Ujian Mental Persebaya ke Martapura di Tengah Badai Cedera

Rendi Irwan berusaha melewati pemain Madiun Putra. (Foto: Joko Kristiono/EJ)

EJ – Stadion Demang Lehman di Martapura, Kalimantan Selatan akan menjadi ujian kedua bagi Persebaya. Ujian pertama di kandang sendiri, Persebaya meraih hasil tidak maksimal setelah hanya mampu bermain imbang dengan Madiun Putra. Pada ujian berikutnya, Minggu (30/4) lusa, Persebaya sudah ditunggu sang tuan rumah, Martapura FC.

Tidak maksimal di ujian pertama, mau tidak mau Persebaya harus lebih baik di ujian kedua. Meski di atas kertas Persebaya dan Martapura FC memiliki kekuatan seimbang, namun tentunya bukan perkara mudah untuk bisa meraih poin di Demang Lehman. Martapura FC sendiri merupakan salah satu tim unggulan di Grup 5. Meski pada pekan pertama kalah dari PSIM Jogja, namun tim yang dilatih oleh Frans Sinatra Huwae jelas tak bisa diremehkan.

Jelang laga tandang menghadapi Martapura FC, situasi Persebaya tengah gamang menyusul badai cedera yang menghampiri di awal musim. Rachmat Afandi masih harus menjalani latihan terpisah pasca mendapatkan cedera di lutut kirinya. Penjaga gawang utama Persebaya, Dimas Galih dipastikan absen Minggu nanti karena masih dalam perawatan akibat terserang tifus. Terakhir, Yogi Novrian harus menepi karena menderita cedera engkel usai laga melawan Madiun Putra.

Situasi makin pelik karena Dimas dan Fandi adalah penghuni tim utama. Sementara Yogi adalah penyerang pelapis yang disiapkan untuk mem-back up Fandi. Tanpa Dimas, Fandi dan Yogi, Iwan Setiawan pun hanya memiliki 18 pemain yang siap untuk pertandingan melawan Martapura FC.

Krisis Pemain di Semua Lini, Mental dan Strategi Tim Benar-benar Diuji

Efek dari badai cedera yang menghampiri Persebaya terlihat nyata hampir di semua lini. Di lini depan, stok penyerang Green Force saat ini hanya tersisa Irfan Jaya saja. Dari hasil pekan pertama ketika ditahan imbang 1-1 oleh Madiun Putra, Persebaya terlihat sulit sekali menembus pertahanan lawan karena bermain tanpa penyerang murni. Irfan Jaya yang diplot menempati ujung tombak, belum bisa memberikan penampilan maksimal. Meski memiliki kecepatan dan eksplosivitas tinggi, namun kualitas finishing Irfan memang belum sebaik Rachmat Afandi. Masuknya Yogi pada babak kedua pun juga tidak mengubah keadaan. Yogi yang belum 100 persen fit, terlihat tidak bisa berbuat banyak.

Situasi pun kian buruk karena Yogi tak bisa ikut ke Martapura. Ditambah kondisi Oktavianus Fernando yang juga tidak fit, daya gedor Persebaya pun berpotensi kendur di kandang Martapura FC. Kini, harapan satu-satunya di posisi ujung tombak pun ada di pundak Irfan Jaya.

Menghadapi gaya main Martapura FC yang rapat dan tak segan bermain fisik, Irfan harus benar-benar bisa memaksimalkan potensi yang ia miliki. Kecepatan dan eksplosivitasnya dalam membuka ruang berpotensi untuk memecah konsentrasi pertahanan Martapura FC. Selain itu, bermain tidak maksimal di pekan pertama, Irfan punya kesempatan untuk membuktikan kapasitasnya sebagai penyerang utama Persebaya.

Absennya Oktafianus Fernando di laga melawan Martapura FC juga memberikan kesulitan lain bagi Persebaya. Ketika menghadapi Madiun Putra, Oktaf sebenarnya tampil cukup baik dengan banyak merepotkan pertahanan sisi kanan Madiun. Satu assist-nya pun berbuah gol lewat kaki Misbakhus Solikin. Tanpa Oktafianus, Siswanto bisa dimainkan di sayap kiri untuk membantu Rendi Irwan dan Kurniawan Karman dari lini kedua.

