Tes Fisik Pemain Digunakan Sebagai Faktor Penunjang

92
Rendi Irwan melakukan tes kelincahan. (Foto: Joko Kristiono/EJ)

EJ – Persebaya menggelar tes fisik untuk para pemain seleksi. Tes fisik itu digelar di Achilles Sport Science & Fitness Center, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Kampus Lidah, Sabtu pagi (11/2).

Setelah melakukan pemanasan di halaman gedung, para pemain masuk ke lantai satu tempat dilaksanakannya tes. Di sana tampak peralatan yang digunakan untuk mengecek fisik pemain.

Satu per satu para pemain mengukur tinggi dan berat badannya. Ada petugas dari FIK Unesa yang mencatat hasilnya. Mat Halil, Rendi Irwan terlihat sumingrah menjalani tes. Petugas mengukur tekanan darah pemain di lantai beralaskan matras.

Samuel Reimas melakukan tes reaksi. (Foto: Joko Kristiono/EJ)

Para pemain membawa kertas berisi hasil tes. Mereka melakukan beberapa tes, di antaranya tes kekuatan, speed antisipasi, kelenturan, kelincahan, reaksi audio dan visual, hingga kapasitas paru. Pemain juga diwajibkan melakukan sit up dan push up selama beberapa menit.

Tes fisik diakhiri dengan tes vo2max yang dilakukan di lantai tiga. Masing-masing pemain diwajibkan berlari di treadmill selama delapan menit.

Bayu Firmansyah, pemain seleksi yang sedang menunggu giliran untuk tes vo2max mengatakan jika ia berusaha maksimal dalam tes fisik ini. “Saya berusaha maksimal agar lolos seleksi,” ujar pemain yang berposisi sebagai mifielder ini.

Ia bersama Rachmat Irianto nampak sedang mengantri karena peralatan treadmill dan alat tes vo2max hanya satu yang dipakai.

Mat Halil melakukan tes vo2max. (Foto Iwan Iwe/EJ)

Pelatih Persebaya, Iwan Setiawan, mengatakan jika tes fisik bukan faktor utama penilaian namun akan dipakai sebagai faktor penunjang.

“Tes fisik bukan faktor utama penilaian kita tapi ada pada permainan sepak bola itu sendiri. Pemahaman tentang principle of play nomor satu. Tapi paling tidak, data-data fisik ini akan dipakai sebagai faktor penunjang,” ujarnya kepada para wartawan.

BACA:  Posisi Tiga Kiper Seleksi Aman

Iwan menuturkan jika dalam tes fisik diketahui ada pemain yang mengalami cedera, tim akan langsung mencoretnya. “Kalau misal ada kondisi pemain yang jelek secara signifikan dan nantinya berhubungan dengan pola permainan, di situ akan ada pencoretan,” tambah Iwan.

Iwan tidak menemani pemainnya sampai tes fisik berakhir. Satu jam setelah tes dilakukan, ia meninggalkan lokasi.

Tes fisik yang dilakukan Persebaya mengulangi tes fisik yang dilakukan Persebaya era Dahlan Iskan. Saat itu, Green Force menggelar tes fisik di Unesa juga namun di kampus Ketintang. (iwe)