Empat Gol Tanpa Balas dan Kinerja Menawan Para Gelandang

Starting line-up Persebaya dalam laga menghadapi PSBI. (Foto: Joko Kristiono/EJ)

Hasil positif kembali diraih Persebaya pada pertandingan pekan kesepuluh. Menjamu PSBI Blitar di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (2/8) malam, skuad Bajul Ijo berhasil membenamkan sang tamu dengan gelontoran empat gol tanpa balas. Kemenangan 4-0 yang diraih Persebaya atas PSBI semalam membuat Green Force kini semakin mantap di puncak klasemen sementara Grup 5. Misbakhus Solikin dkk. pun sukses mencetak hattrick tiga kemenangan beruntun.

Abu Rizal Maulana, Misbakhus Solikin, Oktafianus Fernando, dan Rendi Irwan menjadi penyumbang gol-gol Persebaya pada laga tadi malam. Kemenangan semalam juga merupakan rekor kemenangan terbesar yang diraih Persebaya hingga pekan ke-10. Menghadapi PSBI di kandang sendiri, Persebaya memang tampil menawan. Terlepas dari lawan yang memang sedang dalam tren negatif, namun kemampuan pemain-pemain Persebaya untuk menguasai pertandingan serta mengkreasi peluang menunjukkan bahwa mereka semakin matang dan mengerti apa yang dimau coach Alfredo Vera.

Pilihan Formasi Alfredo Vera dan Pembagian Tugas Tiga Gelandang

Dalam laga kontra PSBI Blitar, Alfredo Vera tetap mempertahankan formasi agresif 4-3-3. Absennya penyerang utama Rishadi Fauzi membuat Yogi Novrian memulai laga sebagai penyerang tengah, setelah dalam dua laga sebelumnya selalu ditempatkan sebagai winger kiri. Yogi didampingi oleh Irfan Jaya di sisi kanan dan Oktavianus Fernandi di sayap kiri. Di sektor tengah, trio gelandang tetap diisi oleh Abu Rizal Maulana, Muhammad Hidayat dan kapten pada laga kemarin, Misbakhus Solikin. Sama seperti lini tengah, komposisi tembok pertahanan Persebaya juga tidak mengalami perubahan. Kuartet Abdul Azis-Fandry Imbiri-Andri Muliadi-Mochammad Irvan menjadi starter di depan kiper Miswar Syahputra, yang tampil menggantikan posisi Dimas Galih akibat masalah pada hamstring-nya.

Meski menurunkan formasi yang sama seperti ketika mengalahkan Madiun Putra dan Martapura FC, namun pada pada laga kontra PSBI kemarin Alfredo Vera menerapkan pendekatan permainan yang berbeda, terutama dalam penguasaan bola di  lini tengah. Tiga gelandang Persebaya yang diturunkan Alfredo Vera tampil begitu apik dan menjadi kunci kemenangan telak Bajul Ijo atas Laskar Soekarno.

Pada pertandingan semalam, lini tengah Persebaya terlihat begitu dominan. Dipimpin Misbakhus Solikin, sektor tengah Persebaya langsung menguasai jalannya pertandingan sejak awal laga. Malam itu, Misba menjalankan peran sedikit berbeda. Menghadapi PSBI yang bermain rapat, Misba yang biasanya rajin melakukan tusukan hingga final third justru dimainkan lebih dalam. Top scorer Persebaya itu hanya sesekali malakukan akselerasi ke area kotak penalti PSBI. Bersama Muhammad Hidayat, Misba menjadi penghubung antara lini belakang dan lini tengah. Visi mumpuni Misba dalam mengirim umpan serta membagi bola terlihat semakin maksimal dalam laga kontra PSBI.

Sementara itu, Abu Rizal “Rodeg” Maulana yang biasanya berfungsi sebagai perusak dan pemutus alur serangan lawan justru bermain free role pada laga semalam. Rodeg yang memiliki daya jelajah tinggi dan kuat secara fisik efektif dalam menembus pertahanan rapat PSBI. Tak hanya merebut bola, Rodeg juga kerap muncul tiba-tiba dari lini kedua. Hal inilah yang tak bisa diantisipasi lini pertahanan PSBI. Peran free role yang diemban Rodeg ini membuat Persebaya seperti bermain dengan skema 4-2-1-3 ketika melakukan offensive pressing (Gambar 1).

