Arema Rindu Tanding Lawan Persebaya

persebaya
Arema vs Persebaya 1-0 dalam laga Liga Dunhill Indonesia di Stadion Gajayana Malang pada 29 Maret 1995. Pencetak gol Arema Joko Susilo pada menit ke-76. Kekalahan ini membuat rekor Persebaya yang belum terkalahkan dalam 12 laga ternoda dalam laga ke-13. Keterangan foto: Agus Salim (kiri/persebaya) berebut bola dengan Aji Santoso (arema), sedangkan Yusuf Ekodono (kanan) berjaga-jaga. (Foto: Kholili Indro)

EJ – Arema merupakan rival terpanas Persebaya saat keduanya masih saling bertemu di Liga Indonesia. Pertemuan dua tim asal Jatim ini memunculkan atmosfer dahsyat sebelum dan selama laga berlangsung.

Sejak Persebaya “hilang” dari kancah sepak bola nasional, persaingan panas itu ikut menghilang. Kini, lebih dari lima tahun tidak bertemu di lapangan hijau, Arema FC (nama baru Arema Cronus, Red) mengaku rindu Persebaya.

“Setiap bertanding, melawan Persebaya pasti memicu adrenalin tersendiri,” ungkap Manajer Arema, Ruddy Widodo seperti dikutip dari Jawa Pos. “Sudah lama kami tidak pernah merasakan atmosfer semacam itu. Kami sangat merindukan atmosfer sepak bola dengan ada Persebaya di dalamnya,” tambahnya.

Ruddy menyatakan bahwa pihaknya akan mendukung Persebaya dalam Kongres Tahunan PSSI, 8 Januari mendatang di Bandung.

Manajer asal Madiun ini juga menyatakan bahwa kembalinya Persebaya di kancah sepak bola nasional akan mendorong suburnya industri sepak bola di tanah air. “Dulu setiap bermain dengan Persebaya, stadion kami selalu penuh sesak oleh penonton. Kami ingin cerita indah itu bisa segera kembali.”

Salah satu agenda kongres adalah persetujuan/penolakan atas permohonan 7 klub bermasalah. Persebaya kemungkinan masuk dalam agenda tersebut. Peran dari pemilik suara akan sangat vital. Lewat tangan merekalah, nasib Persebaya untuk kembali berlaga di kompetisi resmi akan ditentukan. (iwe)

BACA:  Datang ke Surabaya, Edy Rahmayadi Janji Hidupkan Persebaya