Bonek Pacitan, Komunitas Fanatik Namun Punya Kode Etik

1110
Komunitas Bonek Pacitan saat merayakan HUT Persebaya di Pacitan.

EJ – Meski berdomisili di kabupaten yang terletak di ujung selatan Pulau Jawa, Pacitan, anak-anak muda pecinta Persebaya ini tetap semangat mendirikan sebuah komunitas Bonek. Komunitas yang diberi nama PGZ (Pacitan Green Zone) didirikan pada 18 Mei 2010.

Tujuan berdiri komunitas ini adalah menjadi wadah bagi pendukung Persebaya yang ada di Pacitan. Selain itu, mereka ingin membentuk suporter yang tak hanya fanatik melainkan juga memiliki kode etik.

Banyak kegiatan positif yang telah mereka lakukan. Di antaranya, melakukan kegiatan sosial.

“Berhubung wilayah kami adalah wilayah pesisir pantai maka kebanyakan kegiatan sosial kami lakukan di Pantai. Contohnya, acara bersih-bersih pantai,” ujar Ardy Bojes, salah satu pengurus Bonek Pacitan.

Komunitas Bonek Pacitan.
Komunitas Bonek Pacitan.

Saat awal berdiri, tak ada kendala yang menghalangi mereka mendirikan komunitas di kota yang berjarak 300 km dari Surabaya ini. Kendala besar justru muncul saat mempertahankan komunitas.

Rupanya, banyak anggota yang sulit menerima prinsip fanatik berkode etik. “Kendala tersebut menyulitkan kami, apalagi saat itu kondisi Persebaya sedang mati suri. Tapi Alhamdulilah, 6 Tahun berdiri, kami masih tegak berdiri,” ujar Bojes.

Bojes sangat setuju jika akan adanya komunitas Bonek. Menurutnya, Bonek sangat perlu bergabung dengan komunitas, tentu saja komunitas yang positif.

“Komunitas akan memudahkan koordinasi, bisa bertukar pikiran, bisa saling mengingatkan, dan tentunya bisa nyambung seduluran,” tambahnya.

“Mungkin ada kendala terutama pembagian waktu antara pekerjaan dan komunitas.Tapi itu bukan halangan dan pasti ada solusinya,” tutup Bojes. (iwe)

BACA:  Peringatan HUT Bonek Pacitan Berlangsung Guyub dan Rukun