Tiga Catatan Menarik Di Balik Kemenangan Persebaya Atas PSBI

Pemain-pemain Persebaya merayakan gol kemenangan atas PSBI Blitar yang dicetak oleh Misbakhus Solikin. (Foto: Ervan Tria/EJ)

EJ – Persebaya kembali melanjutkan tren positif dengan meraih kemenangan atas PSBI Blitar dalam partai tunda pekan ketiga Liga 2 Grup 5 yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Selasa (11/7). Skor tipis 1-2 bagi kemenangan Persebaya membuat Green Force untuk sementara kembali memuncaki klasemen Grup 5 dengan raihan 11 poin. Jumlah poin Persebaya kini sama dengan poin PSIM Jogja, tetapi Rendi Irwan dkk. unggul jumlah selisih gol. Dua gol Persebaya disumbangkan oleh duet gelandang tengah, Muhammad Hidayat dan Misbakhus Solikin. Sedangkan gol PSBI tercipta melalui tendangan bebas cantik Luxy Ariawan.

Meraih dua kemenangan beruntun, momentum kebangkitan Persebaya pun terus dijaga oleh punggawa-punggawa Green Force. Kemenangan atas PSBI Blitar yang pada laga kemarin berstatus tuan rumah diraih melalui cara yang tidak mudah. Tanpa kehadiran Bonek secara langsung di dalam stadion, sedikit banyak berpengaruh pada daya juang pemain di lapangan. Apalagi, sang lawan pun menerapkan permainan yang cukup keras. Namun dengan semangat pantang menyerah, skuad Persebaya mampu keluar dari tekanan untuk meraih poin maksimal di Stadion Sultan Agung. Kemenangan Persebaya atas PSBI tak hanya berbuah tiga poin dan kembali ke puncak klasemen. Namun laga kemarin juga memunculkan beberapa catatan menarik yang ditorehkan oleh Persebaya.

1. Pemain-pemain Persebaya Mulai Bisa Menjalankan Game Plan yang Diterapkan Alfredo Vera

Kehadiran sosok Angel Alfredo Vera benar-benar memberikan nuansa baru terhadap gaya main Persebaya. Sempat kehilangan identitas permainan di dua pertandingan awal musim, Persebaya mulai menunjukkan performa menanjak ketika memasuki pertandingan ketiga. Meraih empat poin dibawah arahan caretaker Ahmad Rosyidin, Rendi Irwan cs. kemudian melanjutkan tren positif dibawah nakhoda Alfredo Vera.

Bagi penggemar Persebaya yang mendambakan tim kesayangannya memainkan sepakbola menyerang nan agresif dengan serangan-serangan bergelombang, mungkin akan sedikit kecewa dengan gaya main Persebaya ditangan Alfredo Vera. Pasalnya, ditangan pelatih asal Argentina tersebut pemain-pemain Persebaya berani lebih lama menguasai bola dan tak terburu-buru menggempur pertahanan lawan lewat serangan-serangan sporadis. Keinginan Vera agar pemain bisa menguasai tempo bisa diterjemahkan secara baik di atas lapangan. Penguasaan tempo yang diinginkan Vera bertujuan agar pemain-pemain Persebaya tak cepat “kehabisan bensin”.

Hasil dari penguasaan tempo seperti yang diinginkan Vera adalah build-up serangan Persebaya yang menjadi lebih tertata rapi. Permainan Persebaya saat ini memang cenderung lambat, karena pemain berani memegang bola lebih lama. Namun di sisi lain, serangan Persebaya menjadi lebih skematis dan efektif. Tak hanya itu saja, peluang dari bola mati atau set piece kini benar-benar dimanfaatkan secara maksimal oleh pemain-pemain Persebaya. Tiga dari empat gol Persebaya dalam dua pertandingan terakhir tercipta lewat sebuah skema bola mati yang sepertinya sudah kerap dilakukan saat latihan. Sedikit catatan terkait skema permainan Persebaya adalah pemain-pemain harus meningkatkan akurasi umpan mereka, serta memperbaiki transisi dari menyerang ke bertahan.

2. Duet Lini Tengah Misba-Hidayat Semakin Padu

Cederanya Sidik Saimima sempat menimbulkan kekhawatiran bakal ada lubang di sektor tengah Persebaya. Namun, absennya Saimima ternyata bisa di-cover secara maksimal oleh Muhammad Hidayat. Sempat dikritik habis-habisan pada pertandingan pertama kontra Madiun Putra, Hidayat menjawab kritikan itu dengan penampilan enerjik di dua pertandingan terakhir menghadapi Persatu dan PSBI. Tanda-tanda bahwa Hidayat mulai menunjukkan progress permainan sudah terlihat pada laga Anniversarry Game menghadapi Persik Kediri, dimana ia menjadi starter.

