan dalam satu bulan ini. Tekanan semakin menguat karena baik orang tua maupun pelatih tentu menginginkan kemenangan.

Kemenangan akan membuat semua pihak senang karena prestasi mereka akan diakui siapapun. Kehadiran Bonek di satu sisi bisa mendatangkan keuntungan dari sisi kepercayaan diri. Namun bisa juga menjadi tekanan tersendiri bagi psikologis pemain.

Pemain yang rata-rata berusia 15 tahun itu mengikuti turnamen nasional yang sangat kompetitif. Kemungkinan, ini adalah turnamen nasional pertama mereka. Sementara, usia mereka adalah usia remaja di mana mereka masih dalam masa perkembangan. Masa ini adalah masa transisi dari masa anak-anak menuju dewasa.

Masa remaja adalah masa yang penuh badai, tekanan, serta permasalahan. Masa bagi mereka dalam mencari identitas diri. Masa ini merupakan masa yang penuh gejolak. Suasana hati mereka bisa berubah dengan cepat. Perubahan yang drastis ini karena adanya beban-beban yang mereka terima setiap hari.

Remaja yang mempunyai kepercayaan diri yang kuat mampu melewati turnamen dengan baik. Namun tekanan bisa berlebihan untuk remaja yang tidak mempunyai kepercayaan diri tinggi. Apalagi mereka tidak dilengkapi dengan cara mengatasi tekanan dibanding atlet yang sudah dewasa. Bagi sebagian pemain remaja, sebuah turnamen bisa jadi tidak menyenangkan lagi.

Motivasi para remaja dalam mengikuti sebuah turnamen bisa bermacam-macam. Selain untuk menjadi juara, mereka juga ingin mendapatkan pengalaman, mencari teman baru, dan menjumpai hal-hal baru. Hal itu harus kita pahami.

BACA:  Mama-Mama Pemain Persebaya U16 Yang Selalu Hadir di Tribun

Para pemain remaja juga beresiko mendapatkan cedera. Dan cedera itu bisa mempengaruhi masa depan mereka. Kita bisa bayangkan banyak tekanan yang datang bertubi-tubi menghampiri mereka.

Menurut Dr Henry Goitz dari Sekolah Medis Ohio, AS, orang tua dan pelatih yang mendorong terlalu keras dan selalu meminta kemenangan akan bisa dengan cepat menghapus motivasi anak-anak untuk bermain.

Itulah mengapa Bonek sebagai suporter diharapkan untuk tidak memberi tekanan berlebihan kepada para pemain Persebaya muda.

Prestasi mereka sangat luar biasa. Dari 11 pertandingan dari babak regional hingga semifinal, mereka memainkan sepak bola yang luar biasa. Prestasi mereka memasuki final adalah pencapaian yang hebat.

Saat final, kita biarkan anak-anak muda itu bermain dengan gembira. Jangan kita beri tekanan secara berlebihan layaknya para pemain profesional yang sudah matang. Biarkan pertandingan yang mereka mainkan nanti layaknya arena bermain yang menyenangkan.

Masa depan anak-anak muda itu masih sangat panjang. Jika pun nanti kalah, tak selayaknya kita menyalahkan mereka. Apalagi mengolok-oloknya. Sebagai suporter yang baik, Bonek harus bisa memberi dukungan secara proporsional. Sebuah kemenangan tentu membuat kita senang, tapi saat kalah pun kita akan tetap gembira. Menang atau kalah, kita bisa memberi standing applause kepada mereka. Demi anak-anak kita dan masa depan mereka. (*)