Persebaya vs PSN: Semangat Bajol Ijo Lawan Sepak Bola Indah Khas Flores

Rendi Irwan dan Oktavianus Woe Pone.

EJ – Dalam sejarah persepak bolaan Indonesia, Persebaya tidak pernah bertemu PSN Ngada, Flores. Baik dalam kompetisi resmi maupun uji coba. Laga pertama Grup B Dirgantara Cup 2017 ini merupakan pertemuan perdana dua kesebelasan. Laga tersebut rencananya akan digelar di Stadion Maguwoharjo, Selasa (28/2) mulai pukul 15.30 WIB.

Jika dibandingkan, sejarah kedua tim sangat berbeda jauh. Persebaya telah merasakan atmosfer sepak bola Indonesia di level dan jenis kompetisi apapun. Maklum saja, klub berjuluk Green Force ini berdiri sejak 1927 sehingga telah mencicipi berbagai kompetisi, sejak era Perserikatan hingga era profesional.

Gelar juara pun sering didapat Persebaya. Tercatat, Persebaya memenangkan sembilan gelar juara termasuk tiga gelar di era profesional.

Bagaimana dengan PSN? Berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur, PSN merupakan tim bermaterikan talenta-talenta muda berbakat dari NTT. Tak banyak catatan sejarah keikutsertaan PSN Ngada di kompetisi-kompetisi tingkat nasional. Beberapa tahun lalu, PSN lebih banyak berkutat di kompetisi-kompetisi lokal.

Karenanya, lolosnya PSN ke babak final Liga Nusantara 2016 melawan Perseden Denpasar sangat mengejutkan. Bagaimana bisa, tim yang tidak dikenal dan baru pertama kali mengikuti ajang Linus ini bisa melaju ke babak tertinggi kompetisi yang dikuti ratusan tim dari 34 provinsi? Meski kalah di final, prestasi itu akan tetap tercatat dalam tinta emas sepak bola Flores.

Menghadapi Persebaya, PSN membawa 22 pemain muda dengan talenta tinggi. Starter yang mengisi skuad PSN adalah mayoritas starter yang diturunkan saat final Linus 2016.

Penampilan PSN di Linus sangat impresif. Mereka menjadi tim paling produktif sekaligus menjadi tim dengan pertahan terbaik. Dengan ciri khas sepak bola indah khas Indonesia timur, PSN siap menghadapi Persebaya dengan pressing-pressing ketat dan determinasi tinggi.

BACA:  PSMP Hajar Persiba, Persibo Kembali Seri

Sementara Persebaya menggunakan ajang turnamen ini sebagai uji coba untuk mencari komposisi pemain terbaik yang akan diturunkan di Liga 2 akhir April nanti. Ini menjadi laga pertama Persebaya di turnamen resmi sejak diakui PSSI.

Pelatih Persebaya, Iwan Setiawan, kemungkinan akan menurunkan starter yang biasa diturunkan dalam laga uji coba terakhir. Sejak akhir Januari, Persebaya tercatat melakukan tiga kali uji coba melawan tiga klub yakni 81 FC, Tunas Inti FC, dan Persbul Buol. Klub terakhir adalah lawan Persebaya di Grup B.

Dari tiga kali uji coba, diperkirakan Iwan akan menurunkan pemain-pemain relatif sama. Dimas Galih akan diturunkan sebagai kiper utama. Di barisan belakang, Mat Halil akan memimpin M. Syaifuddin, Andry Muliadi, dan Abdul Azis.

Sidik Saimima dan Ridwan Awaluddin akan berperan sebagai gelandang pertahanan. Sementara lapangan tengah akan diisi Rendi Irwan, Misbakhul Solikhin, dan Oktavianus Fernando.

Untuk striker, Iwan kemungkinan akan mencoba Irfan Jaya. Rachmat Affandi yang biasa diplot sebagai penyerang tunggal kondisinya masih belum pulih pasca cedera hamstring.

Pertandingan nanti akan menyuguhkan duel para pemain muda. Semangat Bajol Ijo akan ditantang sepak bola indah khas NTT. Semangat bersaing di manapun dan menegakkan kewibawaan serta martabat yang telah meresap di jiwa anak-anak muda asal Flores ini bisa memberi ujian bagi para pemain muda Green Force. (iwe/bim)