PSIM vs Persebaya: Waspadai Sayap-Sayap Laskar Mataram!

Rendi Irwan. Foto: Joko Kristiono/EJ

EJ – Laga klasik dua tim penuh sejarah akan tersaji di Stadion Sultan Agung, Bantul, dalam lanjutan pekan kelima Liga 2, Kamis (18/5) tengah pekan ini. Tuan rumah PSIM Yogyakarta akan menjamu tamunya Persebaya Surabaya. Sebagai tuan rumah, PSIM ingin mengobati kekecewaan pendukungnya setelah pekan lalu kalah dari Madiun Putra. Kemenangan akan mendekatkan PSIM ke puncak klasemen sementara Grup 5. Sementara sang tamu Persebaya juga mengusung misi meraih poin dalam lawatannya ke Jogja. Tambahan poin memang sangat dibutuhkan Persebaya untuk menjaga jarak dengan tim-tim diatasnya.

Jelang laga nanti, Persebaya sedang dihinggapi tren positif setelah mampu meraih kemenangan atas Persepam MU pekan lalu. Sebuah kemenangan yang membuat punggawa Green Force kembali bersemangat setelah dalam dua pertandingan sebelumnya gagal menang. Asisten pelatih Persebaya, Ahmad Rosyidin yang untuk sementara kembali dipercaya menakhodai Rendi Irwan cs., pun terbukti mampu mengangkat moral tim sehingga penampilan Persebaya menjadi lebih menggigit.

Persebaya sendiri membawa 18 pemain dalam lawatannya ke kandang PSIM. Dua punggawa anyar Green Force, Rishadi Fauzi dan Mardiono yang menjadi kunci kemenangan Persebaya atas Persepam MU akan kembali menjadi andalan guna meraih poin. Kehadiran Fauzi dan Nono terbukti mampu memberikan warna baru di lini serang Persebaya.

Menghadapi PSIM yang dikenal agresif jika bermain di kandang, Ahmad Rosyidin diprediksi akan kembali menurunkan komposisi terbaik sama seperti ketika mengalahkan Persepam MU. Rishadi Fauzi akan mengisi pos penyerang tunggal Persebaya, didukung oleh Rendi Irwan dan Mardiono serta Kurniawan Karman dari lini kedua. Sementara untuk lini tengah, duet Misbakhus Solikin dan Sidik Saimima ditugaskan untuk menggalang serangan Green Force sekaligus menjaga kedalaman. Khusus sektor ini, perhatian akan tertuju pada Misba Solikin. Jenderal lapangan tengah Bajul Ijo itu sedang on fire karena dalam tiga pertandingan terakhir selalu mencetak gol.

Sedikit kendala ada di lini belakang. Hingga pertandingan ketiga melawan Persepam MU, lini belakang Persebaya belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Koordinasi bek-bek Green Force dinilai masih buruk. Rachmat Latief masih terlalu lamban dan belum mencapai kondisi terbaik. Sedangkan Abdul Azis mendapat sorotan karena kerap terlambat dalam membantu pertahanan dan sering kalah jika berduel fisik dengan penyerang lawan. Menghadapi situasi kurang ideal di lini belakang, Ahmad Rosyidin harus bisa menemukan solusinya. Apalagi, sang tuan rumah PSIM memiliki duet sayap agresif dalam diri Rangga Muslim dan Dicky Prayoga. Bersama Hendika Arga yang menempati posisi gelandang serang, Dicky dan Rangga akan banyak beroperasi dari lini kedua guna memberikan support untuk penyerang tunggal Engkus Kuswaha.

Lini Belakang Harus Disiplin, Waspadai Kecepatan Rangga-Dicky

PSIM memang tahu benar caranya memaksimalkan laga kandang. Pada dua partai kandang di SSA sebelumnya, PSIM selalu menang dan berhasil mencetak dua gol atau lebih. Di pekan pertama, Laskar Mataram berhasil mengalahkan Martapura FC dengan skor 3-2. Tiga gol PSIM kala itu disumbangkan oleh Engkus Kuswaha (32’), Dicky Prayoga (57’) dan pemain pengganti Krisan Adi menit ke-83. Kemudian pada laga home kedua PSIM, Engkus Kuswaha dkk. menaklukkan Persinga Ngawi lewat dua Engkus Kuswaha (29’) dan Krisna Adi (72’).

