Rian Bicara Tentang Timnas U-19 dan Kerinduannya Kepada Persebaya

Rachmat Irianto melayani permintaan foto fans cilik usai laga uji coba Timnas U-19 vs PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo Sleman, Sabtu (12/8). (Foto: Ervan Tria/EJ)

EJ – Di Liga 2 musim ini, Rachmat Irianto baru sekali membela Persebaya di pertandingan resmi. Laga kontra Persatu Tuban di Gelora Bung Tomo awal Juli lalu menjadi satu-satunya penampilan Rian dalam balutan seragam Bajul Ijo. Musim ini, putra dari legenda Persebaya Bejo Sugiantoro itu memang tak bisa membela Persebaya secara penuh karena ia harus mengikuti pemusatan latihan timnas Indonesia U-19.

Baru sekali mengecap pertandingan resmi dan banyak melewatkan laga-laga lainnya nyatanya membuat Rian begitu merindukan Persebaya. Hal inilah yang ia ungkapkan ketika EJ berhasil menemui bek muda Bajul Ijo itu usai laga uji coba antara timnas U-19 menghadapi PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (12/8) malam kemarin. Tak hanya mengungkapkan rasa rindunya kepada Persebaya, kapten timnas U-19 itu juga berbicara mengenai persiapan jelang Piala AFF U-19 September mendatang. Berikut petikan wawancara singkat EJ dengan Rachmat Irianto.

Emosi Jiwaku (EJ): Selamat Rian, penampilan yang bagus. Bagaimana komentarnya tentang pertandingan malam ini?

Rachmat Irianto (RI): Menurut saya hari ini pertandingan yang luar biasa. Atmosfer stadion luar biasa. Penonton penuh dan kami bisa tampil baik.

EJ: Menghadapi pemain-pemain yang jauh lebih senior tapi timnas bisa mengimbangi. Apa rahasianya?

RI: Pertandingan hari ini memang menjadi ujian yang bagus buat timnas. Kami hanya sebisa mungkin untuk tampil baik. Mental kami diuji. Menghadapi pemain-pemain yang lebih senior dan lebih matang dan juga dengan kehadiran suporter yang sangat banyak. Jadi kami punya motivasi untuk tampil baik.

EJ: Persiapan timnas U-19 sendiri jelang Piala AFF U-19 di bulan September mendatang sudah sejauh apa?

RI: Persiapan sejauh ini berjalan baik. Tapi yang jelas coach Indra Sjafri selalu melakukan evaluasi dan perbaikan sedikit demi sedikit.

EJ: Menjadi kapten ada beban atau tidak?

RI: Beban pasti ada. Hanya saja saya bawa enjoy. Kalau merasa terbebani nanti permainan malah bisa kacau. Sebisa mungkin saya bermain lepas.

EJ: Ekspektasi kepada timnas U-19 selalu tinggi, karena kita pernah juara di turnamen yang sama. Bagaimana Rian menanggapi hal ini?

BACA:  Rachmat Irianto Jadi Kapten, Timnas U-19 Menang Lawan Perseden

RI: Hasil di turnamen-turnamen sebelumnya memang menjadi motivasi. Tahunnya Evan (Dimas) kita juara. Lalu bersama Eduard Tjong kita kurang beruntung. Jadi generasi sekarang ingin lebih baik dari mereka.

EJ: Sekarang mengenai Persebaya. Rian baru bermain satu kali bersama Persebaya saat menghadapi Persatu. Apa yang paling diingat pada saat pertandingan debut kala itu?

RI: Ya, itu merupakan momen yang tak terlupakan. Saya tampil penuh 90 menit dan Persebaya clean sheet. Tapi yang paling penting adalah tim bisa menang. Saya juga terharu karena debut dengan Persebaya di depan orang tua dan di depan puluhan ribu Bonek.

EJ: Setelah pertandingan debut, Rian harus kembali mengikuti pelatnas. Bagaimana perasaannya?

RI: Yang jelas saya sangat merindukan Persebaya. Saya merindukan atmosfer Gelora Bung Tomo. Tapi saat ini saya harus konsentrasi ke timnas dulu.

EJ: Kira-kira dalam waktu dekat ada rencana kembali ke Persebaya dulu atau tidak?

RI: Soal itu saya belum tahu. Karena saat ini lagi fokus untuk Piala AFF yang sudah di depan mata.

EJ: Ada titipan pertanyaan dari salah satu teman Bonek, yang menjadi role model bagi Rian selain ayah Bejo Sugiantoro siapa?

RI: (sambil tersenyum) Tidak ada. Ayah saja yang menjadi panutan bagi saya.

EJ: Ada pesan untuk teman-teman di Persebaya?

RI: Semoga Persebaya bisa terus bermain baik dan yang terdekat semoga lolos ke babak 16 Besar.

***

Usai wawancara singkat dengan EJ, Rian langsung dikerubuti penonton yang hendak berfoto bersama. Rian memang menjadi salah satu pusat perhatian pada laga uji coba timnas U-19 menghadapi PSS Sleman. Menjadi pemimpin di lini belakang, Rian tampil solid selama 76 menit dan membawa timnas U-19 bermain imbang 2-2 dengan PSS. Pesona Rian sebagai punggawa Persebaya sekaligus anak dari seorang legenda membuatnya “diburu” banyak penonton yang hadir ke stadion. Dengan wajah ramah, Rian tetap bersedia meluangkan waktu untuk sekadar berfoto bersama penonton. (rvn)