Mat Halil, Sosok Panutan dan Pemimpin Doa di Ruang Ganti Persebaya, Harus Terpental Akibat Regulasi

Mat Halil saat memimpin doa usai menang melawan Persibo di Stadion Maguwoharjo, Sleman. (Foto: Ervan Tria/EJ)

EJ – Salah satu kekhawatiran yang ditakutkan Persebaya soal regulasi pembatasan usia di Liga 2 akhirnya menjadi kenyataan. PSSI memutuskan bahwa klub-klub Liga 2 boleh memainkan 5 pemain di atas usia 30 tahun, tetapi maksimal usianya adalah 35 tahun. Dengan pembatasan usia maksimal 35 tahun, maka satu nama pemain Persebaya dipastikan tidak akan bisa berkompetisi pada Liga 2 musim ini.

Ya, Mat Halil yang tahun ini berusia 37 tahun harus terpental dari skuad inti Persebaya untuk Liga 2. Kehilangan Mat Halil dari tim bukan perkara yang gampang diterima oleh Persebaya, dan tentunya Bonek sebagai suporter setia Green Force.

Meski kini usia ‘Abah’ Halil sudah 37 tahun, tenaganya masih sangat dibutuhkan tim. Buktinya, satu posisi di bek kiri Persebaya sudah terjamin menjadi milik pemain kelahiran 3 Juli 1979 tersebut. Keputusan coach Iwan Setiawan untuk memberikan satu tempat pada Mat Halil bukan karena sungkan atau masalah non teknis lainnya. Tetapi murni karena arsitek Persebaya itu masih melihat seorang Mat Halil adalah yang terbaik di posisinya.

Meski determinasi Mat Halil tak seagresif dahulu semasa muda, namun ia masih mampu tampil ngotot selama 90 menit. Bukan perkara mudah tentunya bagi pemain berumur 37 tahun yang menempati posisi bek kiri dan memiliki tugas untuk bertahan dan membantu serangan. Peran Mat Halil sebagai kapten tim dan pemain senior juga sangat berguna dalam membimbing bek-bek Persebaya yang musim ini diisi oleh pemain-pemain muda macam Andri Muliadi, Abdul Azis dan Rahmad Juliandri.

Peran Abah Halil sebagai panutan yang disegani tak hanya terjadi di dalam lapangan saja. Di luar lapangan dan di ruang ganti, Abah Halil adalah sosok yang dihormati. Ia adalah orang yang memimpin doa bersama tim sebelum dan sesudah latihan. Bahkan saking respect-nya, pemain-pemain muda yang kini banyak menghuni skuad Persebaya akan salim dulu pada Abah Halil saat datang ke tempat latihan.

BACA:  Mat Halil Ikhlas Out dari Kompetisi

Sebelum bertanding dan sesudah bertanding, Abah Halil juga lah yang memimpin doa. Pernah suatu ketika, usai laga semifinal Piala Dirgantara melawan Persibo Bojonegoro, tim melakukan post-match briefing di ruang ganti yang juga diikuti oleh tim pelatih, pemain, jajaran manajemen termasuk Presiden Klub Azrul Ananda. Usai post-match briefing yang dipimpin langsung oleh Presiden Klub, Abah Halil tetap diminta untuk memimpin doa bersama. Itu menunjukkan bahwa seorang Presiden Klub pun menaruh hormat pada sosok Mat Halil.

Sosok Mat Halil juga merupakan seorang inspiratior tim. Saat Persebaya vakum, Abah Halil tetap setia bersama Persebaya, meski diselingi beberapa kali ikut latihan di klub lain. Oleh karena itu, Bonek pun begitu mencintai sosok seperti Abah Halil karena ia adalah bagian dari perjuangan Persebaya dan Bonek itu sendiri. Maka tak heran jika pada laga Homecoming Game beberapa waktu lalu, Mat Halil mendapatkan sambutan paling meriah dari Bonek ketika namanya dipanggil.

Dengan semua jasa dan sumbangan tenaga yang telah diberikan kepada Persebaya, Mat Halil memang sudah sepantasnya mendapatkan sebuah penghormatan. Tidak bisa ikut bertanding di lapangan bukan berati namanya akan “hilang” dari Persebaya. Posisi di tim pelatih bisa diberikan kepada Abah Halil. Kemampuan Abah Halil dalam menjaga kondisi fisik untuk tetap fit hingga usia 37 tahun tentu bisa ditularkan kepada pemain-pemain muda.

Atau, manajemen bisa memberikan kesempatan kepada Abah Halil untuk mengikuti kursus kepelatihan. Ilmu kepelatihan yang Abah dapat bisa digunakan untuk membina pemain-pemain muda Persebaya di masa depan.

Itu adalah beberapa rencana yang diwacanakan oleh teman-teman Bonek untuk Mat Halil. Namun sebelum itu semua dilaksanakan, sebuah laga testimoni khusus untuk Mat Halil sepertinya wajib digelar. Laga uji coba terakhir sebelum Liga 2 dimulai sekaligus laga perpisahan adalah sebuah wujud penghargaan dan salut yang setinggi-tingginya untuk sosok legenda yang begitu kita cintai.

Terimakasih Mat Halil… (rvn)