More Flare, More Money

EJ – Suporter tanpa flare laksana sayur tanpa garam. Kurang garang seperti nonton wayang. Ada yang mengatakan seperti itu. Tak salah memang. Namun, tahukah anda jika ada yang menyalakan flare saat pertandingan, wasit otomatis akan menghentikan pertandingan? Apakah anda tahu jika otoritas akan memberi sanksi berupa denda kepada pihak klub yang suporternya menyalakan flare saat pertandingan sedang berjalan?

PSSI harus membayar denda Rp 67 Juta kepada AFF akibat suporter menyalakan flare saat final Piala AFF. Terbaru, federasi sepak bola tanah air itu harus membayar denda sebesar USD 60 Ribu Dollar atau setara Rp 800,3 Juta kepada AFC akibat penyalaan flare saat final Piala Presiden 2017.

Maka tak salah jika di liga nanti, PSSI akan menerapkan denda tinggi kepada klub yang suporternya nekat menyalakan flare.

Mungkin, suporter tak mau peduli dengan masalah denda yang menimpa klub. Yang penting ego untuk menyalakan flare terpenuhi. Ada juga yang beralasan jika pelarangan flare akan mematikan para pedagang flare. Tapi, apakah para suporter pernah memikirkan pihak klub yang harus membayar denda besar akibat flare? Bukankah lebih baik jika dana tersebut digunakan untuk tim dan pemain?

Mari kita berpikir jernih sebelum liga berjalan. Kita tentu tak ingin klub kita harus membayar denda kepada PSSI setiap Persebaya berlaga di kandang. Bukan begitu?