Persebaya Kembali Bersinar Setelah Lama Menghilang

Persebaya juara Dirgantara Cup. (Foto: Ervan Tria/EJ)

Perhelatan akbar sepak bola Indonesia kembali diguncang dengan hadirnya klub sepak bola asal kota pahlawan yakni Persebaya. Klub berjuluk bajol ijo kini kembali berlaga diawali dengan keikutsertaan Persebaya dalam turnamen Dirgantara Cup yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta pada 27 Februari hingga 8 Maret 2017.

Turun gunung, seperti itulah istilah yang penulis tujukan kepada pemain dan seluruh staf Persebaya yang berhasil menjuarai home turnamen tersebut. Inilah bukti bahwa Persebaya layak untuk ikut serta bermain di kasta tertinggi liga Indonesia. Sebab, dalam waktu yang singkat, setelah diakui oleh PSSI, Persebaya mampu mentransformasikan pemainnya dengan baik.

Sebelum turun gunung tentunya ada kata naik gunung. Mungkin itulah kata yang tepat untuk mengilustrasikan pengorbanan dan perjuangan para pemain dan staf serta pendukung Persebaya dalam merebut kembali haknya untuk mengikuti pertandingan sepak bola. Sebelumnya, Persebaya telah beberapa kali mencoba untuk meminta legal konstitusional dari PSSI guna mencabut hukuman yang diberikan. Sayangnya usaha itu selalu gagal. Persebaya sempat vakum beberapa tahun karena adanya dualisme dalam tubuh PSSI yang berimplikasi terhadap beberapa tim ISL (Indonesia Super League) yang dikenai sanksi. Layaknya pepatah “Berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.”

Akhirnya, dengan usaha dan pengorbanan serta doa dan dukungan seluruh Bonek Bonita yang ada di Indonesia, Persebaya mampu unjuk gigi kembali dan menunjukkan kepada mata dunia bahwa kota pahlawan pun juga punya kebanggaan. Karena Persebaya adalah emosi jiwaku.

Salam satu nyali! Wani!

*) Iklil Ramdhani, Kalijaga Class Bonek Jogja

BACA:  Tak Ada Arti RUPS Bagi Persebaya dan Bonek