Azrul Bicara Pemasukan Tim dalam Bisnis Sepak Bola

EJ – Dalam video edukasi bisnis sepak bola ini, Presiden Persebaya Azrul Ananda menjelaskan darimana pemasukan tim berasal. Video ini adalah satu di antara empat video tentang bisnis sepak bola yang dibuat manajemen Persebaya. Kita simak penuturannya.

***

Kami sudah menyampaikan pemahaman dasar biaya sebuah tim sepak bola. Sekarang dari mana sebuah klub bisa mendapatkan pemasukan?

Pada dasarnya, sebuah klub bisa mendapatkan pemasukan dari:

Sponsor

Berapa nilai sponsor, tergantung pada nama besar tim, seberapa besar kota atau wilayah tempat tim itu berada, juga seberapa besar jumlah pendukungnya. Besar nilai juga bergantung pada program-program apa saja yang klub itu lakukan untuk meningkatkan exposure atau timbal balik bagi sang sponsor.Belum lagi analisis risiko, misalnya bagaimana tingkat keamanan dalam mensponsori yang bersangkutan.

Dalam sejarah, sebesar apa pun sebuah klub, sangat jarang ada sponsor utama yang memberi pemasukan lebih dari Rp 5 miliar semusim. Jadi, sangat-sangat jarang ada tim yang memiliki pemasukan sponsor di atas Rp 10 miliar semusim. Apalagi Rp 15 miliar semusim. Jadi untuk menggaji tim untuk satu musim saja tidak mungkin! Jangan heran kalau baju depan tim sepak bola Indonesia itu ramai dengan logo. Dan ingat, ada banyak logo belum tentu nilainya besar-besar dan mencukupi!

Apparel dan Merchandise

Banyak orang menganggap apparel dan merchandise itu bisa menjadi pemasukan besar bagi sebuah klub. Tapi ini bisa dibilang mitos. Logo merek terkenal belum tentu memberi penghasilan besar. Dari apparel dan merchandise, kalau bisa mendapatkan lebih dari Rp 1 miliar setahun, itu sudah luar biasa.Padahal, untuk jualan merchandise, butuh infrastruktur, modal, dan tim terpisah. Jadi ada biaya tambahannya lagi.

Belum lagi ada begitu maraknya merchandise yang tidak ofisial, yang sama sekali tidak memberikan income untuk tim. Ini beda dengan di liga-liga dunia yang maju, di mana apparel dan merchandise bisa menjadi pemasukan signifikan.

Subsidi Liga dan Hak Siar TV

Dari penyelenggara liga, sebuah klub bisa mendapatkan subsidi dan pembagian hak siar televisi. Nilainya sangat bervariatif. Tahun 2017 ini, untuk Liga 1 kabarnya Rp 7.5 miliar per klub. Sedangkan bagi klub Liga 2 hanya Rp 500 juta, plus tambahan kalau lolos dan juara. Kemudian juga ada pembagian hak siar televisi, yang nilainya sangat variatif. Untuk pemasukan jenis ini, sebuah klub tidak bisa menjadikannya sebagai pegangan hidup. Karena setiap tahun bisa berubah. Dan berdasarkan pengalaman masa lalu, kadang tidak dibayarkan!

Pemasukan Tiket

Karena nilai sponsor tidak mencukupi, apparel dan merchandise tidak bisa diandalkan, dan subsidi tidak boleh jadi pegangan, maka penjualan tiket pertandingan menjadi kartu Joker kehidupan sebuah klub. (*)

Sumber: Official Persebaya

Facebook Comments