Satu Poin yang Membutuhkan Perjuangan

Abu Rizal "Rodeg". Foto: Joko Kristiono/EJ

Awaydays Persebaya ke Pamekasan Kamis (10/8) berakhir imbang dengan skor akhir 2-2. Pada pertandingan itu, Persebaya terlihat bermain kurang efektif, terutama di babak kedua di mana tembakan-tembakan dari lini depan sering tidak menemui sasaran.

Kerjasama apik belum terlihat di depan gawang, umpan-umpan dari lini tengah maupun sayap yang sangat efektif pada pertandingan-pertandingan Persebaya sebelumnya jarang muncul pada pertandingan melawan Persepam sore itu.

Masuknya rekrutan baru juga masih belum terlihat setel dengan gaya permainan Persebaya. Ricky Kayame masih belum mampu menunjukkan tajinya pada pertandingan kemarin. Penyelesaian-penyelesaian individu barisan penyerang Persebaya nyatanya tidak juga membuahkan gol tambahan di babak kedua.

Malah tiga poin di depan mata menjadi terlepas. Di menit ke-76, lini belakang Persebaya kecolongan dan gagal mencegah bobolnya gawang. Lengahnya lini belakang mengawal pemain-pemain Persepam, tidak turunnya Fandry Imbiri juga menambah rapuh tembok pertahanan Persebaya. Hasilnya gawang Dimas Galih harus kebobolan dua gol.

Di sisi lain, permainan Persepam sore itu memang mampu mengimbangi skill yang ditunjukkan pemain dan strategi yang diramu kubu Persebaya. Persepam bermain ngotot dan taktis. Seakan tak mau dipermalukan di depan pendukungnya sendiri, Laskar Sape Ngamok benar-benar merepotkan pemain-pemain Persebaya.

Hasil imbang 2-2 merupakan hasil yang pantas untuk dibawa pulang Persebaya. Mencuri satu poin di kandang lawan memang butuh perjuangan. Pertandingan selanjutnya menghadapi PSIM di kandang Gelora Bung Tomo wajib dimenangkan. Tiga poin di kandang menjadi harga yang tidak bisa ditawar lagi jika ingin tetap adem di puncak klasemen.

Salam Satu Nyali, Wani!

BACA:  Perlunya Respek di Sepak Bola