Perwakilan Persebaya Walk Out dari Arena Kongres

Kardi Suwito saat memberikan penjelasan kepada Bonek yang hadir di lokasi Kongres. (Foto via Bonek Menur)

EJ – Mayoritas pemilik suara tidak setuju agenda pemulihan status klub-klub terhukum termasuk Persebaya dan lima klub lainnya dibahas dalam kongres. Gagalnya pembahasan agenda tersebut menyebabkan Persebaya tidak bisa menjadi peserta kompetisi.

Saat pemungutan suara, 84 pemilik suara tidak setuju, 10 setuju, dan 5 abstain. Keputusan itu langsung diprotes Kardi Suwito, perwakilan Persebaya yang diundang pada kongres sebagai observer. Kardi langsung menuju panggung untuk melancarkan protes.

Tapi ia langsung diminta turun karena tidak mempunyai hak suara.

Kardi pun memutuskan walk out atau keluar dari arena kongres. Kepada wartawan, Kardi menyatakan bahwa ia sadar jika sebagai observer, Persebaya tak punya bersuara. Namun ia harus protes karena nama Persebaya dipakai oleh Bhayangkara FC.

“Saya tahu sebagai observer tidak boleh bersuara, tetapi memberanikan diri naik karena ingin menyampaikan kalau nama Persebaya Surabaya dipakai oleh Bhayangkara FC untuk menjadi peserta kongres. Ini berarti ada pemalsuan,” ujar Karto Suwito, seperti dikutip dari Topskor.id.

Kardi kemudian memberikan penjelasan kepada tentang apa yang terjadi di dalam arena kongres kepada Bonek yang berada di depan Hotel Mercure. (iwe)

Facebook Comments
BACA:  Harapan Mantan Pemain Persebaya Pasca Kongres