Ngobrol Persebaya dan Bonek Bersama Istri M. Syaifuddin

M. Syaifuddin dan istri, Zulfrida Rahmaninurfida. Foto: Chandsoe/EJ

EJ – Ada sosok wanita cantik di pinggir lapangan saat Persebaya menjalani latihan di GBT, Kamis (7/9). Wanita berhijab itu tetap setia menanti latihan Persebaya hingga usai. Ia adalah Zulfrida Rahmaninurfida, istri bek Persebaya, M. Syaifuddin. Wanita kelahiran Yogyakarta ini datang ke Surabaya untuk menemani papa Udin, panggilan kesayangan Syaifuddin, dalam sebuah acara “Family Time” yang akan digelar manajemen Persebaya.

EJ berkesempatan mewawancarai ibu satu anak ini tentang Syaifuddin, Persebaya, dan Bonek. Berikut petikan wawancaranya.

Tujuan kedatangan kedatangan ke Surabaya?

Tujuan pertama akan ada acara family time di Persebaya. Jadi saya meluangkan waktu mungkin sekitar satu minggu. Karena sekalian Papa Udin mau masuk 16 besar, jadi kayak kasih support buat suami. Terpaksa saya mengambil cuti agak lama. Karena saya dan anak tinggal di Jogja.

Berapa kali Zulfrida menemani suami di Surabaya?

Ini baru pertama karena kebetulan pekerjaan saya sebagai notaris, sehingga untuk meluangkan waktu agak sulit. Saya harus meminta cuti kepada ibu notaris (atasan Zulfrida, Red). Kebetulan baru lulus S2 jadi masih magang. Saya minta cuti nanyainnya karena akan masuk 16 besar sehingga harus memohon-mohon banget biar suami main bagus.

Apa harapan Zulrida?

Harapan pertama Persebaya masuk ke Liga 1. Harapan kedua Papa Udin nyaman main di Persebaya. Karena dari kecil ia dukung Persebaya. Saya lihat ia enjoy pakek banget main di Persebaya.

Kesan Zulfrida kepada Bonek?

Pertama, kalau dulu, mohon maaf sekali, kesannya Bonek kacau. Tapi sekarang jauh lebih tertib. Kedua, jujur aja loyalitas mereka gak pernah kayak klub lain. Jadi bener-bener amazing banget. Sometimes, saya bilang ke teman-teman dan keluarga, kesannya Bonek ke Persebaya sudah kayak agama atau kepercayaan. Saya selalu bilang ke Papa Udin, jangan kecewakan suporter yang datang. Mereka sudah meluangkan waktu, uang, dan energi, jangan sampai kalah. Jangan sampai membuat kita yang nonton gak puas.

BACA:  Lebih Dekat dengan Dokter Persebaya, Adhimas Hapto Prakoso

Apakah Zulfrida selalu kangen saat ditinggal jauh suami?

Kalau dibilang kangen ya kangen. Tapi kita harus bicara realita. Kita gak boleh ego ke perasaan kangen akhirnya bikin latihannya kacau. Saya gak pernah mau kayak gitu. Dari dulu saya tahu pekerjaan suami seperti itu dan pekerjaan saya seperti ini. Itu resiko yang kita ambil. Karena kalau dua-duanya berkarir tetep ada resiko.

Tapi pesan saya ke Papa Udin, yang pertama selalu jaga kondisi, kedua gimana caranya bikin Persebaya juara, ketiga, meminta dukungan dari Bonek. Kadang ngerasa banget, kalau gak ada Bonek mainnya gak semangat. Beda banget saat Persebaya main ada Bonek. (cs/iwe)