BACA:  Anthem Persebaya dan PSIM Berkumandang Sebelum dan Sesudah Laga

Hingga pekan keempat, rekor pertandingan PSIM adalah dua kali menang dan dua kali kalah. Dua kekalahan PSIM semuanya terjadi di kandang lawan. Itu artinya, PSIM benar-benar tampil sangat maksimal di Sultan Agung. Catatan tambahan, pemain-pemain PSIM juga sangat agresif di separuh akhir babak kedua. Tiga dari empat match yang sudah dijalani PSIM, mereka sudah mencetak tujuh gol. PSIM tidak mencetak gol hanya pada saat kalah dari Persatu di Tuban. Ketika kalah dari Madiun Putra di Stadion Wilis, PSIM bahkan mampu mencetak dua gol, dimana dua gol tersebut dicetak di 20 menit terakhir jelang pertandingan usai. Jika dirinci, PSIM sudah mencetak empat gol dalam range waktu antara menit ke-70 hingga 90. Ini tentunya sebuah warning bagi lini belakang Persebaya. Lini belakang Persebaya sendiri memang tengah dalam sorotan, dimana gawang Bajul Ijo sudah kebobolan tiga gol yang terjadi pada menit 70 keatas. Melawan PSIM yang agresif di separuh akhir babak kedua, coach Ahmad Rosyidin pun harus memutar otak untuk membendung agresifitas Laskar Mataram.

Selain harus bermain disiplin, pada laga nanti lini belakang Persebaya harus mewaspadai duet sayap PSIM, Rangga Muslim dan Dicky Prayoga. Keduanya, bersama Hendika Arga di pos gelandang serang, merupakan motor serangan Laskar Mataram. Serangan PSIM akan banyak dibangun dari sisi kedua sayap dimana Rangga dan Dicky beroperasi. Rangga akan memulai pertandingan dari sayap kiri, sementara Dicky akan mencecar lawan dari sayap kanan. Keduanya pun juga sangat aktif dalam bertukar posisi untuk membingungkan lini belakang lawan.

Selain dua sayap lawan yang harus diwaspadai, pemain-pemain Persebaya juga harus menaruh perhatian kepada Krisna Adi. Penyerang muda tersebut merupakan “kartu joker” milik PSIM. Dua gol sudah dikoleksi Krisna Adi, dan keduanya dia cetak ketika bermain dari bangku cadangan. Besar kemungkinan Krisan Adi baru akan dimasukkan ketika lini depan PSIM mengalami situasi deadlock.

Laga di SSA pastinya tidak akan mudah. PSIM diprediksi akan mengambil inisiatif serangan. Menghadapi lawan yang agresif menyerang, Persebaya harus bisa memanfaatkan celah di lini belakang PSIM. Kecepatan Mardiono dan Kurniawan Karman serta kemampuan Rishadi Fauzi untuk membuka ruang harus benar-benar dioptimalkan dalam laga ini. Kemudian di sektor belakang, bek-bek Persebaya harus meningkatkan level permainan jika tidak ingin menjadi bulan-bulanan sayap-sayap Laskar Mataram. (rvn)

Prakiraan Susunan Pemain PSIM vs Persebaya

PSIM (4-2-3-1) : Tito Rama (PG); Said Marjan, Edo Pratama, Achmad Taufik, Diaz Bayu (B); Pratama Gilang, Raymond; Rangga Muslim, Hendika Arga, Dicky Prayoga (T); Engkus Kuswaha (D)

Persebaya (4-2-3-1) : Dimas Galih (PG); Abdul Azis, Andri Muliadi, Rachmat Latif, Abu Rizal (B); Sidik Saimima, Misbakhus Solikin; Mardiono, Rendi Irwan, Kurniawan Karman (T); Rishadi Fauzi (D)