Dua Gol Elegan Yang Tenggelamkan Martapura

Irfan Jaya merayakan golnya ke gawang Martapura. Foto: Joko Kristiono/EJ

Persebaya sukses melakukan revans kepada Martapura FC. Pada laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Kamis (27/7) malam kemarin, Bajul Ijo berhasil mengalahkan tamunya Martapura FC dengan skor 2-0. Sebuah kemenangan yang sangat berharga bagi Persebaya. Selain berhasil mengantarkan Green Force ke puncak klasemen sementara Grup 5 dan semakin memperbesar peluang untuk melaju ke babak 16 Besar, kemenangan di GBT kemarin malam juga membuat Persebaya mampu membalaskan kekalahan pada pertemuan pertama lalu.

Irfan Jaya dan Oktafianus Fernando menjadi pahlawan kemenangan Bajul Ijo pada laga panas kemarin malam. Irfan menjadi pemecah kebuntuan pada menit ke-67. Lewat sebuah tendangan bebas akurat dari sisi kanan kotak penalti lawan, Irfan mampu menjebol gawang Martapura FC yang dijaga Ali Budi Rahardjo. Oktafianus Fernando memastikan kemenangan Persebaya pada menit ke-85 setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Martapura FC. Sebuah kemenangan yang terasa semakin manis bagi Persebaya karena diraih dengan cara yang mengesankan.

Alfredo Vera Pertahanankan The Winning Team

Mengusung misi revans sekaligus ingin mempertahankan rekor unbeaten dalam tujuh pertandingan terakhir di liga, Persebaya memulai laga dengan baik. Dalam laga ini, coach Angel Alfredo Vera mempertahankan the winning team seperti pada saat mengalahkan Madiun Putra FC di pekan sebelumnya. Satu perubahan hanya terjadi di lini belakang. Pemain debutan Fandry Imbiri langsung dipercaya mengisi starting line-up. Imbiri mengisi satu posisi center back, berduet dengan Andri Muliadi untuk menjaga tembok pertahanan Bajul Ijo. Selebihnya, komposisi pemain yang diturunkan Alfredo Vera sama dengan komposisi pemain yang diturunkan di Stadion Wilis, sepekan silam.

Skema 4-3-3 yang dimainkan Persebaya membuat Misbakhus Solikin dkk. mampu menguasai lini tengah. Meski dibebani target menang, namun punggawa-punggawa Green Force tampil tenang dan rileks di atas lapangan. Mereka tak terlalu bernafsu menggempur pertahanan lawan lewat serangan-serangan sporadis. Sementara sang lawan, Martapura FC lebih banyak menunggu bola dan bermain rapat, serta mengandalkan permainan fisik untuk meredam agresifitas Persebaya.

Pada laga ini, Muhammad Hidayat kembali tampil apik sebagai metronom di lini tengah. Pun demikian dengan Abu Rizal Maulana yang tampil spartan sebagai ball winner. Pada babak pertama, serangan-serangan Persebaya lebih banyak terkonsentrasi di sektor kanan, atau rusuk kiri pertahanan Martapura FC. Sektor ini seperti menjadi favorit pemain-pemain Persebaya dalam membongkar pertahanan Martapura FC. Beberapa kali Misba Solikin sukses mengirim umpan diagonal ke arah sayap kanan Bajul Ijo yang diisi Irfan Jaya, serta Abdul Azis yang kerap naik membantu penyerangan. Kombinasi Irfan dan Azis di area kanan lini serang Persebaya membuat bek kiri Martapura FC, Wirabuana Prayogo kewalahan.

Dominasi Persebaya sejak lini tengah membuat permainan Martapura FC sama sekali tidak berkembang sepanjang babak pertama. Mereka lebih banyak memainkan direct pass langsung ke depan, mengandalkan kecepatan Sandi Pratama serta Rifan Nahumarury. Kontra strategi yang dimainkan Martapura FC ini pun dengan mudah dipatahkan lini belakang Persebaya yang menerapkan garis pertahanan tinggi. Kokohnya tembok pertahanan Persebaya tak lepas dari langsung nyetelnya Fandry Imbiri yang melakukan debutnya pada malam itu. Duet Fandry dengan Andri Muliadi di sentral pertahanan Persebaya membuat Qischil Gandrum praktis terisolasi sendirian di lini depan Martapura FC.

