Doa dan Renungan Bonek di Hari Pahlawan

Bonek di Stadion Tugu. (Foto via Bonek Menur)

Selamat Hari Pahlawan

Pagi ini, dikontrakan salah seorang anggota Bonek Jogja yang hijrah ke Jakarta, saya banyak merenung tentang Persebaya. Iya, hari ini 10 November adalah Hari Pahlawan, salah satu hari besar republik ini atau hari besar kedua setelah Hari Kemerdekaan 17 Agustus bagi kami yang lahir, besar dan hidup di Surabaya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hari ini juga bertepatan dengan kejelasan nasib Persebaya Surabaya yang akan ditentukan dalam sebuah kongres federasi sepakbola republik ini, sebuah kesebelasan yang lahir di tahun 1927 dan ikut membidani kelahiran federasi sepakbola negeri ini.

Teringat kembali cerita-cerita heroik yang mewarnai kisah pertempuran 10 November di Surabaya tahun 1945 silam. Awal kejadian yang merupakan pemaksaan kehendak kepada rakyat Indonesia yang berada di Surabayalah yang membuat dada warganya bergolak. Karena saat itu rasa cinta mereka kepada kemerdekaan negeri ini sedang diuji, sedang dicoba untuk membuktikan apa rasa cinta itu sebanding dengan nyawa dan mereka orang-orang ikhlas yang sangat mencintai Republik ini menjawab dengan lugas. Ya akan kami korbankan harta, benda bahkan nyawa sekalipun agar kemerdekaan Indonesia yang baru seumur jagung itu tetap bertahan.

Hari ini juga kami dan semua orang dari generasi ke-3 atau ke-4 orang-orang ikhlas tersebut juga sedang mempertahankan sesuatu yang kami cintai dan kami juga berusaha melakukan apa yang kakek-kakek kami lakukan. Kami jawab dengan lugas melalui berbagai cara agar Persebaya ini tetap bertahan.

Tentu sangat naif membandingkan peristiwa 10 November 1945 di Surabaya silam dengan 10 November 2016 di Jakarta ini. Tetapi bagi kami esensinya sama, bahwa cinta yang menggerakkannya.

BACA:  Arek Bonek Tambaksari Adakan Donor Darah

Teringat lagi akan semua yang terjadi 6 tahun terakhir ini, mulai dari batalnya pertandingan Persik Kediri Lawan Persebaya di Mandala Krida hingga alotnya negoisasi yang terjadi di stadion Tugu 3 Agustus 2016 lalu.

Tuhan, kalau hari ini Persebaya dipulihkan lagi haknya, jadikanlah kami sebagai kumpulan suporter sepakbola yang selalu bersyukur atas nikmat yang Engkau berikan. Jadikanlah kami kelompok suporter yang ikhlas menerima ujian-ujian untuk membuktikan rasa cinta kami untuk sebuah kebanggaan.

Tuhan, kalaupun hari ini, kehendak-Mu tidak sesuai dengan apa yang kami perjuangan maka tegarkanlah hati kami. Berilah kekuatan dan ketabahan agar kami tetap berusaha, berdoa dan berjuang mengembalikan Persebaya kami seperti dulu. Karena tidak ada satupun peristiwa yang terjadi di muka bumi ini tanpa kehendak-Mu.

Maafkan kami yang meminta terlalu banyak. Kami juga sadar sebagian kecil dari kami masih ada yang melakukan hal-hal negatif menyalahgunakan pemakaian atribut hijau ketika mendukung Persebaya. Tetapi kami juga mengalami banyak peristiwa indah yang mungkin Engkau ridhoi ketika kami bersama-sama mendukung Persebaya.

Sekali lagi Tuhan, seperti hari-hari yang lain kami pasrahkan kejadian hari ini di tangan-Mu setelah ikhtiar maksimal yang sudah kami lakukan beberapa tahun terakhir. Kami berencana dan berusaha menggapai yang terbaik dan kami juga selalu diajarkan bersiap untuk menerima hal-hal terburuk.

Terima kasih Tuhan, Engkau jadikan kami Bonek…

Stadion Tugu, Jakarta Utara, 10 November 2016