Dipasangkan dengan jenderal lapangan tengah Bajul Ijo, Misbakhus Solikin, Hidayat mampu berkolaborasi apik bersama Misba. Determinasi dan kengototan Hidayat di lini tengah sangat efektif dalam memutus serangan lawan. Karena tugasnya sebagai pemutus alur serangan lawan, maka tak heran jika pemain bernomor 96 itu menjadi pemain yang paling sering melakukan pelanggaran terhadap lawan dalam satu pertandingan. Dengan Hidayat sebagai rekan duetnya, Misba pun kini bisa berkonsentrasi dalam mengatur tempo dan membagi bola ke sektor depan maupun kedua sayap.

BACA:  Tanpa Rian, Bagaimana Komposisi Bek Tengah Persebaya?

Menanjaknya penampilan Muhammad Hidayat disaat Sidik Saimima cedera pun memunculkan pertanyaan menarik. Jika Sidik Saimima sudah kembali fit, apakah Alfredo Vera akan mengubah komposisi duet gelandang tengah? Atau ia akan memainkan skema tiga gelandang dengan menggeser Rendi Irwan ke posisi sayap? Menarik untuk ditunggu jawabannya.

3. Alfredo Vera Bisa Memaksimalkan Potensi Pemain

Selain memberikan sentuhan baru terhadap gaya main Persebaya, Alfredo Vera juga piawai dalam memaksimalkan potensi pemain yang ada. Selain Muhammad Hidayat yang terus menunjukkan peningkatan performa, pemain-pemain lain seperti M. Syaifuddin, Abdul Azis, M. Irvan, Oktafianus Fernando dan Irfan Jaya pun perlahan mampu menemukan bentuk permainan terbaik dibawah asuhan Vera.

Dipercaya menjadi starter untuk pertama kalinya pada laga melawan Persatu, M. Syaifuddin menjawab kepercayaan itu dengan sebuah penampilan solid di jantung pertahanan Persebaya. Torehan satu gol saat menghadapi Persatu juga menjadi nilai plus bagi bek asli Surabaya tersebut. Ia pun melanjutkan performa apik pada laga kemarin menghadapi PSBI. Sementara M. Irvan tampil cukup baik saat diturunkan mengisi posisi Abdul Azis yang harus absen akibat akumulasi kartu pada pertandingan menghadapi PSBI. Sempat grogi di awal laga, pemain yang akrab disapa Ambon itu mampu menunjukkan potensi besarnya sebagai calon bek kiri masa depan Persebaya.

Polesan tangan dingin Alfredo Vera pun juga berimbas pada penampilan Irfan Jaya serta Oktafianus Fernando. Pada laga kontra PSBI kemarin, Irfan diturunkan pada pertengahan babak pertama menggantikan Kurniawan Karman yang cedera. Pada pertandingan tersebut, Irfan tak lagi egois dalam membawa bola. Ia tahu kapan harus men-dribble bola melewati lawan dan kapan harus mengirim umpan kepada rekannya. Irfan pun menorehkan satu assist untuk gol M. Hidayat.

Sementara itu, Oktafianus “Ofan” Fernando merupakan pemain dengan progress paling menonjol semenjak kedatangan Alfredo Vera. Dibawah asuhan Vera, Ofan diplot mengisi posisi sayap kiri. Ofan pun seperti sedang di-Boaz Solossa-kan oleh Vera. Pemain bernomor punggung 8 itu kerap merusak konsentrasi pertahanan lawan dengan melakukan cut inside untuk menembus kotak penalti. Satu tusukan Ofan ke area pertahanan PSBI pada laga kemarin pun berbuah pelanggaran di dalam kotak penalti lawan. Jika terus diberi menit bermain yang cukup, niscaya kemampuan Ofan sebagai winger eksplosif akan terus meningkat. Catatan untuk Ofan adalah ia harus bisa meredam emosinya yang masih gampang meledak-ledak.

Tren positif yang kini menghampiri Persebaya tentunya akan semakin meningkatkan kepercayaan diri para pemain. Apalagi, seluruh punggawa Persebaya kini sedang semangat-semangatnya dalam menghadapi setiap pertandingan. Dengan dukungan Bonek yang tak kenal lelah dan selalu menyertai dimanapun Persebaya berlaga, maka tren positif dan momentum kebangkitan yang sedang menghampiri Persebaya harus terus dijaga. Satu hal yang harus diingat adalah agar para pemain dan internal tim tidak cepat berpuas diri dengan capaian saat ini karena perjalanan Persebaya di Liga 2 masih panjang. (rvn)