Meski mutlak menguasai jalannya babak pertama, namun Persebaya gagal mencetak gol di paruh pertama. Terus membombardir pertahanan lawan, tak ada satu pun gol yang bersarang ke gawang Ali Budi Rahardjo, yang menjadi sorotan di laga ini. Di 45 menit pertama, Persebaya mampu membuat enam peluang, termasuk ketika empat kali melepaskan tembakan beruntun ke gawang Martapura FC.

BACA:  Empat Gol Tanpa Balas dan Kinerja Menawan Para Gelandang

Walaupun scoreless di babak pertama, namun ada fakta menarik dimana pemain-pemain Persebaya bisa bermain cair dengan akurasi umpan sangat tinggi. Pada paruh pertama babak, Persebaya mampu menguasai bola hingga 77%. Sebuah catatan ball possession yang menunjukkan dominasi mutlak Bajul Ijo atas Martapura FC, yang permainannya sama sekali tak berkembang. Di babak pertama pula, pemain-pemain Persebaya mencatatkan akurasi umpan hingga 87%. Sebuah fakta yang turut menjelaskan bagaimana lini tengah Persebaya menang telak atas Martapura FC.

Persebaya “Tenggelamkan” Martapura FC di Waktu yang Tepat, dengan Cara yang Elegan

Unggul jumlah pemain sejak menit ke-38 setelah Erwin Gutawa dikartu merah akibat menanduk wajah Abdul Azis tepat di hadapan wasit, Persebaya semakin mendominasi jalannya pertandingan di babak kedua. Di paruh kedua babak, pemain-pemain Persebaya tetap bermain sabar dan menguasai tempo. Punggawa Persebaya pun tak mudah terpancing permainan kasar dan provokasi lawan. Malahan, pemain-pemain Persebaya sukses menjalankan mind games di laga ini. Persebaya seperti tinggal menunggu momen yang tepat saja untuk bisa menghabisi perlawanan Martapura FC.

Guna menambah agresifitas, di pertengahan babak kedua coach Alfredo Vera memasukkan Rendi Irwan, setelah sebelumnya ia juga memasukkan Oktafianus Fernando. Kembali merumputnya sang kapten pun membuat pemain-pemain Persebaya semakin meningkatkan serangan. Daya dobrak dan visi bermain Rendi membuat intensitas serangan Green Force meninggi.

Persebaya akhirnya memecah kebuntuan di menit ke-67. Melalui sebuah skema tendangan bebas di area kiri pertahanan Martapura FC, sepakan bebas akurat yang dilakukan Irfan Jaya sukses menembus gawang Ali Budi Rahardjo. Sebuah gol yang semakin menggelorakan semangat punggawa Bajul Ijo untuk memenangkan pertandingan. Apalagi, tuan rumah semakin diatas angin setelah Martapura FC menerima kartu merah untuk kali kedua. Menit ke-73, pada sebuah duel udara di lini tengah, sikutan Gideon Marshell Huwae bersarang telak di hidung Abu Rizal Maulana. Tanpa ampun, wasit Yudi Prasodjo pun menghadiahi putra pelatih Martapura FC, Frans Sinatra Huwae, itu dengan kartu merah. Di lima belas menit terakhir, Martapura FC pun harus bermain dengan sembilan pemain.

Serangan bertubi-tubi semakin gencar dilancarkan ke arah pertahanan Martapura FC. Tak perlu menunggu lama, Bajul Ijo benar-benar menambah gol di menit ke-85. Kemelut di depan gawang Martapura FC berhasil dimanfaatkan oleh Oktafianus Fernando melalui tendangan dari sudut sempit. Skor pun berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan tuan rumah. Keunggulan dua gol bisa dipertahankan Persebaya hingga akhir pertandingan. Sebuah revans yang sempurna bagi tuan rumah.

Tak hanya tiga poin dan posisi puncak klasemen Grup 5, kemenangan yang diraih Persebaya atas Martapura FC juga memiliki arti lebih. Hujan lebat yang sempat mengguyur Stadion Gelora Bung Tomo seolah menjadi saksi “tenggelamnya” Martapura FC di kandang Bajul Ijo. Ya, malam itu Persebaya telah mengajarkan kepada Martapura FC bagaimana caranya memenangkan pertandingan lewat cara yang elegan, sportif dan mengesankan. Dan untuk Martapura FC, sekali lagi, you mess with the wrong city.

Facebook Comments