Misbakhus Solikin, Penerus Trah Gelandang Berkualitas Persebaya

Misbakhus Solikin. (Foto: Joko Kristiono/EJ)

EJ – Sebagai seorang gelandang tengah, postur tubuh Misbakhus Solikin tampak kurang ideal. Tak kecil-kecil amat memang. Namun, keistimewaan pemain yang mengidolakan Xavi Hernandez ini memang bukan pada fisiknya.

Sama seperti idolanya, kelebihannya dalam mendistribusikan bola dari area sentral menjadikannya sebagai pemain kunci Persebaya. Umpan-umpannya terukur. Baik umpan pendek maupun panjang tak menjadi masalah baginya. Berasal dari kaki dan imajinasi dalam kepalanya inilah mayoritas serangan Persebaya dibangun.

Sejatinya, Solikin bukanlah nama asing di tubuh Persebaya. Bersama Evan Dimas, mereka berdua telah menjadi bagian dari tim senior Persebaya di kompetisi IPL 2013. Persis sesaat sebelum Persebaya ‘dimatisurikan’ oleh PSSI.

Berstatus pemain magang di tubuh Persebaya empat tahun lalu nampaknya dimanfaatkan betul oleh pemain yang karib disapa Mis ini. Di sana, Ia berkesempatan berlatih bersama dengan gelandang-gelandang senior Persebaya macam Taufiq dan Mario Karlovic pada saat itu.

Transfer ilmu dari seniornya terdahulu kini mulai menampakkan hasil. Permainannya pun sudah matang. Bola-bola pendek dengan tenang didistribusikannya. Umpan panjangnya pun terukur nan tajam. Membuat peran dan kontribusi darinya seolah tak tergantikan di tubuh Persebaya.

Tak hanya berperan sebagai pembagi bola, Solikin juga cukup produktif. Ketika barisan depan Persebaya tampil tanpa gairah di dua pertandingan awal Liga 2, tendangan jarak jauhnya menjadi opsi lain untuk merobek jala lawan. Seperti apa yang dia tampilkan pada pertandingan melawan Madiun Putra dan Martapura FC.

Kontribusi Solikin sejauh ini pun menjadikannya sebagai idola baru bagi Bonek. Terlebih, dirinya merupakan jebolan Al Rayyan yang merupakan salah satu dari tim di Kompetisi Internal Persebaya.

BACA:  Wonderkid Persebaya Rahmad Irianto Siap Bersaing Masuk Tim Inti

Jika sedikit menengok ke belakang, sudah menjadi tradisi di tubuh Persebaya memiliki gelandang lokal dengan kualitas jempolan. Beberapa nama terdahulu seperti Eri Irianto, Uston Nawawi, dan Taufiq silih berganti memegang tongkat estafet menjadi jenderal lapangan tengah dari Persebaya. Bahkan Timnas Indonesia sekalipun.

Tentu masih prematur memang membandingkan kemampuan Solikin dengan para seniornya tersebut. Namun, masih banyak waktu dan ruang bagi Solikin untuk terus berkembang mengasah talenta yang dimiliknya. Dibarengi dengan latihan dan kerja keras tentunya.

Kini, tongkat estafet pengatur serangan Persebaya tersebut berpindah di tangan Solikin. Mau tak mau, siap atau tidak, Solikin harus memegang tanggung jawab tersebut. Sebagai pemain yang lahir dari rahim Persebaya, tentu banyak dari Bonek yang berharap Solikin dapat berkontribusi maksimal untuk Persebaya hingga membawa tim besar nan sarat sejarah ini berjaya di era barunya ini.

Tanpa pelatih tambun dan banyak omong itu pastinya. (Ahmad Chaidir)