Menang, Tapi Belum Memuaskan

Abdul Azis berusaha melewati pemain PSIS. (Foto: Joko Kristiono/EJ)

EJ – Persebaya akhirnya berhasil membalaskan kekalahan kepada PSIS Semarang. Pada pertandingan persahabatan melawan PSIS di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (19/3) sore kemarin, Green Force sukses menaklukkan Mahesa Jenar dengan skor tipis 1-0. Gol kemenangan Bajul Ijo dicetak oleh Rachmat Irianto melalui tendangan penalti pada menit ke-84.

Skema Permainan Coach Iwan Tidak Berjalan Mulus

Meski berhasil menang sekaligus membalas kekalahan di Jatidiri, namun secara permaianan Persebaya masih jauh dari kata memuaskan. Hal ini bisa dilihat dari sedikitnya peluang-peluang yang diciptakan oleh Mat Halil cs., baik di babak pertama maupun babak kedua. Penampilan impresif gagal ditunjukkan oleh anak-anak Persebaya.

Menghadapi PSIS di kandang, arsitek Persebaya Iwan Setiawan menurunkan komposisi terbaik dalam formasi 4-2-3-1, dengan sedikit pergantian pemain. Muka baru di lini belakang, Rachmat Latief langsung menjadi starter menemani Rachmat Irianto sebagai duet bek tengah. Untuk posisi full-back kanan dan kiri, pengisi skuad utama Abdul Azis dan Mat Halil bermain sejak menit pertama.

Sedikit perubahan terjadi di sektor tengah, Ridwan Awaludin dipilih untuk menemani Sidik Saimima sebagai poros permainain. Sementara untuk lini serang, striker seleksi Bijahil Chalwa dimainkan sejak awal dengan dukungan trio Oktavianus Fernando-Rendi Irwan-Thaufan Hidayat.

Skema permainan Persebaya di babak pertama.

Di awal babak pertama, permainan kedua tim nampak berimbang, dengan Persebaya memulai inisiatif serangan. Namun skema permainan yang dijalankan coach Iwan nampak menemui tanda-tanda kebuntuan memasuki menit ke-14.

Duet Sidik Saimima dan Ridwan Awaludin terlihat belum padu. Keduanya kewalahan saat harus menghadapi tiga gelandang PSIS yang dimainkan pelatih Subangkit dalam formasi 4-3-3. Hal tersebut terlihat dari dominasi gelandang PSIS di lapangan tengah yang dipimpin oleh M. Yunus. Ketidakmampuan duet central midfielder Persebaya dalam menguasai pertandingan membuat Rendi Irwan yang justru lebih banyak men-delay bola.

Dominasi lini tengah PSIS begitu terasa dengan lebih banyaknya peluang yang mereka ciptakan. Di babak pertama, Mahesa Jenar mampu menciptakan 4 shot off target dan 3 shot on target, berbanding dengan peluang Persebaya dengan 4 shot off target dan 2 shot on target. Tridente lini serang PSIS yang diisi Juni Riadi, Johan Yoga dan Hari Nur benar-benar membuat pertahanan Persebaya kerepotan. Johan yang diplot sebagai penyerang tengah bermain taktis dengan banyak  membuka ruang serta memberikan sejumlah wall pass berbahaya pada lini kedua PSIS.

Meski kalah dominan, anak asuh Iwan Setiawan bukannya tanpa peluang. Peluang terbaik Persebaya hadir lewat tendangan bebas Ridwan Awaludin di menit ke-27. Tendangan melengkung Ridwan di pojok kanan kotak penalti PSIS menerpa mistar Aji Bayu dan sempat terpental ke tanah. Dalam tayangan ulang terlihat bola sudah melewati garis gawang, namun sayang gol Ridwan tidak disahkan wasit yang menganggap bola belum sepenuhnya melewati garis.

Tendangan bebas Ridwan Awaludin mengenai mistar gawang PSIS. Tapi wasit tidak mengesahkan sebagai gol.

Pergantian Pemain Sukses Menembus Rapatnya Pertahanan PSIS

Menyadari pola permainan Persebaya tidak berjalan mulus, coach Iwan langsung mengambil inisiatif pergantian pemain. Sebelum jeda, coach Iwan memasukkan Misbakhus Solikin menggantikan Ridwan Awaludin. Masuknya Solikin membuat skema serangan Persebaya menjadi lebih terorganisir. Guna menambah daya gedor, Rachmat Afandi pun diturunkan menggantikan Bijahil Chalwa.

Solikin yang mempunyai visi permainan lebih bagus, berhasil membuat lini serang Persebaya bermain lebih nyaman. Dua flank Green Force yang diisi Okatvianus Fernando dan Thaufan Hidayat secara bergantian mencecar pertahanan Mahesa Jenar.

Momentum menguasai pertandingan pun diperoleh oleh Persebaya pada babak kedua. Terlebih, coach Iwan juga memasukkan Irfan Jaya untuk menambah kekuatan di barisan depan. Masuknya Irfan membuat Persebaya memainkan pola 4-1-4-1 dengan membiarkan Solikin sendirian di sektor tengah.

Tapi sayang, momentum serangan yang dimiliki Persebaya harus terhenti di menit ke-63 karena pertandingan dihentikan akibat efek flare dan asap dari tribun penonton. Meski sedikit kehilangan momentum, setelah pertandingan dilanjutkan Persebaya kembali mengambil inisiatif serangan. Sementara itu, PSIS memainkan pola pertahanan berlapis guna membendung agresivitas anak-anak Bajul Ijo.

Usaha Persebaya untuk membongkar pertahanan PSIS seperti menemui tembok tebal karena bek-bek Mahesa Jenar bermain rapat dan disiplin. Hingga akhirnya, pada menit ke-79 penetrasi Irfan Jaya dari sektor kiri pertahanan PSIS berhasil membuat ‘kekacauan’ yang berbuah tendangan penalti untuk Persebaya.

Wasit melihat ada pelanggaran yang dilakukan oleh pemain PSIS di dalam kotak penalti. Titik putih pun langsung ditunjuk. Rachmat Irianto berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik. Tendangannya ke sebelah kiri gagal diantisipasi penjaga gawang PSIS Aji Bayu. Skor 1-0 untuk keunggulan tuan rumah bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Penutup

Meski menang, namun lagi-lagi evalusai harus dilakukan oleh tim pelatih Persebaya. Lini depan Persebaya kembali mandul. Masuknya Bijahil Chalwa sepertinya belum bisa menjadi jaminan gol bagi Bajul Ijo. Pun demikian dengan sektor tengah. Coach Iwan nampaknya harus mencari pemain kreatif yang bisa membongkar pertahanan lawan ketika lawan memainkan pertahanan berlapis seperti yang dilakukan PSIS.

Dengan Liga 2 musim 2017 yang kabarnya akan dimulai pada pertengahan April, Persebaya masih memiliki cukup waktu untuk menambal kekurangan tim. Selain itu, uji coba dengan lawan yang lebih kuat juga perlu diagendakan untuk menguji kesiapan strategi dan mental pemain di liga nanti. (rvn)