Jersey Pramusim Persebaya Nostalgia Juara 1988

Ki-ka: Rachmat Irianto, Sidik Saimima, Dimas Galih, Rahmat Affandi, M. Syaifuddin. Mereka mengenakan jersey pramusim Persebaya. (Foto: Jawa Pos)

EJ – Menghadapi turnamen Dirgantara Cup yang mulai digelar hari ini, Senin (27/2), Persebaya mengeluarkan jersey pramusimnya. Jersey tersebut akan dipakai arek-arek Green Force saat menghadapi PSN Ngada Flores di laga perdana, Selasa (28/2).

Dimas Galih dengan jersey kiper kedua. (Foto: Jawa Pos)

Uniknya, jersey tersebut terinspirasi saat Persebaya juara perserikatan 1988 di mana saat itu mengalahkan Persija di Stadion Gelora Bung Karno dengan skor 3-2.

Jersey pramusim ini untuk nostalgia Persebaya bersama Jawa Pos pada akhir 1980-an. Desainnya retro, mengacu desain pada tahun 1988,” ujar Presiden Klub Persebaya, Azrul Ananda, seperti dikutip dari Jawa Pos.

Jersey home didominasi warna kebanggaan Persebaya, hijau dengan celana putih. Sementara untuk away, jersey berwarna putih dengan celana hijau. Jersey kandang bermotif garis-garis vertikal putih dengan tulisan “Jawa Pos” berlatar belakang biru di dada.

Berbeda dengan jersey 1988, jersey pramusim tidak berkerah. Sementara logo berada di dada sebelah kiri. Berbeda dengan jersey 1988 yang berada di tengah.

Jersey pramusim ini bisa didapatkan mulai hari ini (27/2) pukul 19.27 WIB. (iwe)

BACA:  Serba-Serbi Jersey Persebaya 2008/2009
  • Tedy Jatmiko

    Manteb rek Jersey Pramusim e. #JayalahPersebayaSongsongKejayaanmu

  • Cecen Core

    Saya punya pendapat pro dan kontra mengenai jersey pramusim dan harapan tentang jersey resmi mereka di Liga 2 mendatang. Menurut saya, sudah tepat manajemen Persebaya membuat sesi launching jersey yang bisa diartikan bahwa manajemen kini sadar betul bahwa jersey adalah salah satu elemen penting dari segi bisnis/marketing. Semoga tradisi ini akan selalu berlangsung hingga tahun-tahun mendatang. Mungkin Bonek bisa dilibatkan dalam semacam kontes desain jersey.
    Kontranya, menurut saya, jersey pramusim ini kurang ‘menjual’ dan kurang semangat ‘perlawanan’. Desain slim fit jelas sudah tepat, tapi desain visual grafis biasa saja, kurang berani. Maksud saya dengan semangat perlawanan adalah di jersey ini, kita seperti melupakan semangat Persebaya 1927 yang selalu tampil keren dengan jersey-nya (khususnya musim 2013-2014 di IPL). Persebaya 1927 membuat gebrakan bukan hanya dengan desain logo klub yang modern dan segar, tapi juga desain dan warna jersey dengan sedikit baluran warna kuning yang eye-catcing, membuat setiap Bonek ingin memiliki, setiap pemain bersemangat, dan setiap lawan terintimidasi.
    Harapan saya, jersey resmi Persebaya di Liga 2 nantinya bisa memenuhi ekspektasi, bukan hanya sekedar mempertahankan tradisi tapi juga membawa tradisi tersebut menjadi lebih modern, artistik, eye-catching, dan layak dikoleksi.
    Hanya sekedar opini dan saran, semoga manajemen menyempatkan waktu untuk merenungkannya.