Bonek Menjawab Video Permintaan Maaf Iwan

Iwan Setiawan.

Sekian lama bersembunyi, bak menghilang dari peradaban pasca mengajak ribut dan memberikan hadiah jari tengahnya kepada Bonek, akhirnya “DPO” yang dicari-cari suporter Persebaya muncul dalam sebuah video berdurasi 3 menit 49 detik yang diupload ke YouTube dan 1 menit pada Instagram Persebaya.

Belum Ada 12 jam ketika tulisan ini dibuat, komentar di Instagram Persebaya sudah mencapai 1.200 lebih yang menandakan postingan yang berhubungan dengan Iwan Setiawan masih sangat sensitif. Karena bila melihat postingan yang lain, jarang ada yang menembus 100 komentar.

Mau sok meniru Jose Mourinho atau Iwan Bopeng sebenarnya sah-sah saja. Tapi ngaca dulu, Mourinho memberi prestasi dulu dan penuh strategi makanya psywar-nya berpengaruh. Sementara Iwan Setiawan, dari track record klub sebelumnya prestasi tidak ada. Srategi masih buram, rekrut pemain KKN asal kenal dikontrak, tes kesehatan (fisik maupun riwayat cedera) seakan diabaikan. Manajemen harusnya lebih mengontrol agar kasus Rachmat Afandi yang sekarang lagi hot tidak terulang lagi.

Kalau hanya modal omong, apalah arti lisensi pelatih anda. Eh, malah ngajak berantem suporter klub sendiri. Jika alasan frustasi gara-gara keputusan wasit di menit akhir dan tidak ada stok penyerang, saya rasa itu hanya kambing hitam. Karena pertandingan lawan Madiun United yang berakhir imbang, malah menyalahkan mental pemain bukan malah pasang badan. Padahal sebelumnya mulut pedas Iwan yang mengatakan Madiun hanyalah “Tim Kampungan”.

Mari kita tarik garis ke belakang. Saat Iwan diangkat jadi pelatih Persebaya, banyak yang meragukan, apalagi jika melihat track record. Namun di Piala Dirgantara, ia berhasil meraih prestasi. Sayangnya saat homecoming game, di hadapan puluhan ribu bonek di Stadion GBT, permainan tim sangat tidak jelas. Banyak sekali yang mengungkapkan kekecewaannya pada jagat dunia maya.

BACA:  Tiga Hari Tak Ikut Latihan Persebaya, Kemana Iwan?

Ketika akhirnya kalimat “Tim Kampungan” muncul, banyak yang mengkritisi agar manajemen mengerem mulut Iwan Setiawan. Akhirnya game yang berakhir imbang menjadi bumerang bagi Iwan yang terlalu sesumbar.

Puncaknya saat laga away pertama dan langsung ke luar pulau, banyak bonek yang berangkat ke Martapura dengan modal yang tidak sedikit. Ada yang menjual maupun menggadaikan barang miliknya. Atau berhutang dan berangkat menggunakan kapal laut karena modal yang terbatas. Tapi apa yang mereka dapatkan? Alih-alih 3 poin atau setidaknya permainan cantik, Bonek yang jauh-jauh awayday malah ditantang berkelahi dan diberi hadiah jari tengah oleh Iwan. Wow…

Terlepas chant “Iwan Out” yang dikumandangkan ketika tim akan memasuki bus, seharusnya Iwan bisa menahan diri. Namun mungkin karena wataknya memang begitu maka terjadilah.

Bahkan, Mourinho dengan prestasi dan nama besar saat di Chelsea dulu, sekalipun akhirnya minggat atau diusir, ia tidak pernah menyalahkan pemain ataupun kasih jari tengah ke suporter sendiri. Belajarlah dari Wenger yang hampir tiap musim selalu ada tuntutan “Wenger Out” dan dihina klub spesialis empat besar. Mana pernah ia kasih jari tengah?

Manajemen mungkin masih berpikir dengan biaya pesangon Iwan jika dipecat. Entah siapa orang manajemen yang merekomendasikan Iwan sebagai pelatih Persebaya. Saat ini pasti sedang ketar-ketir gara-gara rekomendasinya.

Kalau saya pribadi tetap menuntut “Iwan Out” demi Persebaya yang lebih baik. (*)

*) Penulis dengan twitter: @BukanPegawaiJP

Facebook Comments