Bu Wali, Jangan Lucuti Spanduk Kami

3895

Kepada Yang Terhormat Ibu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tercinta.

Wali Kota yang membuat kota Surabaya menjadi lebih nyaman, lebih indah, lebih bersih, sampai beberapa kali mendapatkan penghargaan Adipura. Walikota yang memperindah kota Surabaya, tentu itu semua karena beliau sangat mencintai warga Surabaya termasuk kami (bonek).

Tidak bisa dipungkiri, sebagai warga kami sangat nyaman dengan suasana kota Surabaya sekarang ini, terimakasih ibu walikota. Namun lebih dalam mengenai Surabaya, ada Persebaya Surabaya!

Klub sepak bola kebanggaan warga Surabaya sejak dulu, terutama kami bonek mania. Dan juga sempat terucap dari ibu Wali Kota, “aku iki mbok’e bonek”. Ucapan yang membuat kami menjadi lebih cinta kepadamu, ibu.

Namun karena ada kepentingan orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang hanya memikirkan kekuasan mereka sendiri, Persebaya kami didzolimi. Persebaya yang sah secara hukum dibuat mati oleh federasi yang tidak kompeten menjalankan peraturan. Tentu kami tidak tinggal diam, kami berada di garis depan untuk menyuarakan keadilan.

Singkat cerita, sudah lima tahun lebih kami menyuarakan keadilan. Namun mereka (federasi) hampir tidak pernah menanggapi suara kami, membuat seolah-olah apa yang kami perjuangkan ini sia sia.

Segala cara sudah kami lakukan. Lelah memang sering menghantui namun kami tidak pernah berhenti. Sampai tersirat di benak kami bahwa Persebaya adalah Surabaya. Jadi tentu tidak ada salahnya jika kami meminta bantuan kepada ibu Wali Kota tercinta. Namun apa yang kami dapat? Engkau bersembunyi di balik UU, seolah tidak ada yang bisa kau lakukan.

Ibu, bukan begitu maksud kami. Mendapat perhargaan dari luar tentu sangat membanggakan. Namun jangan lupakan perhargaan dari dalam. Memperindah kota tidak hanya bentuk fisik, wargamu juga perlu diurus ibu.

BACA:  Bu Risma, Bonek Bukan Anak Haram di Kota ini

Tentu tidak semua wargamu tertarik dengan taman, ada pecinta musik, seni, otomotif, hingga olahraga. Kami tidak cuma butuh infrastruktur, kami juga butuh dukungan moral.

Di kota Bandung ada Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang pernah mendukung klub Persib Bandung. Beliau sampai ikut menonton final di Palembang dan beliau pun ikut membaur dengan suporter. Apakah beliau di pidanakan? Tidak! Kami iri ibu, kami tidak butuh uangmu, uang pemerintah, uang rakyat, kami tidak butuh uang. Kami hanya butuh dukungan moral, dukungan dari ibu yang sangat kami cintai.

Terbaru, kami menyuarakan keadilan mulai dari dalam kampung dengan memasang spanduk yang berisikan keluh kesah kami terhadap federasi. Namun lagi, spanduk kami dilucuti oleh petugas yang tentu saja itu di bawah tanggung jawabmu, ibu. Satu saja kami minta, jika kau tidak bisa turun tangan langsung, beri saja arahan kepada petugasmu jangan ganggu kami berjuang!

Ibu, jika engkau tak paham Persebaya cintai saja Persebaya sebagai bagian dari Surabaya seperti engkau mencintai tamanmu. Jika masih kurang yakin tanyakan saja diluar sana, suruh mereka mendeskripsikan tentang Surabaya. Dan sudah pasti ada Persebaya di jawaban mereka.

Terakhir ibu, jika engkau sudah  mampu berucap kami anakmu maka kami juga tanggungjawabmu. Kami tunggu kerja hati nuranimu.

Walikota, adalah pemimpin yang wajib bisa mempimpin dengan sebaik-baiknya dan sehormat-hormatnya. Memimpin semua golongan, berbeda agama, berbeda suku, berbeda pendapat, dan menjadikan perbedaan menjadi kesatuan.

Ingat bu, Persebaya Surabaya!
Jayalah Persebayaku!