Nama Kurniawan Karman sebenarnya patut mendapat perhatian. Selain ia berpengalaman menghadapi Martapura FC, mantan pemain PSM Makassar itu juga memberikan impresi yang bagus pada debut resminya bersama Persebaya. Ditempatkan di sayap kanan, dua kali Kurniawan sukses mengirimkan umpan matang ke kotak penalti Madiun Putra. Sayangnya, karena saat itu serangan Persebaya terlalu berfokus di sisi kiri, maka peran Kurniawan pun tidak terlalu terlihat ke permukaan. Jadi pada laga menghadapi Martapura FC esok, Iwan Setiawan harus benar-benar bisa memaksimalkan peran Kurniawan Karman.

BACA:  Tiga Catatan Menarik Di Balik Kemenangan Persebaya Atas PSBI

Tak hanya di lini depan, imbas dari badai cedera yang menyerang Persebaya pun juga berdampak ke sektor penjaga gawang. Penjaga gawang utama Dimas Galih dipastikan absen di laga melawan Martapura FC karena terserang tifus setelah pertandingan melawan Madiun Putra. Sebagai pengganti Dimas, Persebaya mempunyai Miswar Syahputra dan Samuel Reimas. Miswar kemungkinan besar yang akan diturunkan mengingat kiper muda asal Aceh itu memiliki jam terbang lebih banyak dari Samuel.

Skuad inti yang terkesan compang-camping tentunya tak lantas membuat Persebaya inferior terhadap Martapura FC. Mental dan kesiapan pemain untuk bertanding akan memegang peran penting di laga nanti. Permainan mlempem seperti saat menghadapi Madiun Putra jelas tak boleh ditampilkan lagi. Bertandang ke Martapura adalah kesempatan bagi Persebaya untuk menebus penampilan buruk di Surabaya pekan lalu.

Bermain Sebagai Tim dan Hilangkan Ego Pribadi Pemain

Bermain di kandang sendiri, Martapura FC diprediksi akan bermain spartan. Frans Sinatra Huwae akan melakukan pendekatan permainan yang berbeda seperti saat jumpa PSIM, dimana mereka kalah dengan skor tipis 2-3. Ketika menghadapi PSIM, permainan Martapura FC sebenarnya tidak terlalu baik, namun juga tidak jelek-jelek amat. Bermain defensif, mereka bisa mencuri 2 gol memanfaatkan kelengahan pertahanan PSIM. Dua gol yang dicetak Martapura berasal dari serangan balik yang sifatnya sporadis, dan hanya dilakukan oleh 2-3 pemain saja. Namun strategi ini kemungkinan besar akan ditinggalkan oleh Martapura FC, mengingat mereka sedang mengejar kemenangan usai kalah di pertandingan pertama.

Melawan tuan rumah yang sedang bernafsu untuk menang bukanlah misi yang mudah bagi Persebaya. Selain harus mengutak-atik komposisi pemain terbaik untuk diturunkan saat menghadapi Martapura FC, Iwan masih punya pekerjaan rumah terkait taktik yang diterapkannya. Ketika menghadapi Madiun Putra, Iwan menerapkan defense counter untuk membuka ruang di pertahanan Madiun. Strategi itu pun gagal total karena lawan bermain rapat di garis bertahanan sendiri. Jadi, ada baiknya Iwan mengubah atau memodifikasi strategi defense counter.

Selain perlunya adaptasi strategi Iwan untuk menghadapi Martapura FC, hal lain yang sangat penting dan harus diingat oleh punggawa Persebaya adalah kesiapan mental. Bermain di kandang lawan, mental Rendi Irwan cs. akan benar-benar diuji. Pemain-pemain Persebaya harus bisa mengimplementasikan semangat pantang menyerah khas arek-arek Suroboyo di atas lapangan.

Selain harus siap secara mental, seluruh pemain pun harus bisa menghilangkan ego di atas lapangan. Ketika ditahan imbang Madiun Putra, pemain-pemain Persebaya kerap terlihat bermain individualis dan sering memaksakan untuk tetap membawa bola meski ada peluang untukĀ  memberikan umpan ke pemain lain. Sifat egois di atas lapangan inilah yang harus diredam. Ingat, nama pemain di belakang jersey tidak akan lebih besar dari lambang klub di depan jersey. Jika mereka bisa menjaga mental bertanding dan mampu keluar dari tekanan tuan rumah, maka misi mencuri poin di Martapura pun akan bisa terealisasikan. Semoga. (rvn)