Bonek Itu Menakutkan, Benarkah?

102
Bonek berfoto bersama Bobotoh Girl saat aksi Gruduk Bandung. (Foto: Joko Kristiono/EJ)

Sebagian masyarakat ketika mendengar kata “Bonek” mungkin yang terlintas dalam pikiran mereka adalah kerusuhan, pembuat onar, dan menakutkan. Memang tak bisa dipungkiri. Rekam jejak Bonek selama ini memang terlihat seperti itu di mata masyarakat umum. Apalagi jika melihat penampilan sebagian Bonek yang terkesan seperti anak jalanan berwajah kusam dan bertampang kriminal. Namun masyarakat tak seharusnya menilai Bonek dari cara mereka berpakaian. Karena tak semua Bonek berpenampilan seperti itu. Bonek juga manusia, yang memiliki kekurangan dan kelebihan.

Dalam kesempatan ini saya akan membahas sedikit sisi lain dari Bonek. Dan yang akan saya ceritakan adalah apa yang pernah saya lihat secara langsung. Dalam beberapa acara di berbagai tempat dimana banyak Bonek berkumpul. Ternyata Bonek yang dianggap menakutkan oleh sebagian masyarakat, yang saya lihat adalah Bonek yang baik, lucu dan menghibur. Seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu di Bandung, Jawa Barat.

Pada waktu itu Bonek memang sedang memiliki hajat di Bandung. Mengawal kongres PSSI yang salah satu pembahasannya adalah tentang nasib klub kebanggaan Bonek, Persebaya. Kehadiran Bonek di Bandung adalah untuk memastikan dan menjemput kembalinya Persebaya ke kompetisi resmi yang digulirkan oleh PSSI. Namun bukan itu yang akan saya bahas. Tapi tentang keberadaan Bonek di Bandung yang dikhawatirkan oleh sebagain masyarakat akan mengganggu dan bahkan mungkin bisa merusak keindahan kota Bandung. Namun kekhawatiran mereka tak terjadi.

Pada Sabtu malam atau kita sering menyebutnya malam minggu, ratusan Bonek berada di alun-alun Bandung untuk menikmati indahnya suasana. Dan kekhawatiran yang dirasakan masyarakat sama sekali tak terlihat. Bahkan keberadaan Bonek menjadi hiburan tambahan bagi pengunjung alun-alun Bandung. Tak sedikit dari mereka yang meminta foto bersama. Bahkan ada pula yang memberikan mereka makanan, mengajak ngobrol dan ngopi. Hingga mereka terlihat seperti telah lama bersahabat.

Minggu paginya, saat beberapa Ibu-ibu menyalakan musik dan berbaris untuk melakukan senam pagi. Tiba-tiba beberapa Bonek mendekat. Apa yang akan mereka lakukan? Ternyata mereka mendekat dan menempati barisan bersama ibu-ibu untuk ikut senam. Awalnya orang-orang menganggap aneh. Namun karena tingkah konyol para Bonek yang mengikuti gerakan senam, malah menjadi lucu dan menghibur. Bahkan setelah senam selesai, mereka juga ikut bersalaman dengan ibu-ibu itu. Mereka juga terlihat bercanda dengan Ibu-ibu itu setelah salaman.

Siang harinya, mereka mendengar kejelasan status Persebaya yang resmi mengikuti kompetisi Divisi Utama 2017. Suka cita pada Bonek yang berada di alun-alun pun pecah. Mereka bersama-sama melakukan corteo menuju Gor Pajajaran. Sepanjang perjalanan menuju Gor Pajajaran, sama sekali tak terlihat ketakutan dari masyarakat sekitar. Yang ada malah mereka kaluar dari gedung-gedung di sepanjang jalan dan merekam aksi Bonek yang melakukan corteo. Tak sedikit dari masyarakat yang mendekat dan mengabadikan momen itu dengan berfoto bersama. Bahkan anak-anak kecil ikut menyanyikan chant-chant yang dinyanyikan Bonek.

Itulah sebagian cerita sisi lain Bonek yang bisa menghibur masyarakat. Semoga ke depannya tak ada lagi berita tentang kerusuhan yang dilakukan oleh Bonek.

*) Muhammad Faza Ainun Najib, Generasi Bonek Tegal