Catatan Kecil Pra Kompetisi Internal Persebaya 2016

Pemain PSAL merayakan gelar juara kompetisi pra internal Persebaya.

Pra Kompetisi Internal begitu tajuk resmi pertandingan di lingkungan klub internal Persebaya Surabaya. Diikuti 20 klub internal, kompetisi dibagi menjadi dua grup. Secara umum berjalan lancar dan menarik. Dimulai sejak 24 September 2016 berakhir kemarin 18 Desember 2016.

Tepat sesuai jadwal selama hampir tiga bulan. Memang ada tiga pertandingan tunda. Partai tunda dikarenakan ada pertandingan Persebaya di Pamekasan dan lapangan dipakai untuk rapat koordinasi Bonek setelah konggres PSSI di Ancol November lalu.

Setiap klub di tiap grup memainkan sembilan pertandingan. Masing-masing grup diambil dua untuk melaju ke semifinal. Pelabuhan III, PSAL, Anak Bangsa, dan Bintang Angkasa adalah empat klub yang lolos semifinal. Dan akhirnya PSAL keluar sebagai juara.

Ada banyak catatan saya untuk pra kompetisi internal ini. Kebetulan 90 persen pertandingan, saya melihat langsung di lapangan. Berbagai hal perlu diperbaiki dan ditingkatkan untuk kompetisi resmi nanti. Evaluasi baik untuk panitia penyelenggara, perangkat pertandingan, regulasi pertandingan, dan evaluasi klub internal itu sendiri. Banyak hal, tetapi jika tidak dimulai ya akan semakin memperbanyak PR bagi semua.

Dengan semakin santernya kabar jika Persebaya diakui oleh PSSI, ini semakin membuat nilai jual Persebaya meningkat. Ini harusnya menjadi katalis yang membuat panitia penyelenggara lebih bisa “menjual” kompetisi nanti. Selama ini, lapangan Persebaya kosong. Tanpa ada adboard atau sekedar bendera sponsor yang terpampang di stadion. Untuk itu, alangkah ciamiknya kalau musim kompetisi nanti bisa “terjual” papan iklan di sekitar lapangan bisa terisi. Panpel pasti sudah berpengalaman akan hal ini.

Manfaatkan media sosial dan jejaringnya untuk selalu memberikan informasi update pertandingan. Di saat tidak punya media resmi, panpel bisa memanfaatkan media sosial. Hemat dan efisien. Semua info bisa disampaikan kepada penggemar. Juga bisa interaktif dengan pemain di media sosial. Akan semakin ramai gaungnya.

Juga tentang perangkat pertandingan. Banyak sekali protes dari klub terhadap korps wasit. Perlu ada peningkatan kualitas wasit. Bisa ambil dari kota lain atau memberi pelatihan wasit yang ada untuk meningkatkan pengetahuan dan aturan-aturan yang baru. Mungkin juga tentang honorarium perangkat pertandingan yang lebih banyak lagi. Petugas keamanan juga jangan hanya satu orang dari kepolisian. Jumlahnya bisa ditambah. Beberapa partai panas diwarnai tawuran massal antar pemain dan suporter.

BACA:  Kalahkan El Faza, PSAL Pastikan Tiket Semifinal

Regulasi pertandingan juga harus detail dan tegas diterapkan. Semua agar menjadi petunjuk yang jelas baik untuk pemain, wasit, penonton, dan perangkat lain. Jangan malu untuk meniru DBL perihal kedisiplinan dan ketaatan terhadap aturan. Perlahan menuju lebih baik pasti akan bisa.

Klub internal juga harus banyak evaluasi. Misal masalah jersey panpel bisa memberikan garis aturan tentang jersey lengkap. Banyak jersey yang kalau boleh dibilang “ngasal”. Padahal ini bisa dijual ke sponsor nama di dada. Juga jika jersey bagus bisa menjadi buruan para suporternya. Minimal dibeli oleh keluarga mereka dan para murid SSB-nya.

Mental karakter dan kelakuan pemain juga harus dibenahi oleh para pemilik klub. Seringkali pemain emosional terhadap lawan. Gampang tersulut, main tangan, dan kasar. Sebagai penonton, rasanya malu melihat para pemain amatir itu berantem di lapangan. Ini kompetisi internal yang merupakan pembinaan Persebaya. Pemain harus menghormati keputusan wasit. Respek terhadap lawan dan wasit adalah hal yang baik.

Untuk para penonton, apapun yang terjadi di lapangan jangan sampai turun tribun dan masuk lapangan. Beberapa kali terjadi hal seperti itu. Juga ada ofisial klub yang langsung naik tribun dari bench kemudian berantem dengan suporter. Memalukan sebenarnya. Untuk musim depan harus bisa hilang. Dan ketegasan regulasi menyeluruh bisa diterapkan sanksi dan dendanya.

Itulah sedikit catatan dari saya sebagai penggemar sepakbola. Dengan kerja lebih keras dan mau menerima masukan, mau belajar, dan memperbaiki diri dengan tetap update aturan baru, semua bisa menjadi lebih menarik. Sepakbola sebagai hiburan masyarakat Surabaya. Sepakbola industri bisa dimulai dari lapangan Persebaya.

Selamat kepada PSAL yang menjadi juara pra kompetisi 2016.

Tidak ada gading yang tak retak. Mari kita evaluasi diri untuk suksesnya kompetisi internal 2017. Salam.