Penguasaan Tempo, Kunci Kemenangan Persebaya

Rendi Irwan tampil cantik lawan Persatu. Foto: Joko Kristiono/EJ

EJ – Persebaya berhasil meraih hasil maksimal pada laga kandang menghadapi Persatu Tuban, Kamis (6/7) malam. Muhammad Syaifuddin dan Rishadi Fauzi menjadi pahlawan berkat gol-gol yang mereka sarangkan ke gawang Laskar Ronggolawe. Sebuah kemenangan yang untuk sementara mengantarkan Green Force ke puncak klasemen Grup 5. Kemenangan dengan skor meyakinkan ini juga menjadi sebuah awal yang bagus bagi nakhoda baru Persebaya, Alfredo Vera.

Alih-alih menggunakan skema 4-3-3 yang kerap dimainkan pada dua laga uji coba sebelumnya, Alfredo Vera memainkan formasi 4-2-3-1 pada pertandingan menghadapi Persatu. Minus Sidik Saimima yang harus absen karena cedera ringan saat latihan, Alfredo Vera mengubah komposisi starting eleven Persebaya. Perubahan paling mencolok ada di lini belakang. Pada laga ini, Alfredo merombak duet center back Persebaya. Pelatih asal Argentina tersebut memarkir Rachmat Latief dan Andri Muliadi. Sebagai gantinya, M.Syaifuddin diberi kepercayaan mengisi starting eleven. Pemain bernomor punggung 4 itu berduet dengan debutan Rachmat Irianto di sentral pertahanan Persebaya. Perubahan yang cukup berani oleh Alfredo mengingat Rian dan Syaifuddin baru sekali bermain bersama, tepatnya pada laga uji coba kontra PSIS Semarang di masa pramusim. Untuk posisi full back, Alfredo tetap mempercayakan pada Abu Rizal “Rodeg” dan Abdul Azis.

Sementara di sektor tengah Misbakhus Solikin ditemani Muhammad Hidayat sebagai duet gelandang tengah. Pada departemen penyerangan dipimpin oleh kapten Rendi Irwan, dibantu oleh Kurniawan Karman di kanan serta Oktafianus Fernando di kiri. Mereka bertiga bertugas menyuplai bola untuk Rishadi Fauzi yang berdiri sendiri di depan.

Bermain di kandang sendiri, Persebaya langsung mengambil kendali permainan. Di paruh pertama laga, serangan Persebaya lebih banyak berpusat di sisi kiri atau rusuk kanan pertahanan Persatu, area dimana Oktafianus Fernando beroperasi. Ofan benar-benar bermain maksimal pada laga ini. Keberaniannya dalam melakukan tusukan dan memecah konsentrasi lini pertahanan Persatu patut diacungi jempol. Kombinasinya dengan Rendi Irwan yang bermain free role dari lini kedua berkali-kali membuat situasi berbahaya di area pertahanan Persatu.

Bajul Ijo membuka peluang di menit ke-13 ketika umpan lambung Rendi dari dalam kotak penalti tepat menemui Rishadi Fauzi. Namun sayang, sundulan Rishadi masih bisa diamankan kiper Persatu, Fajar Setiabudi. Setelah berkali-kali menggempur lini pertahanan Persatu, Persebaya membuka skor di menit 20. Tendangan penjuru Kurniawan Karman berhasil membuat kemelut di depan gawang Fajar Setiabudi. Bola liar berhasil disambar M. Syaifuddin yang ikut merangsek ke kotak penalti lawan. Tendangan keras Syaifuddin berhasil merobek gawang Persatu. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Pada babak kedua, Persatu mencoba mengimbangi permainanan tuan rumah. Di paruh kedua ini, penguasaan bola menjadi lebih berimbang. Pelatih Persatu, Edy Sudiarto pun memasukkan Wirahadi Kusuma di babak kedua untuk menambah sengatan lini depan Laskar Ronggolawe. Terus mendapat tekanan, Persebaya justru berhasil menambah keunggulan pada menit ke-64. Lagi-lagi lewat skema bola mati, tendangan sudut Misbakhus Solikin berhasil diselesaikan oleh Rishadi Fauzi lewat sebuah tandukan yang sangat akurat dan bertenaga. Gol ketiga Rishadi dalam tiga laga terakhir memperlebar keunggulan Bajul Ijo. Hingga laga usai, skor 2-0 untuk tuan rumah tetap bertahan.

