Manajemen Butuh Bonek, Bonek Butuh Manajemen

Dirut PT PI, Cholid Goromah, berjabat tangan dengan Andie Peci dikelilingi perwakilan manajemen dan Bonek. (Foto: Iwe/EJ)

EJ – Sudah menjadi rahasia umum jika hubungan antara Bonek dengan manajemen selalu panas. Bonek selalu dalam posisi berseberangan dengan manajemen.

Namun, panasnya hubungan di antara kedua pihak tidak terlihat saat pertemuan antara Bonek dan manajemen Persebaya di Graha Pena, Sabtu (12/11). Pertemuan itu dimediasi Jawa Pos dan dilakukan di ruang rapat lantai 4.

Dari Bonek nampak Andie Peci, Jonerly Simanjuntak, Capo Ipul, Pakpuh Dadang, dan beberapa perwakilan Bonek lainnya. Direktur Utama PT PI (Persebaya Indonesia), Cholid Goromah, hadir bersama beberapa pejabat manajemen yakni Kardi Suwito, Choesnoel Farid, Champ Pengkey, Amang Mulia, dan Ram Surahman.

Banyak hal yang dibahas dalam pertemuan itu. Mulai dari aksi Bonek saat di kongres sampai rencana manajemen Persebaya yang akan melaporkan CEO Bhayangkara FC, Gede Widiade, ke polisi.

Cholid menceritakan bagaimana upaya manajemen agar Persebaya segera diakui PSSI. Ia berangkat ke Jakarta untuk menemui Ketua Umum PSSI sebelum kongres, La Nyalla Matalitti, yang saat itu ditahan. Cholid juga menghubungi para voter agar memperjuangkan Persebaya di kongres. “Saya telpon ke NTT, saya telpon ke Ngawi, dan semua teman yang saya kenal saya bilang, tolong titip Persebaya,” ujar Cholid.

“Kami berjuang seperti halnya Bonek,” tambahnya.

“Antara manajemen dan Bonek, itu satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Manajemen butuh Bonek, Bonek butuh manajemen. Jika dua-duanya berjalan bersamaan, saya yakin berhasil. Mari kita saling tukar pikiran dan diskusi. Sudahlah, yang lalu biarlah berlalu. Toh nanti saya gak duduk lagi di manajemen. Yang penting Persebaya selamat.”

Soal Gede, Cholid menyatakan manajemen sedang mengumpulkan alat bukti pelanggaran yang dilakukannya saat kongres. “Gede sudah menyalahgunakan hak voter milik Persebaya.”

BACA:  Kapolda Jatim: Kami Akan Bantu Bonek Kembalikan Persebaya

Pada kesempatan itu, perwakilan Persebaya yang dikirim ke kongres, yakni Kardi Suwito dan Choesnoel Farid, menceritakan apa yang terjadi saat kongres. Mulai interupsi Haruna Soemitro hingga protes mereka atas penyalahgunaan hak suara Persebaya oleh Gede Widiade.

Komisaris Utama PT PI, Amang Mulia, meminta agar semua pihak bersama-sama membangkitkan Persebaya. “Sebagai pengurus Persebaya, saya mohon bantuan Bonek. Bonek untuk Persebaya dan Persebaya untuk Bonek. Ke depan, untuk kita mengangkat Persebaya kembali ke habitatnya bahkan lebih baik,” ujar pemilik klub Fatahillah ini.

Ram Surahman menganggap pertemuan ini bukti bahwa hubungan antara manajemen dan Bonek mulai mencair. “Untuk ke depan, kita sudah bisa saling kontak sehingga nanti sinkron dalam melangkah dan fokus,” ujar pria asal Gresik ini.

Ram berharap Bonek untuk sering berkomunikasi dengan manajemen agar tidak terjadi distorsi informasi. “Untuk ke depan, kalau Mas Andie punya acara bilang saja ke Pak Faried, Bah aku arep ngene ngene ngene. Saya kira selesai,” lanjutnya.

Dalam pertemuan ini, Bonek juga menyampaikan aspirasi agar manajemen bisa lebih baik. Acara tersebut diakhiri dengan jabat tangan dan foto bersama antara pihak manajemen dan Bonek. (iwe)