Jelang PSIS vs Persebaya: Duel Klasik Dua Tim Penuh Sejarah

EJ – Pertemuan antara PSIS Semarang dengan Persebaya pada laga uji coba hari Minggu (12/3) esok tentunya sangat ditunggu-tunggu oleh kedua tim. Laga di Jatidiri merupakan laga pertama antara PSIS dan Persebaya karena kedua tim sebelumnya sudah sepakat untuk menggelar dua kali uji coba dengan format home and away. PSIS berkesempatan untuk menjadi tuan rumah dahulu, sementara pada tanggal 19 Maret nanti giliran Persebaya menjamu PSIS di Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Nuansa “El Clasico” akan tersaji di Stadion Jatidiri, Semarang karena PSIS dan Persebaya merupakan tim-tim sarat sejarah sejak era perserikatan. Di era 80-an hingga 90-an, Mahesa Jenar dan Bajul Ijo adalah dua klub kuat yang sempat merajai persepakbolaan nasional. Bahkan keduanya pernah saling bertemu di partai final kompetisi tertinggi Indonesia.

Pertemuan pertama antara PSIS dan Persebaya di final kompetisi nasional terjadi pada era perserikatan tahun 1987. Tepatnya tanggal 11 Maret 1987, bertempat di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, PSIS bertemu dengan Persebaya di partai puncak kompetisi perserikatan. Namun sayangnya, Persebaya harus tumbang dari PSIS lewat gol semata wayang yang dicetak oleh Saiful Amri.

Duabelas tahun kemudian, Persebaya berkesempatan membalaskan “luka” ketika kembali bertemu dengan PSIS pada partai grand final Liga Indonesia (Ligina) 1999. Namun lagi-lagi, Persebaya kembali dipaksa takluk dari PSIS dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang digelar pada tanggal 9 April 1999 di Stadion Klabat, Manado.

Gol kemenangan tim Mahesa Jenar pada final Ligina 1999 saat itu dicetak oleh Tugiyo. Gol tunggal pemain mungil berjuluk “Maradona dari Purwodadi” itu mengubur impian Persebaya untuk bisa meraih gelar juara Liga Indonesia dua musim beruntun.

Setelah lama tak berjumpa di laga resmi, kini memori masa lalu antara PSIS dan Persebaya akan kembali muncul pada laga uji coba pramusim.

“Pertemuan ini mengingatkan kembali kenangan masa lalu. Kalau boleh saya sebut, semacam Battle of Legend, karena kedua tim sama-sama memiliki sejarah panjang di sepakbola nasional. Semoga pertemuan ini bisa membangunkan kebangkitan kedua tim yang sama-sama ingin kembali ke habitanya,” kata CEO PSIS, Alamsyah Setyanegara, seperti dilansir dari laman JawaPos.com.

Tak hanya kubu tuan rumah, sang tamu Persebaya pun juga menyambut laga melawan PSIS dengan penuh antusias.

“Sesuai rekomendasi tim pelatih, kami membutuhkan uji coba berkelas untuk menakar perkembangan tim. PSIS kami pilih karena mereka termasuk tim besar dan sekaligus pesaing kuat di Liga 2 nanti,” ujar Direktur Tim Persebaya, Candra Wahyudi, seperti diungkapkan pada Jawa Pos, Rabu (1/3).

Skuad Persebaya sendiri sudah berangkat ke Semarang usai laga final Dirgantara Cup di Sleman, tengah pekan kemarin. Arsitek Persebaya, Iwan Setiawan membawa tim yang sama dengan tim yang turun pada turnamen Dirgantara Cup 2017. Sementara PSIS juga tengah dalam tren positif setelah pada laga uji coba terakhir menghadapi Persekap Kabupaten Pekalongan, anak asuh Subangkit mampu menang dengan skor 2-1. (rvn)