Menunggu Regulasi Kompetisi Yang Tak Kunjung Pasti

Kongres PSSI 8 Januari 2017 di Bandung telah memutuskan kompetisi Liga 1 dan 2 akan diadakan musim ini. Jumlah peserta kedua liga juga sudah ada sesuai dengan strata. 

Untuk Liga 1, kick-off telah ditetapkan pada 26 Maret 2017 dengan jumlah peserta 20 klub. Sedangkan untuk Liga 2 atau dulu bernama Divisi Utama, rencananya akan diikuti 60 klub.

Ada beberapa wacana regulasi Liga 2 yang digulirkan, diantaranya pembatasan pemain berusia di atas 25 tahun yang hanya diberi kuota lima pemain untuk setiap klub. Persebaya Surabaya sebagai salah satu peserta juga mempersiapkan hal tersebut.

Sayangnya, sampai pertengahan Februari, segala macam regulasi ataupun aturan yang semestinya tertuang dalam manual liga belum ada. Manager meeting peserta Liga 2 juga belum dilakukan. Bahkan untuk pucuk pimpinan pengelola kompetisi juga belum jelas, termasuk sumber daya manusia di divisi lainnya. PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang bertanggungjawab memutar kompetisi bahkan belum terbentuk kepengurusannya.

Sesaat setelah kongres PSSI di Bandung, Edy Rahmayadi sempat mengatakan bahwa PT LIB akan dipimpin Iwan Budianto. Namun, ini langsung disanggah sendiri oleh Iwan yang akhirnya menjadi Ketua Pelaksana Piala Presiden dan juga Staf Ketua Umum PSSI. Sementara pernyataan ketua PSSI bidang kompetisi, Yunus Nusi, tentang kejelasan kompetisi, baik Liga 1 dan 2 sampai saat ini belum terdengar.

Aturan main atau regulasi ini sangat penting bagi semua klub peserta liga. Ini terkait dengan administrasi kontrak pemain strategi bisnis klub, dan tentu saja finansial klub itu sendiri. Presiden Klub Persebaya, Azrul Ananda, saat wawancara dengan wartawan juga mengeluhkan mengapa dua bulan jelang kompetisi, regulasi belum juga keluar.

BACA:  Pelajaran Anniversary Game, Beli Tiket Sejak Awal dan Coba Online

Ketidakjelasan regulasi dan jadwal kompetisi sebenarnya mempunyai nilai positif jika dilihat dari masa persiapan yang agak panjang untuk tim dan manajemen. Tetapi juga bisa merugikan tim marketing klub dalam berburu sponsor karena mereka belum tahu kapan kompetisi akan dimulai. Bagai buah simalakama.

Belum lagi dari 60 klub peserta Liga 2, kabarnya lebih dari separuh klub belum mempersiapkan tim dan belum memiliki pelatih. Ada kemungkinan Liga 2 mundur sehabis bulan Ramadhan. Dengan berbagai asumsi persiapan yang belum ada, beban THR, dll. Oleh karena itu, dibutuhkan ketegasan sikap dan aturan yang jelas dari PSSI dan operator liga. Jika klub tidak siap, bisa saja diberi opsi turun kasta.

Sembari menunggu regulasi kompetisi, Persebaya terus mempersiapkan diri dengan terus mengadakan latihan sementara manajemen juga terus bekerja. Akan lebih terarah tentunya jika jadwal kompetisi dan manual Liga 2 segera keluar.

Salam Redaksi.