Respon Positif dan Ketenangan Hasilkan Tiga Poin di Madiun

Starter Persebaya vs Madiun Putra. Foto: Adam for EJ.

EJ – Persebaya kembali ke trek kemenangan usai mengalahkan tuan rumah Madiun Putra FC, pada pertandingan yang digelar di Stadion Wilis, Madiun, Kamis (20/7) malam kemarin. Sempat tertinggal melalui gol kapten tuan rumah, Asmar Abu, di penghujung babak pertama, Persebaya mampu membalikkan keadaan berkat gol Yogi Novrian dan eksekusi penalti Musbakhus Solikin. Sebuah kemenangan yang untuk sementara kembali mengantar Bajul Ijo ke pucuk klasemen Grup 5, sekaligus memperpanjang rekor unbeaten Persebaya ditangan Alfredo Vera.

Sama seperti dua laga cukup berat yang dilakoni Persebaya sebelumnya, kemenangan atas Madiun Putra diraih dengan cara yang tidak mudah. Badai cedera yang menghampiri skuad Green Force sempat menimbulkan kekhawatiran akan berpengaruh kepada performa Persebaya di atas lapangan. Namun berkat taktik jitu Alfredo Vera dan semangat tinggi para pemain untuk mepersembahkan kemenangan bagi ribuan Bonek yang memenuhi lebih dari separuh kapasitas Stadion Wilis, Persebaya pun berhasil meraih poin penuh dalam lawatannya ke kandang Madiun Putra.

Dominasi Lini Tengah Sejak Menit Pertama

Tampil di kandang lawan, Persebaya justru langsung mendominasi jalannya pertandingan sejak menit pertama. Pada laga ini, Alfredo Vera mengubah skema dasar 4-2-3-1 menjadi 4-3-3. Sebuah pilihan formasi agresif yang terbilang berani mengingat Persebaya bermain di kandang lawan. Alfredo pun seolah melihat peluang untuk memenangkan pertandingan karena menyadari tuan rumah sedang dalam tren negatif. Untuk itulah, pelatih asal Argentina itu berani menginstruksikan pemain-pemainnya agar langsung mengambil inisiatif serangan begitu peluit tanda kick-off dibunyikan.

Dalam laga ini, Alfredo Vera membuat perubahan terhadap komposisi starting eleven Persebaya. Di sektor pertahanan, Abdul Azis kembali menjadi starter, menemani M. Syaifuddin, Andri Muliadi dan M. Irvan. Bukan sebagai bek kiri, tapi Alfredo mengembalikan Azis ke posisi favoritnya, bek kanan. Sebuah perubahan yang terbukti membuat Azis tampil lebih nyaman dan taktis. Sementara di sektor tengah, trio gelandang dipercayakan kepada M. Hidayat, Abu Rizal Maulana dan Misbakhus Solikin. Pergantian komposisi pemain juga terjadi di lini depan. Yogi Novrian masuk mengisi posisi sayap kiri, melengkapi tridente lini serang bersama Rishadi Fauzi dan Irfan Jaya.

Kunci dominasi Persebaya sepanjang babak pertama terletak pada permutasi gerak dan pembagian peran tiga gelandang yang diisi Hidayat, Rizal “Rodeg”, dan Misba. Menghadapi Madiun Putra, Hidayat lebih berperan sebagai gelandang bertahan yang menjaga kedalaman sekaligus penghubung antara lini belakang dan lini tengah. Sedangkan Rizal “Rodeg” menjalankan tugas sebagai ball winner dan perusak permainan lawan. Bersama Misba, Rodeg diposisikan sedikit di depan Hidayat. Khusus untuk Misba, lagi-lagi ia menunjukkan kelasnya sebagai jenderal lapangan tengah Persebaya yang bertugas mengatur ritme permainan dan membagi bola.

Kombinasi apik Hidayat, Rodeg dan Misba dalam menguasai lini tengah membuat Madiun Putra tak bisa mengembangkan permainan. Babak pertama seolah berjalan sempurna bagi Persebaya. Lini tengah menguasai permainan, ditambah dengan agresifnya Irfan Jaya di pos sayap kanan. Di 45 menit pertama, Persebaya mampu menguasai 75% penguasaan bola, serta menciptakan 3 peluang tepat ke arah gawang tuan rumah. Namun lagi-lagi, buruknya finishing membuat Bajul Ijo gagal mencetak gol ke gawang Madiun Putra.

