Gunakan Konsep Kandang-Tandang, Liga 2 Dibagi 8 Grup?

EJ – Kejelasan mengenai format Liga 2 (sebelumnya bernama Divisi Utama) sedikit demi sedikit mulai menemui titik terang. Meski PSSI belum memberikan keterangan pasti mengenai jadwal bergulirnya Liga 2 musim 2017, namun konsep kompetisi level kedua di Indonesia itu mulai terkuak.

Joko Driyono selaku Wakil Ketua Umum PSSI mengungkapkan bahwa pada tanggal 30 Maret nanti akan dilakukan managers meeting klub-klub peserta Liga 2. Pertemuan tersebut mundur dari semual yang dijadwalkan pada tanggal 23 Maret kemarin.

“Dalam pertemuan itu, akan dilakukan finalisasi regulasi dan jadwal kompetisi,” kata Joko usai melakukan rapat Komite Eksekutif PSSI di Jakarta, Kamis (24/3) malam, seperti dilansir laman bolalob.com.

Managers meeting Liga 2 sendiri rencananya akan dilakukan selang sehari setelah managers meeting Liga 1 yang digelar pada tanggal 29 Maret 2017.

Lebih lanjut Joko menambahkan bahwa pertemuan tersebut akan berfokus pada bahasan regulasi kompetisi secara utuh untuk Liga 1 dan Liga 2.

“Regulasi kompetisi itu kemudian akan dituangkan dalam manual liga yang baru,” imbuh Joko.

“Selama ini yang berkembang hanya sebatas lisan. Kami mau ada regulasi baku dan tertulis,” tambahnya.

Namun, hingga kini Joko belum mau memberikan keterangan secara rinci apa yang akan dibahas dalam rapat Komite Eksekutif nanti.

“Tunggu saja sampai akhir Maret. Nanti kami akan membahasnya bersama klub,” tandas Joko.

Sementara itu dalam perkembangan yang sama, Ketua Komite Eksekutif PSSI Bidang Kompetisi, Yunus Nusi menuturkan bahwa Liga 2 rencananya akan dibagi menjadi delapan grup dengan pertimbangan wilayah antar klub. Hal ini berbeda dengan perkembangan terakhir yang menyatakan bahwa Liga 2 akan dibagi menjadi enam grup berdasarkan zona wilayah, dan masing-masing grup akan diisi oleh 10 klub.

BACA:  Berkenalan dengan Azrul Ananda, Direktur Baru Persebaya

“Jadi, dalam waktu dekat, kami akan meminta semua klub Liga 2 untuk mengirimkan home base terbaru mereka. Karena (Liga 2) akan menggunakan konsep home and away,” jelas Yunus. (rvn)