Penguasaan Tempo Permainan Jadi Kunci Kemenangan Persebaya

Penekanan Alfredo Vera agar pemain-pemain Persebaya lebih bisa mengatur tempo permainan sangat jelas terlihat pada laga kontra Persatu. Sebelumnya Alfredo memang sempat mengungkapkan bahwa masalah yang ada pada Persebaya adalah tempo, dimana para pemain bisa kencang di babak pertama, tapi kedodoran di 45 menit kedua.

BACA:  Goodbye G10N, Welcome GDS

Di tangan Alfredo Vera, serangan-serangan Persebaya lebih terorganisir dan tak lagi hanya sekadar sporadis. Pemain pun lebih berani dan bersabar menguasai bola. Menghadapi Persatu, duet gelandang tengah yang dihuni Muhammad Hidayat dan Misbakhus Solikin berperan maksimal dalam mengatur tempo permainan. Misba menjadi pemain yang bertugas menjaga kedalaman sekaligus mengalirkan bola dari belakang ke depan. Sementara Hidayat berperan sebagai breaker dan pemutus alur serangan lawan.

Kemampuan pemain Persebaya untuk lebih menguasai tempo membuat permainan Green Force menjadi cukup stabil selama 2×45 menit. Di babak pertama, penguasaan bola Persebaya mencapai 62 persen dan sukses menciptakan 7 peluang, 4 diantaranya mengarah tepat ke sasaran. Keberhasilan duet Misba-Hidayat dalam menguasai lini tengah membuat Rendi Irwan bisa benar-benar fokus mengkreasi serangan. Sedikit kelemahan Persebaya yang masih menjadi bahan eksploitasi lawan adalah posisi full back. Entah mengapa pada laga kontra Persatu kemarin Abu Rizal “Rodeg” tak selugas seperti biasanya. Sementara Abdul Azis masih memiliki problem kerap terlambat menutup ruang di sisi kiri pertahanan Persebaya.

Masih buruknya transisi dari menyerang ke bertahan yang terjadi pada dua full back Persebaya berhasil dimanfaatkan oleh sayap-sayap Persatu. Menit ke-37, Persatu nyaris menjebol gawang Dimas Galih ketika mereka membangun sebuah serangan balik cepat melalui kaki bek kanan Yadi Hadityar. Umpan cutback Yadi berhasil disambar Agung Suprayogi tepat di depan gawang Dimas. Untungnya bola sempat mengenai badan Abu Rizal “Rodeg” sehingga bergulir tipis di sisi kiri gawang Persebaya. Di babak kedua pun nyaris sama. Serangan-serangan cepat punggawa Laskar Ronggolawe melalui rusuk kanan-kiri pertahanan Persebaya mampu membuat lini belakang Green Force kelabakan. Celah-celah kelemahan seperti inilah yang harus segera diperbaiki oleh Persebaya.

Meski lini belakang Persebaya masih sedikit mengkhawatirkan, namun ada secercah harapan dari sektor pertahanan Bajul Ijo. Malam itu, laga kontra Persatu Tuban, anak muda berusia 17 tahun bernama Rachmat Irianto tampil eksepsional pada partai debutnya bersama Persebaya. Berduet dengan M. Syaifuddin, Rian tampil lugas mengawal pertahanan Bajul Ijo sehingga Persebaya berhasil mencatatkan cleansheet untuk pertama kalinya di liga. Pada laga menghadapi Persatu, Rian mencatatkan 7 clearance, 3 interceptions, 2 succesful tackles dan 4 kali memenangi duel udara. Sebuah catatan statistik yang membuat Rian menjadi pemain Persebaya dengan rapor terbaik pada pertandingan kontra Persatu Tuban.

Secara keseluruhan, Alfredo Vera berhasil memberikan sentuhan skema permainan yang cukup impresif pada pertai pertamanya bersama Persebaya. Penguasaan tempo serta proses build-up serangan Persebaya menjadi lebih tertata rapi. Mengingat lawan yang dihadapi pun juga tampil baik, kemenangan atas Persatu di GBT malam kemarin merupakan sebuah momentum untuk terus bermain lebih baik. Memang, masih ada beberapa poin yang harus diperbaiki, seperti transisi menyerang ke bertahan, serta efektifitas dalam menyelesaikan peluang. Repetisi menu latihan bisa menjadi solusi untuk beberapa kelemahan tadi. Dan yang jelas, semua punggawa Persebaya wajib menjaga konsentrasi dan performa pada titik tertinggi karena lawan-lawan Bajul Ijo berikutnya sudah menunggu. Keep up the good work, boys! (rvn)