Berbeda-Beda Tetapi Tetap Satu, Persebaya!

Misbakhus Solikin usai mencetak gol ke gawang Persinga. Foto: Joko Kristiono/EJ

Judul tersebut pantas disematkan ketika melihat hasil akhir laga pamungkas Liga 2 grup 5 antara Persebaya menghadapi Persinga Ngawi di Gelora Bung Tomo, Kamis (14/09). Persebaya mengalahkan Persinga dengan skor telak 4-0 dan memastikan Persebaya sebagai juara grup 5 yang akan mengisi grup C di 16 besar.

Kemenangan 4 gol tanpa balas di penyisihan grup ini bukan pertama kalinya bagi Persebaya. Sebelumnya Persebaya juga melibas PSBI Blitar di pekan 10. Namun ada yang beda di kemenangan Persebaya atas Persinga. Di mana keempat gol dari Persebaya dicetak oleh empat pemain berbeda. Berbeda dalam hal ini adalah daerah asal dari para pemain.

Gol Pertama Persebaya dicetak oleh Sidik Saimima di menit ke-25. Sidik Saimima adalah pemain asal Tulehu, Maluku Tengah. Menjadi gol yang di tunggu-tunggu karena acap kali Saimima turun lewat bangku cadangan. Jelas kalau kita flashback soal pemain asal maluku yang bersinar bersama persebaya yaitu nama Chairil Anwar Ohorella yang membawa Persebaya juara Liga Indonesia 1996/1997. Ada juga Rahel Tuassalamony yang juga pernah memperkuat Persebaya Surabaya di medio 2000-an

Gol kedua dicetak pemain asal Makassar. Nama Irfan Jaya membukukan namanya sebagai pencetak gol di menit ke 33. Dan gol tersebut merupakan gol ketiga bagi Irfan Jaya hingga pekan 14. Mengingat pemain asal Makassar yang bergabung dengan Persebaya mungkin nama Andi Oddang. Ya, Andi Oddang adalah pemain asal Makassar yang membela Persebaya era 2008 hingga 2010.

Lanjut ke gol ketiga yang di cetak di menit 41 lewat penalti yang diberikan oleh wasit setelah Ricky Kayame dilanggar. Misbakhus Solikin sebagai eksekutor berhasil menambah pundi-pundi golnya di ajang Liga 2 menjadi 9 gol. Ia tetap menjadi top skor bagi Persebaya Surabaya. Pemain jebolan Al Rayyan tersebut di gadang-gadang sebagai penerus sosok Uston Nawawi sebagai pemain lokal asli Surabaya.

BACA:  Pemecatan Iwan, Bukti Keberhasilan People Power-nya Bonek

Dan Gol keempat atau juga gol terakhir dari Persebaya. Nama Ricky Kayame di menit 43 yang menjadikan gol pertamanya bersama skuad Persebaya dari empat game yang ia jalani. Berasal dari tanah Papua tentu menjadi warna tersendiri skuad Persebaya di musim ini. Bahkan Persebaya memiliki setidaknya empat pemain asli Papua.

Melihat nama-nama pencetak gol di game antara Persebaya vs Persinga jelas terlihat bagaimana skuad Green Force begitu beragam. Bukan dari pulau jawa saja ataupun asli surabaya. Akan tetapi pemain luar jawa pun juga ikut berkontribusi. Meskipun skuad ini juga dipenuhi hasil binaan tim internal Persebaya. Apapun itu dan dari mana asalnya patut kita apresiasi penampilan khas Suroboyo dengan pemain yang bisa di bilang bukan asli surabaya tapi mereka mau mengemban tanggung jawab untuk Persebaya. Dan semoga semangat juang mereka tak akan pernah lelah hingga mengantarkan Persebaya ke kasta tertinggi Liga Indonesia. (*)