Persebaya, Tim Liga 2 Rasa Liga 1

Starter Persebaya vs Persinga. Foto: Bimbim/EJ.

EJ – Apa yang ada di benak anda ketika mendengar nama Surabaya? Ada yang menyebut Kota Pahlawan, warganya tipikal keras dan pantang menyerah layaknya seorang pejuang. Namun, ada juga ketika mendengar nama Surabaya secara spontan langsung menyebut eks lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara, Gang Dolly.

Lebih dari itu semua, Surabaya memiliki sebuah tim sepak bola yang sangat legendaris dan sarat sejarah yaitu Persebaya Surabaya. Meskipun klub yang membawa nama Surabaya tidak hanya Persebaya saja. Sebelum era millennium, Surabaya diwakili oleh klub Asyabab Salim Grup, NIAC Mitra yang kala itu mengalahkan Arsenal 2-0 di stadion legendaris, Gelora 10 Nopember dan Persebaya sendiri.

Memasuki Era 2000-an, hanya nama Persebaya saja yang bertahan kemudian mulai muncul klub-klub yang membawa nama Surabaya seperti Mitra Surabaya dan PS Kota Pahlawan yang saat ini berlaga di Liga 3. Tak hanya itu, klub bernama Laga FC pun sempat memilih Surabaya sebagai home base mereka sebelum mereka menjadi tim musafir lalu menjual lisensi klubnya menjadi Sragen United.

Persebaya Representasi Kota Surabaya Sesungguhnya

Tidak bermaksud mengesampingkan kontribusi tim-tim lain yang membawa nama Surabaya, namun Persebaya layak dijadikan identitas kota selain berbagai landmark yang tersebar di kota Surabaya. Bersama 6 tim lainnya (Persija, Persib, PSM Madiun, PSIM, Persis, dan PPSM Magelang), Persebaya menjadi salah satu pendiri cikal bakal federasi sepakbola indonesia saat ini yaitu PSSI.

Persebaya juga rutin menyumbangkan pemain didikannya ke timnas indonesia. Mulai dari zaman Aji Santoso, Mursyid Effendi, Bejo Sugiyantoro, Hendro Kartiko, hingga yang terbaru saat ini seperti Evan Dimas dan Andik Vermansyah.

Persebaya juga sukses menjadi klub surabaya yang mengoleksi banyak gelar juara di tingkat nasional. Salah satu yang paling diingat dan sekaligus menjadi titel resmi terakhir yang diraih Persebaya yaitu ketika berhasil menumbangkan Persija Jakarta dengan skor 2-1di Gelora 10 Nopember sekaligus menasbihkan persebaya menjadi tim pertama yang berhasil meraih dua kali titel Liga Indonesia sejak kompetisi era perserikatan dan Galatama dilebur menjadi satu.

Persebaya, Rasa Liga 1

Melihat kondisi Persebaya saat ini, sangat pantas rasanya jika seluruh pecinta sepakbola indonesia menginginkan persebaya mendapatkan satu slot promosi dari jatah tiga slot promosi ke Liga 1 musim depan. Dari segi skuad, Persebaya memiliki materi skuad yang cukup baik dan mentereng dibanding kontestan Liga 2 lainnya.

Dimas Galih sangat berpengalaman ketika membela PSM Makassar dan Persegres Gresik, Fandry Imbiri alumnus Persipura dan Semen Padang, Sidik Saimima memiliki pengalaman bersama Persegres. Yogi Novrian dengan penampilan bersama PS TNI-nya, Rishadi Fauzi juga pernah menjadi andalan Persita tangerang dan Madura United, Rendi Irwan yang sempat berseragam Persija Jakarta kemudian rekrutan terbaru Ricky Kayame yang pernah merasakan atmosfer liga tertinggi bersama Persib dan Persipura.

Materi skuad yang unggul tersebut dilengkapi juga oleh Alfredo Vera juru taktik yang musim lalu mengantarkan Persipura menjuarai ISC A.

Dari sisi manajemen setelah diakuisisi oleh Jawa Pos Group, bisa dibilang sudah memenuhi kriteria profesional. Tunggakan-tunggakan musim sebelumnya sudah terselesaikan, tidak ada kabar pembayaran gaji pemain yang telat, kerjasama dengan sponsorship yang jumlahnya hampir memenuhi jersey persebaya, pemberlakuan tiket terusan yang berdampak bagi pemasukan klub, hingga cara mem-branding sebuah klub sehingga menarik minat para sponsor untuk menempelkan produknya di jersey persebaya. Hal ini belum banyak dilakukan oleh klub-klub Liga 2 lainnya.

Bonek mania turut menjadi faktor pendukung untuk kembalinya Persebaya ke level tertinggi. Tingkat okupansi kehadiran bonek mania ke stadion menyentuh angka 20.000 penonton per pertandingan mengalahkan 6 kontestan Liga 1 (Perseru, Persegres, Persiba, PS TNI, Bhayangkara FC, dan Mitra kukar).

Selain itu, 11 laga dari total 14 laga Persebaya selama putaran grup selalu disiarkan secara langsung dan ini membuktikan rating TV Persebaya sangat tinggi. Fakta tersebut mengulangi Musim ISL 2009 ketika masih diperkuat oleh Takatoshi Uchida, Josh Maguirre, dan John Tarkpor. Laga home Persebaya satu musim penuh disiarkan oleh ANTV selaku pemegang hak siar waktu itu.

Sangat layak rasanya Persebaya menjadi salah satu tim yang promosi ke Liga 1 musim depan setelah melihat beberapa aspek tersebut. Lekas kembali ke level tertinggi Persebaya! (eka)