Cuma Main 43 Menit, Penampilan Bijahil Chalwa Belum Memuaskan

Bijahil Chalwa saat mengikuti latihan Persebaya. (Foto: Joko Kristiono/EJ)

EJ – Striker seleksi Persebaya, Bijahil Chalwa, belum mampu menampilkan permainan terbaiknya saat diturunkan pada pertandingan uji coba melawan PSIS di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (19/3) lalu.

Diturunkan sejak menit pertama oleh Iwan Setiawan, Bijahil yang menggantikan posisi Rachmat Afandi di lini depan Persebaya gagal memberikan penampilan impresif kepada tim. Mendapatkan pengawalan ketat dari bek-bek PSIS, Bijahil sama sekali tidak menciptakan peluang berbahaya ke gawang Mahesa Jenar.

Dimainkan sebagai ujung tombak, top scorer Piala Dirgantara 2017 bersama Persibo Bojonegoro itu sebenarnya mendapat dukungan penuh dari lini kedua Green Force yang diisi trio Oktavianus Fernando, Rendi Irwan dan Thaufan Hidayat. Sepanjang babak pertama, pergerakan Bijahil nyaris terisolasi lini belakang PSIS Semarang.

Bijahil yang mengandalkan postur tubuhnya yang tinggi terlihat tidak mampu membongkar tembok pertahanan PSIS. Selain minimnya suplai bola dari lini kedua Persebaya, rapatnya pertahanan PSIS juga membuat Bijahil tak berkutik. Bahkan, pada menit ke-43 Bijahil ditarik keluar oleh coach Iwan untuk digantikan oleh Rachmat Afandi.

Meski secara umum penampilan Bijahil masih jauh dari kata memuaskan, namun tetap ada beberapa poin positif yang dihasilkan oleh pemain yang juga pernah membela Persela Lamongan tersebut. Kombinasinya dengan Thaufan Hidayat di sektor kiri pertahanan PSIS beberapa kali sempat merepotkan lini belakang Mahesa Jenar. Bijahil pun juga cukup rajin untuk menjemput bola ketika suplai bola padanya mandek.

Dengan harapan coach Iwan yang menginginkan seorang striker dengan kemampuan bola-bola atas yang bagus, maka peluang Bijahil untuk benar-benar masuk ke tim masih fifty-fifty. Usai laga melawan PSIS kemarin, coach Iwan pun memberikan pendapatnya terkait masa depan Bijahil Chalwa di Persebaya.

BACA:  Seleksi, Persebaya Prioritaskan Pemain di Bawah 25 Tahun

“Chalwa not so bad. Kelebihan Chalwa adalah untuk memaksimalkan peluang dari bola-bola atas. Kehadirannya membuat serangan kami bisa lebih variatif. Sebab Rachmat (Afandi) bagus di bola datar, sedangkan Chalawa di bola atas,” ujar coach Iwan, seperti dikutip dari laman JawaPos.com. (rvn)