Pak Polisi, Jangan Usir Bonek dari Ngawi

Dear Pak Polisi,

Bonek tahu jika pertandingan antara Persinga melawan Persebaya digelar tanpa penonton. Kami tidak akan memaksa untuk masuk ke Stadion Ketonggo, tempat berlangsungnya pertandingan. Namun tak ada larangan buat Bonek yang ingin berdiri di luar stadion atau pun mengunjungi Ngawi untuk nonton bareng di beberapa spot yang disediakan panpel.

Jadi jika bapak mengerahkan pasukan untuk mencegah kami memasuki Ngawi, tentu hal yang aneh. Apa salah kami? Apakah karena Bonek terlanjur di-stigma negatif sehingga bapak membuat kebijakan untuk mengusir kami dari Ngawi? Jika iya, ini sangat-sangat absurd.

Bonek bukanlah penjahat yang bisa diperlakukan seperti ini. Memang kami akui jika di masa lalu, Bonek sering berbuat salah dengan melakukan hal-hal yang tidak terpuji. Namun kini Bonek punya kesadaran untuk berubah.

Lihatlah saat kami menggelar demo-demo saat Persebaya masih dimatikan federasi. Apakah kami selalu berbuat rusuh di kota-kota yang kami lalui? Beberapa kali kami melakukan demo di Surabaya dan tak satupun kota ini rusuh gara-gara aksi kami.

Beberapa kali Bonek mengunjungi kota-kota seperti Jakarta dan Bandung menuntut hak kami. Namun, kota-kota itu masih aman-aman saja meski ribuan Bonek berada di sana dalam beberapa hari.

Memang kami akui ada satu dua orang Bonek yang masih melakukan tindakan tak terpuji seperti melakukan tindakan kriminal. Namun itu hanya sebagian kecil dari kami. Kami juga tidak akan membela Bonek yang kedapatan berbuat kriminal. Kami serahkan sepenuhnya kepada kepolisian jika mendapati orang-orang seperti itu. Bukankah itu tugas kepolisian memproses orang-orang yang berbuat kriminal? Tapi jangan usir kami yang mempunyai niat mendukung Persebaya.

Tujuan kami ke Ngawi hanya satu: mendukung Persebaya. Biarkan kami bernyanyi di sekitaran stadion seperti saat kami mendukung Persebaya dari luar Stadion Sultan Agung, Bantul. Itu sudah cukup bagi kami. Biarkan nyanyian kami membakar semangat para pemain.

Mungkin bagi bapak apa yang kita lakukan sungguh aneh. Tidak pak. Kami sudah terbiasa memberi dukungan kepada Persebaya bahkan saat klub kami sedang mati suri. Jangankan ke Ngawi, ke ujung dunia pun, Bonek akan datang mendukung Persebaya.

Kami tak ingin berkonfrontasi dengan siapa pun karena Bonek seneng seduluran. Bonek suka berteman dengan siapapun. Cobalah tanya teman-teman Pastimania yang notabene pendukung Persinga. Apakah ada masalah di antara kami? Tanya juga bagaimana arti kesetiaan Bonek kepada Persebaya.

Bonek dan Persebaya adalah satu entitas yang tak terpisahkan. Dan orang akan menilai jika bapak masih saja berusaha memisahkan Bonek dengan Persebaya. (*)