Beberapa Kejanggalan Kongres PSSI Yang Rugikan Persebaya

Meja Persebaya yang diduduki Gede Widiade. (Foto: Bola.net)

EJ – Kongres PSSI yang diadakan Kamis kemarin (10/11) tidak saja menghasilkan keputusan yang menolak pembahasan permasalahan Persebaya dan klub-klub terhukum, namun juga dipenuhi kejanggalan-kejanggalan.

Kejanggalan itu di antaranya hadirnya pemilik suara ilegal. Nama Bhayangkara FC (BFC) tidak ada dalam daftar undangan. Anehnya perwakilan mereka yakni Gede Widiade, hadir memakai undangan atas nama Persebaya.

Sejatinya, hal itu sudah diprotes perwakilan Persebaya, yakni Choesnoel Farid dan Kardi Suwito. Keduanya mempertanyakan mengapa undangan atas nama Persebaya diduduki perwakilan BFC. Namun upaya keduanya tidak mendapat respon. Mereka malah digiring petugas keamanan untuk keluar dari arena kongres.

Saat diwawancarai, Gede tetap merasa sah sebagai pemilik suara. “Saya ini pasif. Saya diundang PSSI sebagai voter. Masak saya diundang tidak hadir,” ujar Gede seperti dikutip dari Jawa Pos.

Gede mempersilakan pihak-pihak keberatan untuk mempertanyakan langsung kepada PSSI. Soal papan nama Persebaya di mejanya, Gede mengaku tidak tahu. (iwe)

Inilah beberapa kejanggalan yang merugikan Persebaya:

  • Gede Widiade menjadi voter atas nama Persebaya.
  • Semua agenda kongres yang telah disetujui dalam Kongres Luar Biasa (KLB) 3 Agustus dihapus melalui voting.
  • Agenda Kongres yang dibuat Exco PSSI tidak menempatkan Persebaya dalam daftar klub yang statusnya akan dipulihkan.
  • Persebaya ditempatkan dalam daftar calon anggota baru dengan nama Persebaya 1927.

*) Sumber: Jawa Pos

BACA:  Bonek Kembali ke Stadion Tugu, Rencanakan Temui Menpora