Jalan Kaki Tembus Kemacetan, Hanya Saksikan Persebaya di Babak Kedua

Bonek mengibarkan bendera Palestina di GBT. Foto: Joko Kristiono/EJ

“Mohon maaf warga untuk warga Surabaya, malam ini bonek mengawal kebanggannya di GBT, hindari dulu kawasan Benowo dan sekitarnya.”

Seruan yang sering kali terdengar di linimasa kala Persebaya bertanding. Dan sering kali berbalas dengan kicauan warga tentang Bonek yang kurang tertib di jalan. Namun kali ini tidak berlaku di sepanjang jalan Jawar Surabaya (akses GBT dari arah Selatan). Ribuan Bonek terjebak macet sepanjang kurang lebih 1 kilometer karena dari arah berlawanan, ratusan kendaraan menutup jalan selebar 6 meter tersebut.

Alhasil hanya ada sisa jalan tanah (Iya tanah, bukan aspal) selebar 1 meter yang menjadi akses Bonek. Tak ada aksi kekerasan seperti kibas-kibas scraf, meskipun dalam kemacetan biasanya emosi mudah terpancing. Banyak Bonek yang menyerah untuk menembus kemacetan dengan kendaraan, akhirnya memilih untuk berjalan kaki asalkan dapat melihat kebanggaannya berlaga. Well, Bonek sudah banyak berubah meskipun masih sangat sulit menghilangkan stigma negatif di masyarakat.

Tajuk Big Match dan aroma revans yang di-setting manajemen membuat laga ini spesial. Bonek yang datang pun lebih banyak daripada laga sebelumnya.

Tak kurang dari 35 menit, barulah saya bisa menembus kemacetan. Dan masih harus berjalan berkilo-kilometer lagi untuk memasuki stadion. Malam itu (27/7), Bonek sudah sangat sabar, bayangkan untuk “Mbonek” saja mereka harus menghadapi akses yang kurang memadai, rekayasa lalin Jalan Jawar yang tidak berjalan, parkir liar sampai Rp 10 ribu rupiah, dengan tanpa aksi kekerasan. Tidak percaya? silakan bertanya pada pengendara motor yang pada malam itu “menghadang”.

Regulasi PT LIB yang memaksa Persebaya untuk bertanding home pada Weekday menjadi pemicunya. Andai saja saya berada di posisi pengendara motor yang menutup Jalan Jawar saya akan berkicau “Mohon maaf untuk Bonek, malam ini saya pulang kerja dan ingin berkumpul sesegera mungkin dengan keluarga, salahe dewe Kemis-Kemis kok Bal-Balan”. (*)

*) Iffan Fahmi – Bonek yang kena macet dan hanya bisa menyaksikan Persebaya vs Martapura di babak kedua.

BACA:  Jayalah Negeriku, Jayalah Persebayaku