Asyik menguasai jalannya pertandingan, Persebaya justru kecolongan gol di penghujung babak pertama. Jebakan offside yang gagal dijalankan lini belakang Persebaya membuat Asmar Abu dalam posisi one-on-one dengan kiper Bajul Ijo, Dimas Galih. Dengan sekali gocekan, kapten Madiun Putra itu berhasil mengelabuhi Dimas dan menceploskan bola ke gawang Persebaya. Persebaya pun menutup babak pertama dengan ketinggalan satu gol dari tuan rumah Madiun Putra.

BACA:  Fisik Pemain Persebaya Drop di Pertengahan Babak Kedua, Kok Bisa?

Respon Positif dan Ketenangan Pemain Mampu Balikkan Keadaan

Kecolongan satu gol di penghujung babak pertama membuat skuad Persebaya cukup tersentak. Namun positifnya, para pemain di lapangan tidak cepat panik dan tetap tampil tenang. Selepas jeda, Persebaya tetap mengambil inisiatif menguasai  jalannya laga. Green Force memulai jalannya babak kedua dengan baik. Lini tengah Persebaya dibawah komando Misba Solikin tampil tenang dan tak terburu-buru mengalirkan bola ke depan.

Babak kedua berjalan tiga menit, sebuah aksi solo run Irfan Jaya dari sektor kiri pertahanan Madiun Putra berhasil membuka ruang di depan kotak penalti lawan. Mendapat space untuk menembak, Irfan melepaskan sepakan jarak dekat namun masih diblok kiper tuan rumah Ricky Fajar. Bola liar hasil tepisan Ricky berhasil disambar oleh Yogi Novrian. Skor pun berubah sama kuat, 1-1. Mampu mencetak gol cepat di babak kedua, pemain-pemain Persebaya semakin nyaman menguasai bola.

Di babak kedua, winger kanan Persebaya Irfan Jaya menjadi pusat perhatian berkat penampilan enerjiknya. Berkat Irfan pula, pelatih Sartono Anwar terpaksa mengganti Ikhlas Dwi Safaat yang sepanjang laga terlihat kewalahan menjaga pemain Persebaya bernomor punggung 41 tersebut. Celah di rusuk kiri pertahanan Madiun Putra benar-benar menjadi sasaran empuk serangan pemain-pemain Persebaya. Berkali-kali Misba ataupun Rodeg mampu memberikan through pass ataupun umpan daerah ke sisi kiri pertahanan lawan, tempat dimana Irfan Jaya beroperasi.

Aksi Irfan Jaya kembali menjadi pembeda pada laga malam kemarin. Di menit ke-57, sebuah umpan lambung Irfan ke area kotak penalti terlihat mengenai bagian tangan salah satu bek Madiun Putra. Wasit pun tanpa ragu menunjuk  titik putih sebagai tanda hadiah tendangan penalti bagi Persebaya. Eksekusi penuh percaya diri dari Misbakhus Solikin akhirnya membalikkan keadaaan. Menit 58, skor menjadi 1-2 untuk keunggulan Persebaya.

Di sisa laga, Persebaya tetap menguasai jalannya pertandingan. Sementara tuan rumah sesekali melakukan serangan balik cepat melalui Purniawan dan Nanang Wahyudi. Namun bekat ketenangan dan mentalitas pemain di atas lapangan, Persebaya mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan usai.

Tiga poin hasil kemenangan atas tuan rumah Madiun Putra membuat Persebaya tetap bersaing di papan atas klasemen sementara Grup 5. Persebaya pun melanjutkan tren positif tak terkalahkan dalam enam pertandingan terakhir. Rangkaian hasil positif ini tentunya membuat Persebaya semakin optimis menatap laga-laga selanjutnya. Namun dibalik rentetan tren menanjak yang sedang dialami Persebaya, bukan berarti tim Bajul Ijo tak memiliki pekerjaan rumah.

Pekerjaan rumah pertama yang wajib segera dibenahi adalah koordinasi dan komunikasi lini pertahanan. Dalam dua laga terakhir, kontra Persinga dan Madiun Putra, gawang Persebaya jebol akibat miskomunikasi di lini pertahanan. Lemahnya koordinasi di sektor pertahanan tentunya menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih Persebaya. Kabarnya, untuk menambah kekokohan lini belakang, manajemen sedang berusaha untuk mendaratkan satu lagi bek berkualitas. Selain lini belakang, kinerja lini depan juga perlu ditingkatkan. Efektifitas dalam menyelesaikan serangan dan sentuhan akhir masih menjadi problem para juru gedor Green Force. Diluar dua pekerjaan rumah tersebut, yang perlu dilakukan punggawa-punggawa Persebaya untuk saat ini adalah bagaimana caranya tetap menjaga konsistensi permainan dan mempertahankan semangat “haus” akan kemenangan. Wani! (rvn)