BACA:  Fisik Pemain Persebaya Drop di Pertengahan Babak Kedua, Kok Bisa?
Gambar 1. Skema pergerakan tiga gelandang Persebaya saat melakukan pressing ke pertahanan PSBI.

Pendekatan permainan yang dilakukan Alfredo Vera dalam laga kontra PSBI menunjukkan bahwa pelatih asal Argentina itu merupakan pelatih yang adaptatif. Menghadapi lawan yang bermain nothing to lose, Alfredo justru tak menginstruksikan pemain-pemainnya untuk menyerang frontal. Ia meminta punggawa-punggawa Persebaya untuk tetap bersabar dalam membongkar pertahanan lawan.

Kesabaran dan Kreatifitas Membuka Ruang Berbuah Empat Gol

Menguasai jalannya pertandingan sejak awal, Persebaya ternyata cukup sulit menembus pertahanan PSBI yang kerap menumpuk 5-6 pemain di dekat area penalti. Bajul Ijo harus menunggu 13 menit untuk menembus pertahanan PSBI yang dikomando oleh Taufik Angga. Melakukan build-up serangan dari sisi kanan pertahanan PSBI, Yogi Novrian mampu menarik bek lawan untuk naik sehingga memberikan ruang bagi Abu Rizal untuk masuk ke dalam kotak penalti. Umpan flick Yogi mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Rizal. Dengan sekali dribble, Rizal mampu membuka ruang tembak yang ideal. Baam! Sepakan keras Rizal ke arah tiang dekat menjebol gawang PSBI yang dijaga Fahmi Idris.

Gol pembuka yang dicetak lewat kaki Abu Rizal “Rodeg” membuat Persebaya semakin meningkatkan intensitas serangan. Peluang Persebaya untuk menambah gol semakin terbuka lebar karena PSBI diluar dugaan malah berani tampil lebih terbuka. Bahkan, PSBI nyaris membuat gol balasan jika saja tendangan chip Ismail Soleh tidak mengenai mistar gawang Persebaya yang dijaga Miswar Syahputra. Dengan PSBI yang berani keluar menyerang, pertandingan babak pertama menjadi lebih seimbang.

Menghadapi lawan yang mulai keluar menyerang, Persebaya tetap bermain sabar. Di fase ini, pemain-pemain Persebaya menunjukkan kreatifitas mereka dalam membuka ruang. Permainan bola-bola pendek di area tengah yang dimainkan tiga gelandang Persebaya membuat bek-bek PSBI terpancing naik. Peluang inilah yang dimanfaatkan para gelandang Persebaya untuk memberikan umpan-umpan diagonal yang mengarah ke kedua sayap mereka, yang diisi oleh Irfan Jaya di kanan dan Oktafianus Fernando. Dukungan juga diberikan oleh Abu Rizal yang bermain sangat mobile. Persebaya pun seolah tinggal menunggu waktu untuk bisa menambah jumlah gol.

Persebaya memang akhirnya berhasil menambah tiga gol, satu gol di penghujung babak pertama dan dua gol tambahan di babak kedua. Gol kedua yang dicetak Misbakhus Solikin dan Gol ketiga lewat kaki Oktafianus merupakan hasil kreatifias gelandang-gelandang Persebaya dalam membuka ruang. Sementara gol keempat sekaligus gol penutup pesta Persebaya ke gawang PSBI yang dicetak oleh Rendi Irwan memanfaatkan lengahnya jebakan offside yang diperagakan oleh lini pertahanan PSBI.

Kemenangan empat gol tanpa balas dalam laga semalam memang menjadi sajian yang sangat menghibur. Tambahan tiga poin juga membuat posisi Persebaya tetap aman di puncak klasemen sementara Grup 5. Kemenangan dengan margin gol cukup besar ini tentunya juga akan menambah  kepercayaan diri para pemain. Usai membenamkan PSBI, Persebaya masih memiliki sisa empat pertandingan di fase grup, dengan rincian dua laga away dan dua laga home. Misi sapu bersih semua sisa laga fase grup merupakan target yang realistis. Namun perlu digarisbawahi, kemenangan pada malam kemarin jangan sampai membuat para pemain merasa puas, karena perjalanan Persebaya di Liga 2 masih teramat panjang. Optimis, dan tetap membumi. Wani!