Evaluasi Lini Per Lini Persebaya vs PSIM

Pertandingan antara PSIM vs Persebaya. Foto: Nova for EJ.

Akhirnya pertandingan PSIM vs Persebaya telah usai. Laga yang sempat dihantui masalah ijin keamanan buntut dari perilaku buruk Bonek di masa lalu nyatanya berakhir kondusif. Meskipun keputusan akhir dari pihak keamanan melarang Bonek untuk hadir di stadion, mereka tetap berangkat dan rela melepas atribut demi mengawal Persebaya awayday ke Jogja.

Jadwal pertandingan sendiri mengalami tarik ulur yang semula akan kick-off pukul 18.30 WIB (Prime Time) karena nama besar Persebaya yang diyakini mampu meningkatkan rating siaran langsung akhirnya dimulai pukul 15.00 WIB sesuai slot tayangan langsung TV One. Lagi-lagi pemegang hak siar seakan menjadi ‘dewa’ dalam persepakbolaan Indonesia musim ini walaupun awalnya pihak keamanan ngotot untuk tetap main pukul 14.00 WIB.

Sekarang mari fokus ke pertandingan, secara keseluruhan tuan rumah memegang kendali pertandingan, baik dari segi tendangan maupun ball possesion. Walaupun Persebaya mampu mencuri gol duluan berkat tendangan Rishadi Fauzi pada menit ke 26 hasil kerjasama dengan Mardiono. Namun setelah itu, PSIM seakan tidak mau malu di depan publik sendiri terus mengurung pertahanan Bajul Ijo dan akhirnya berbuah hasil oleh sontekan Engkus pada menit ke 61.

Evaluasi:

Lini Belakang

Seperti ulasan EJ sebelum pertandingan, di mana sayap sayap PSIM sangat berbahaya terbukti. Duet bek sayap Persebaya seakan kehilangan arah dengan serangan bertubi tubi yang dominan melalui kedua sayapnya. Sangat beruntung Abdul Azis dan Abu Rizal masing-masing hanya mengantongi satu kartu kuning. Karena setelahnya, Abu Rizal sendiri berulang kali melakukan pelanggaran yang menurut saya layak mendapat kartu kuning kedua.

Sektor belakang selalu menjadi sorotan utama pada setiap laga yang dilakoni Persebaya, apalagi rekor tidak pernah clean sheet tetap terjaga dengan kebobolan 5 gol dalam 4 laga.

BACA:  Menerka Kekuatan “Calon Lawan” Persebaya di Divisi Utama 2017

Lini Tengah

Untuk laga kali ini, lini tengah cukup baik tapi terlalu terburu-buru dalam melepaskan bola ke lini depan mengakibatkan bola yang susah payah direbut akhirnya jatuh kembali ke penguasaan PSIM. Sama dengan laga sebelumnya melawan Persepam di GBT, kemampuan mengatur tempo lini tengah Persebaya tidak terlihat. Semoga kedepannya lebih mampu mengatur tempo, karena dengan begitu stamina tim akan sedikit terbantu. Cobalah untuk memberikan umpan tarik ke tengah kotak penalti, karena selalu ada lini kedua yang membantu tapi bola selalu dipaksakan untuk ditendang langsung ke gawang walaupun posisi tidak menguntungkan.

Lini Depan

Duet pemain dari klub liga 1, Rishadi Fauzi dan Mardiono, membuktikan kualitas mereka meski baru bergabung dalam dua laga terakhir. Sosok keduanya seakan tidak tergantikan dalam starting line-up Persebaya.

Final

Terlepas dari segala drama pada penghujung pertandingan dan banyak hal yang mengecam hal tersebut, menurut saya itu tidak lebih dari sekedar strategi untuk menghilangkan momentum tim lawan yang berusaha memburu gol kemenangan. Meskipun sebagai penikmat pertandingan hal tersebut merupakan hal yang saya benci apalagi bila anda adalah pendukung tim lawan.

Persebaya sudah cukup beruntung bisa membawa pulang 1 poin dalam lawatannya ke jogja kali ini. Jadi untuk para pendukung, belajarlah untuk memberi kritik bukan sekedar cacian. Karena yang terjadi tidak bisa diulang kembali, yang bisa hanya diperbaiki pada laga berikutnya.

Serta masalah stamina yang sepertinya masih akan terus menghantui. Wajib hukumnya tim pelatih memanfaatkan break satu bulan yang sebentar lagi tiba untuk menggenjot stamina pemain. Meski terkesan jahat karena pemain juga menjalankan ibadah puasa, hanya itu satu-satunya kesempatan untuk memperbaiki stamina pemain atau jangan lagi bermimpi untuk lolos ke Liga 1. (*)

*) Penulis dengan akun twitter @BukanPegawaiJP