Tiga Poin, Empat Gol, Persebaya Terus Melaju ke Liga 1

Foto: Joko Kristiono/EJ

Euforia kemenangan besar empat gol tanpa balas melawan PSBI Blitar Rabu malam (2/8) masih terasa. Kemenangan ini meneruskan tren positif Persebaya untuk bertahan di puncak klasemen. Manisnya kemenangan yang dipetik Persebaya, tak lepas dari kinclongnya performa punggawa-punggawanya di lapangan, racikan ciamik pelatihnya, dan tentu saja dukungan 90 menit tanpa henti dari Bonek dan Bonitanya.

Namun demikian terlepas dari empat gol yang disarangkan ke gawang lawan, Persebaya masih terlihat beberapa kali membuang peluang matang. Yogi Novriato, Oktafianus Fernando masih terlihat grogi di depan gawang meskipun pada akhirnya Oktafianus berhasil meceploskan umpan matang dari Irfan Jaya.

Juga beberapa kali terlihat aksi-aksi yang cenderung individu, namun yang patut diapresiasi semangat-semangat pemain muda Persebaya yang seiring waktu pasti akan menemukan kematangan bermain di lapangan.

Permainan cukup istimewa ditunjukkan Irfan Jaya. Pemain yang rajin beroperasi di sayap kanan Persebaya ini tak henti-hentinya menebar ancaman ke gawang PSBI. Tercatat tak kurang assist dan umpan-umpan terukurnya berhasil memanjakan rekan satu timnya untuk menceploskan bola ke dalam gawang. Dan yang tak kalah istimewa adalah tendangan bebas “the sniper” yang nyaris saja menjebol gawang PSBI. Hanya sedikit kurang beruntung saja “IJ41” belum mencetak gol ke gawang lawan malam itu.

Kredit juga pantas diberikan kepada rekrutan baru Persebaya di sektor pertahanan, mutiara asal Papua Fandry Imbiri dengan permainanya yang impresif membantu persebaya memperoleh cleansheet, menjaga gawang Persebaya dari kebobolan selama 90 menit.

Dengan sektor tengah yang semakin matang, pertahanan yang semakin solid, sektor serangan yang semakin agresif dan haus goal, siapapun pasti optimis tim ini akan terus melaju dan kembali berlaga di Liga 1.

BACA:  Antara Francesco Totti dan Mat Halil, Dua Pengabdi Klub Ibukota

Lebih jauh, seperti apa yang diungkapkan komentator saat pertandingan, dengan usia pemain yang masih relatif muda, tak menutup kemungkinan pemain-pemain Persebaya akan kembali menjadi tulang punggung Timnas di masa depan.

Persebaya punya sejarah panjang sebagai tim yang menjadi kawah candradimuka bagi calon-calon pemain tim nasional Indonesia. Teruslah berlari Bajul Ijoku, Terbanglah Tinggi, Timnas Garuda Menunggumu

Salam Satu Nyali, Wani!